Saturday, April 11, 2015

Kemendag: Tidak Ada Pengecualian, Minimarket di Bali Dilarang Jual Bir


Jakarta -Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol (minol) berlaku 16 April 2015. Penjualan minol golongan A yakni yang memiliki kadar alkohol di bawah 5% termasuk bir dilarang diperjualbelikan di seluruh minimarket termasuk daerah wisata seperti Bali.

Hal ini sekaligus respon pemerintah atas pernyataan pengusaha yang meminta minimarket di daerah wisata diperbolehkan menjual minol.

"Untuk daerah wisata misalnya Bali? tidak ada pengecualian. Jadi kalau di minimarket tidak ada pengecualian," ungkap Dirjen Standardisasi Perlindungan Konsumen (SPK) Kemendag Widodo kepada detikFinance, Sabtu (11/4/2015).

Widodo menegaskan, banyak dampak negatif bila bir dijual di minimarket. Alasannya karena letak minimarket bersinggungan dengan pemukiman masyarakat.

"Kepada generasinya muda itu. Karena minimarket sudah masuk ke daerah pemukiman itu yang kita upayakan supaya tidak bisa disalahgunakan," imbuhnya.

Bagi para konsumen yang ingin membeli dan mengkonsumsi bir, pemerintah masih memperbolehkan meski dibatasi hanya di beberapa tempat tertentu seperti hipermarket, restoran hingga hotel.

"Jadi tetap yang diperbolehkan hanya supermarket, hipermarket, restoran, hotel, bar. Seperti Senggigi itu tempatnya masuk kota dan banyak hotel-hotel dan bisa dan keuntungan negara lebih karena ada pajak sementara kalau di hipermarket itu tidak ada (tidak ada pajak)," tuturnya.

Ia juga memastikan, tidak ada pengaruh signifikan dari dikeluarkannya aturan ini. Pemilik minimarket tetap dapat berjualan produk lain yang sama sekali tidak diatur larangan penjualan.

"Pengaruhnya besar nggak? nggak juga, kan masih ada yang diperdagangkan," cetus Widodo.

http://finance.detik.com/read/2015/0...l-bir?f9911013

Kalau mentri goblok nggak tahu kebudayaan masing-masing daerah ya kayak begini.

Minimarket khususnya yang bernama Circle-K dah sangat menjangkau wilayah terpencil di Bali. Minimarket tersebut selalu dipenuhi turis2 yang nongkrong dan tentu saja menu utamanya adalah beer.

Kalau dah dilarang gini sama aja merepotkan para turis2 terutama turis backpacker mancanegara yang ingin mencari menu minuman kesukaan mereka yang tentu saja adalah beer karena yang mampu menjangkau wilayah terpencil dan cocok buat nongkrong bagi para turis adalah minimarket.

Oke lah kalau kebijakannya cuma bagi Jawa & Sumatra yang Muslimnya kuat, tapi bagi wilayah yang Muslimnya minor dan menjadi tujuan wisata internasional sungguh merupakan kebijakan GOBLOK!!!

Link: http://adf.ly/1ESN66

Blog Archive