Friday, April 10, 2015

Kurang Penghulu Adat, Penghayat Kepercayaan di Cilacap Kesulitan Menikah


Kurang Penghulu Adat, Penghayat Kepercayaan di Cilacap Kesulitan Menikah
Minggu, 05 April 2015 , 13:09:00 WIB
Laporan: Muhamad Ridlo Susanto


FOTO:ANTARA


RMOL. Dengan jumlah penganut mencapai 99 ribu orang, mestinya pemerintah menambah penghulu adat khusus penghayat kepercayaan dan penganut agama loka di Cilacap, JawaTengah. Sebab, saat ini penghulu adat di Cilacap tersisa hanya satu orang.

Demikian diungkapkan oleh Ketua Badan Koordinasi Organisasi Kepercayaan (BKOK) Cilacap, Basuki Raharja, Minggu (5/3).

"Penghulu adat sekarang yang masih punya SK hingga 2015 tinggal Mbah Wangsa. Lainnya sudah pensiun atau sudah meninggal," jelasnya.

Kekurangan penghulu adat ini berimbas pada sulitnya para penghayat untuk menikah. Sebab, penghulu adat hanya ada di Cilacap timur. Sedangkan penghayat kepercayaan tersebar di seluruh Cilacap.

"Dari ujung barat Kabupaten dengan timur jaraknya lebih dari 100 meter. Mbah Wangsa rumahnya juga di Cilacap timur sehingga kadang (saudara-red) penghayat yang di daerah barat kesulitan menghubungi," ujarnya.

Basuki menambahkan idealnya jumlah penghulu adat di Cilacap minimal tiga orang. Yakni untuk wilayah timur, tengah dan barat.

"Dulu juga seperti itu. Tapi sekarang tinggal satu orang," tukasnya.

Kasus yang sering terjadi, kata Basuki, penghayat kepercayaan terpaksa menikah dengan cara mengaku agama lain agar pernikahannya sah di mata hukum. Menurut Basuki, hal ini bertentangan dengan prinsip kebebasan beragama dan kesetaraan di muka hukum.[wid]

http://nusantara.rmol.co/read/2015/0...litan-Menikah-

Miris sekali, harusnya penghulu untuk satu kota bukan satu kecamatan

Link: http://adf.ly/1EFjQv

Blog Archive