Monday, April 27, 2015

Kemajuan Tanah Papua Ada Ditangan Rakyat dan Pemerintah



Masih ingat dalam benak kita terhadap upaya tokoh Papua Merdeka, Benny Wenda di London dalam mempengaruhi publik untuk meminta masyarakat Papua untuk memboikot pemilu 2014. Selain itu, Benny Wenda berupaya mengajak elemen masyarakat Papua yang tergabung dalam United Liberation Movement for West papua (ULMWP) dan terus gencar mempropagandakan keinginannya untuk memerdekakan Papua. Parahnya lagi, Benny berusaha untuk dapat menginternasionalkan masalah Papua dengan cara-cara yang justru kontraproduktif bagi kepentingan rakyat Papua itu sendiri yang sedang giat membangun daerahnya.

Namun, dalam pelaksanaannya ternyata jumlah partisipasi politik masyarakat dalam Pemilu 2014 di Papua masih sangat tinggi. Melihat tingginya angka partisipasi politik masyarakat papua dalam pemilu 2014 dapat digambarkan, masyarakat Papua dan Papua Barat masih menginginkan untuk berada atau menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini pun dapat diartikan, Gerakan Separatisme pada dasarnya tidak sejalan dengan keinginan masyarakat Papua dan Papua Barat yang sebenarnya. Masyarakat di Papua pada dasarnya masih ingin tetap bagian dari NKRI, tetapi karena ada intimidasi dari oknum-oknum dalam gerakan separatis menyebabkan masyarakat menjadi cemas dan takut dengan keselamatanya masing-masing.

Rakyat Indonesia di Papua tentu masih ingat dengan kunjungan Presiden Jokowi saat masa kampanye dahulu. Presiden Jokowi telah berjanji akan mengutamakan kesejahteraan masyarakat di Papua. Berdasarkan agenda kerja yang telah direncanakan bahwa dalam waktu dekat Presiden Jokowi akan kembali berkunjung ke Papua. Kehadiran Presiden Jokowi kali ini tentu menjadi momentum yang sangat baik yakni menagih janji Presiden ke 7 RI tersebut dan sekaligus menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam membangun Papua. Namun demikian, kiranya perhatian tersebut tidak hanya berpaku pada Pemerintahan Jokowi-JK semata. Masyarakat Papua juga memiliki andil yang cukup besar dalam merancang, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembangunan yang dilakukan pemerintah. Rakyat Indonesia di Papua tidak dapat serta merta mengandalkan pemerintah untuk merubah nasibnya sendiri. Para tokoh yang ada harus mengambil peran secara maksimal untuk mensejahterakan masyarakatnya. Karena bagaimanapun juga yang memahami dan mengerti kebutuhan daerahnya tentu adalah putra daerah itu sendiri.

Untuk itu, tindakan yang dapat dilakukan oleh para penggerak perubahan Papua saat ini adalah dengan membentuk organisasi-organisasi kemasyarakatan yang mampu membantu percepatan pembangunan di Papua, organisasi yang menjadi mitra pemerintah. Rakyat Indonesia di Papua harus percaya sepenuhnya terhadap pemerintahan Jokowi, pemerintahan saat ini akan berhasil mensejahterakan masyarakatnya. Sebagai upaya memudahkan pemerintahan Jokowi-JK dalam mempercepat pembangunan di Papua. Masyarakat di Papua hendaknya tidak mudah terprovokasi oleh upaya oknum tidak bertanggung jawab yang menghendaki kehancuran Indonesia di tanah Papua. Masyarakat Indonesia di tanah Papua harus mampu memanfaatkan momentum keseriusan Pemerintahan Jokowi dalam program percepatan kesejahteraan rakyat sebagai tonggak perubahan. Perubahan kearah kemajuan pembangunan yang sesuai kultur dan indentitas papua.




I PAPUA

SUMUR   (politik.kompasiana.com)

Link: http://adf.ly/1FsVgM

Blog Archive