Friday, April 10, 2015

Kurangi Impor, Sritex Group Bangun Pabrik Serat Rayon USD 250 Juta


Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah meminta industri dalam negeri untuk membangun pabrik bahan baku. Hal ini dilakukan guna mengurangi impor bahan baku yang biayanya terus melonjak akibat merosotnya nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

Salah satu perusahaan yang saat ini sedang membangun untuk memproduksi bahan baku di dalam negeri adalah Sritex Group. Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) Iwan Setiawan Lukminto mengatakan, Sritex Group merogoh kocek sebagai investasi pembangunan pabrik sebanyak USD250 juta untuk membangun pabrik serat rayon atau rayon fiber sebagai bahan baku industri tekstil dan produk tekstil.

"Pembangunan pabrik tersebut saat ini prosesnya sudah dalam pembangunan. Direncanakan, tahun depan sudah bisa beroperasional," ungkap Iwan, saat ditemui di kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2015).

Ia menjelaskan, dengan luas pabrik sekitar 100 hektare (ha), pabrik baru ini mampu memproduksi rayon fiber sebesar 80 ribu ton per tahun. "Pembangunan pabriknya 1,5 tahun. Jadi pembangunannya saat ini sedang berlangsung," papar dia.

Selama ini, sebut dia, impor serat rayon untuk kebutuhan bahan baku tekstil sebesar 50 persen. Maka itu, dengan pembangunan pabrik yang berlokasi di Solo ini diharapkan dapt mengurangi impor sebanyak 30 persen.

"Makanya tantangan kita adalah mengurangi impor, bagaimana memproduksi di dalam negeri dengan pembangunan rayon untuk mengurangi porsi impor. Pabrik baru ini bisa mengurangi 30 persen impor," ungkap Iwan.

Meskipun demikian, pihaknya kini masih tetap mengimpor bahan baku industri tekstil seperti cotton. Menurut dia, Indonesia masih sulit untuk memproduksi cotton sehingga harus mengimpor dari Amerika, Australia, dan Brasil untuk mendukung produksi tekstil.

"Impor tetap ada, kita jaga impor juga. Ini karena Indonesia tidak bisa membuat cotton. Tapi kita ekspor oriented sebagai nilai tambah," pungkas Iwan.
AHL

http://ekonomi.metrotvnews.com/read/...on-usd250-juta

mantap gan

Link: http://adf.ly/1EIiZS

Blog Archive