Wednesday, April 15, 2015

Kisruh Golkar: Gelar konsolidasi di Medan, kubu Agung diteriaki 'tak sah'


Kisruh Golkar: Gelar konsolidasi di Medan, kubu Agung diteriaki tak sah

Rapat konsolidasi Partai Golkar Sumatera Utara yang dihadiri Agung Laksono di salah satu hotel berbintang di Medan berlangsung ricuh. Potensi kericuhan dimulai ketika beberapa peserta rapat menyebut Ketua Panitia Rapat Konsolidasi, sekaligus Plt Sekretaris Partai Golkar Sumut Yasir Ridho Lubis sebagai pengkhianat.

Kericuhan meninggi ketika Leo Nababan sekaligus Plt Ketua Partai Golkar Sumut memberikan sambutan. Sejumlah peserta beratribut Partai Golkar berteriak dan mengatakan kepengurusan Agung Laksono tidak sah.

Leo Nababan yang berada di podium emosi mendengar teriakan tersebut. Dia bahkan meminta seluruh kader dapat menghormati rapat konsolidasi yang tengah berlangsung.

"Silakan anda keluar kalau ini dianggap tidak sah," tegas dia, Sabtu (11/4), seperti dilansir dari Antara.

Permintaan itu tidak digubris, mereka kembali berteriak dan menyebut dualisme kepengurusan sedang menjalani proses hukum di PTUN. Leo langsung menanggapinya, dia mengklaim kepengurusan Golkar yang sah sesuai dengan keputusan Menkum HAM Yasonna Laoly.

"Silakan ke PTUN, tetapi kami menghormati keputusan Menkum HAM RI," katanya.

Pernyataan Leo dianggap kurang memuaskan sehingga puluhan kader yang memprotes kepengurusan Agung Laksono itu maju hingga mendekati podium. Upaya itu dihalangi sejumlah personel polisi berbaju preman dan mencegah mereka mendekati kursi Agung Laksono.

Agung Laksono yang duduk bersama senior Partai Golkar Sumut Dharma Indra Siregar terlihat hanya tersenyum melihat suasana tersebut. Usai memberikan kata sambutan, Agung Laksono keluar dari lokasi pertemuan melalui jalur evakuasi dengan pengawalan ketat dari puluhan personel kepolisian.

Link: http://adf.ly/1EyObO

Blog Archive