Saturday, April 18, 2015

Kekafiran-Kemunafikan Bangsa Arab Saudi Diabadikan Dalam Quran


الْأَعْرَابُ أَشَدُّ كُفْرًا وَنِفَاقًا وَأَجْدَرُ أَلَّا يَعْلَمُوا حُدُودَ مَا أَنزَلَ اللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Orang-orang Arab Badwi itu, lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya, dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِّن مَّسَدٍ

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.
11146219_971255879551802_827349027528324

Jenewa, GATRAnews   (www.gatra.com)- Badan Kesehatan Dunia PBB (WNO), pada Rabu (8/4), menyatakan bahwa jumlah orang tewas selama tiga pekan pertempuran antara pasukan koalisi dan pemberontak di Yaman mencapai 643 orang dan 2.226 lainnya terluka. "Angka itu hanya angka berdasarkan korban yang dibawa ke sarana kesehatan, dan korban lainnya diperkirakan lebih banyak lagi, yang diperiksa dan dilaporkan," kata seorang pejabat WHO, seperti dilaporkan AFP, yang dikutip Antara.

Pada Selasa, WHO melaporkan bahwa sedikit-dikitnya 540 orang tewas dan 1.700 terluka selama hampir tiga pekan itu. Sekutu pimpinan Arab Saudi mengebom posisi pemberontak Houthi yang melawan pasukan yang setia kepada presiden buron Abedrabbo Mansour Hadi.

Pemberontak Houthi menguasai sebagian besar Yaman, termasuk ibukota Sanaa, yang memicu keprihatinan sejumlah negara bahwa Al Qaida dapat memanfaatkan kekosongan kekuasaan di sana. Lebih dari 334.000 orang mengungsi di negeri itu akibat pertempuran dan 254.400 lagi mencari perlindungan di luar negeri, kata WHO.

"Keadaan kemanusiaan sangat genting, dengan pemadaman listrik dan air serta kekurangan bahan bakar semakin memperburuk keadaan," katanya.

Serangan terhadap petugas kesehatan dan sarana kesehatan terjadi di Sanaa dan kota Saada serta Aden. Sejak 30 Maret, tiga relawan petugas ambulans ditembak dan dibunuh saat bertugas, kata WHO. Akses jalan ke Yaman, tempat 65 petugas WHO bekerja, sulit ditempuh.

Badan itu menyatakan, kiriman pasokannya menunggu di Dubai, yang akan dimasukkan sesegera mungkin. WHO memperkirakan, Yaman memerlukan sekitar 62 juta dolar (sekitar 620 miliar rupiah) untuk membayar kebutuhan kesehatannya. WHO sejauh ini menerima 2,7 juta dolar (27 miliar rupiah) sumbangan dari Jepang.

Presiden Iran Hassan Rouhani menyerukan penghentian serangan udara di Yaman oleh Arab Saudi serta sekutunya, karena mereka tidak akan berhasil dan mengatakan bahwa negara di kawasan itu harus bekerja untuk penyelesaian politik.

"Bangsa besar seperti Yaman tidak akan takluk pada pengeboman. Mari kita semua berpikir untuk mengakhiri perang. Mari berpikir mengenai gencatan senjata," kata Rouhani, dalam pidato yang disiarkan televisi setempat, pada Kamis.

"Mari bersiap membawa Yaman ke meja perundingan untuk membuat keputusan mengenai masa depan mereka. Mari mengakui bahwa masa depan Yaman akan ada di tangan rakyat Yaman, bukan orang lain," seru Rouhani.



Link: http://adf.ly/1FEpAN

Blog Archive