Monday, April 27, 2015

[Luput dari Panasbung] Sosok Megawati di Mata Istri Wagub Djarot


Sosok Megawati di Mata Istri Wagub Djarot

Sosok Megawati di Mata Istri Wagub Djarot

Jakarta - Megawati dikenal sebagai satu-satunya presiden Indonesia dan ketua partai terlama. Ia disebut sebagai sosok kartini masa kini yang berhasil di bidang politik dan juga keluarga.

Hal ini disampaikan istri Wakil Gubernur DKI Djarot Saifulah, Happy Farida Djarot. Ia menilai sosok Megawati mencerminkan sosok kartini yang berhasil sebagai ketua partai, presiden dan menjaga keharmonisan keluarga.

"‎Saya secara pribadi mempunyai kedekatan khusus karena sebelum dampingi sebagai Wagub di DKI, suami dipercaya sebagai Walikota Blitar. Dia (Megawati) selalu ke Blitar untuk berziarah ke makam Bung Karno. Beliau sering bercerita dan berbagi pengalaman tentang kiprah beliau yang ketua umum yang sibuk, presiden dan masih menomor satukan keluarga," kata Happy dalam acara Woman Inspiring 2015 di gedung BI Heritage, Jl Prapatan, Jakpus, Minggu (26/4/2015).

"Ini patut menginspirasi perempuan Indonesia," lanjutnya.

Ia mengatakan perempuan masa kini haruslah berkarya dan tidak hanya bertumpu pada suami. Namun, ia menekankan bahwa perempuan memiliki kodrat sebagai ibu untuk anak-anak, istri untuk suami dan mengurus keluarga.

"Kita sudah bisa berkiprah di dunia laki-laki tapi kita juga harus memahami harkat sebagai perempuan," sambungnya.

Soal sosok kartini yang disematkan pada Megawati juga pernah dikatakan oleh Ahok dan Djarot. Menurut Ahok, sosok Megawati yang berhasil menjadi satu-satunya presiden perempuan membuatnya hebat

"Salah satu (sosok Kartini) ya Ibu Megawati dong," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2015).

Ahok memuji Megawati karena bisa menjadi Presiden RI ke-5. Menurutnya, tidak semua negara bisa menerima perempuan sebagai pemimpin. Bahkan untuk negara yang dikenal dengan demokrasinya, Amerika Serikat.

"Sampai sekarang AS pun belum terima lho. Saya kira keberatan orang sama Bu Megawati dulu karena dia perempuan. Nah, itu yang harus kita ingatkan bangsa ini, bahwa nggak boleh. Kartini saja bisa memperjuangkan ke Belanda, pikirannya harus sama," ujar Ahok.

‎"Eyangnya demokrasi, AS, saja nggak bisa terima presiden perempuan. Kita masih lumayan Megawati naik. Kita punya banyak bupati dan walikota yang pintar-pintar, cantik-cantik, banyak," pungkas Ahok kala itu.

http://news.detik.com/read/2015/04/2...i-wagub-djarot

Bu Djarot, ane lebih adem dan ridho kalau ibu yang jadi kartini daripada simbok banteng

Link: http://adf.ly/1FruSL

Blog Archive