Sunday, April 12, 2015

[Lengserkan] Nilai ekspor Jatim 2006-2009 menurun


SURABAYA: Nilai ekspor industri pengolahan kayu di Jawa Timur memiliki kecenderungan menurun menyusul nilai ekspornya pada 2006 sempat mencapai US$1,18 miliar turun drastis pada 2009 mencapai US$967,21 juta padahal sektor industri ini merupakan padat karya dengan menyerap57.543 orang tenaga kerja untuk 5.076 unit usaha.Meski demikian, nilainya ekspor pada 2010 dan periode Januari-November2011 cenderung mulai bangkit kembali dengan adanya peningkatan namun belum bisa melampaui nilai ekspor 2006."Nilai ekspor industri pengolahan kayu dan furniture Jatim sempat booming pada 2006 dengan capaian US$1,18 miliar, belakangan nilai itu melorot hingga US$967,21 juta pada 2009.



Nilai ekspor itu dalam 2010-2011 tampak bangkit dengan capaian US$1,15 miliar danUS$1,10 miliar ," kata Saiful Jasan, Kepala Bidang Agrobis Industri dan Kimia, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim kepada pers, hari ini, (Senin, 18/6).Upaya memacu, kata dia, agar nilai ekspor industri pengolahan kayu di Jatim meningkat dilakukan dengan membuat jejaring usaha termasuk dengan pihak perbankan serta pasar baik nasional maupun internasional."Penggelaran pameran baik di Jatim maupun di beberapa wilayah di Indonesia khususnya yang kini telah ada kantor perwakilan dagang Jatim terus digencarkan. Saat ini baru ada kantor perwakilan dagang Jatim di 14 provinsi, targetnya akan menjadi 24 kantor. Faktanya, pasca menurun kini dalam dua tahun 2010-2011 mengalami peningkatan," ujarnya.Secara khusus Saiful mengapresiasi sejumlah pihak yang menggelar pameran mebel dan produk kayu untuk kebutuhan ekspor."Even Pameran mebel produk ekspor yang kini memasuki tahun ke-7 dengan lebel Java Furniture Fair 2012 akan digelar mulai 20-24 Juni 2012 di JX Internasional Surabaya. Pameran ini diharapkan dapat mendorong menggairahkan kembali industri pengolahan kayu di Jatim khususnya dalam membuka pasar," tegasnya.Saiful menegaskan saat ini industri pengolahan kayu maupun furniture di Jatim ditaksir mencapai 5.076 unit usaha dengan serapan tenaga kerja sebanyak 57.543 orang."Sektor industri itu memiliki nilai produksi Rp3 triliun dengan serapan investasi Rp3,56 triliun. Dalam sektor industri pengolahan kayu itu juga ditopang industri rotan yang mencapai 135 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja 3.725 orang dengan nilai produksi Rp67,08 miliar melalui investasi Rp49,06 miliar," ungkapnya.Saat ini, lanjut dia, sentra industri rotan di Jatim berada di wilayah Gresik, Mojokerto, Sidoarjo, Pasuruan dan Kota Malang.(api)

http://m.bisnis.com/industri/read/20120618/99/82019/industri-pengolahan-kayu-nilai-ekspor-jatim-2006-2009-menurun

20 mei lengserkan Jokowi!!!

Link: http://adf.ly/1EVANz

Blog Archive