Wednesday, April 8, 2015

Mantan Komisi E DPRD: Apa karena Saya Ketua Fraksi dan Tak Mendukung HMP?



Mantan Komisi E DPRD: Apa karena Saya Ketua Fraksi dan Tak Mendukung HMP?


JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan anggota Komisi E Lucky Sastrawiria menyayangkan tuduhan yang menimpanya soal dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi pengadaan alat uninterruptible power supply (UPS). Lucky yang kini menjadi Ketua Fraksi Demokrat-PAN itu merasa curiga kemunculan namanya karena dia tidak mendukung hak menyatakan pendapat (HMP) terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

"Saya enggak pernah mengerjakan pokir-pokir. Aneh. Apa karena saya ketua fraksi dan tidak mendukung HMP?" ujar Lucky ketika dihubungi, Rabu (8/4/2015).

Fraksi Demokrat-PAN memang menjadi salah satu fraksi yang tidak mendukung HMP terhadap Ahok (sapaan Basuki). Meski tidak ada hubungan antara HMP dan kasus UPS, Lucky tetap merasa curiga.

Lucky mengatakan, dia hanya bekerja separuh periode ketika menjadi anggota Komisi E. Sebelumnya, dia berada di Komisi A dan baru pindah bertugas di Komisi E pada pertengahan periode. Terlebih lagi, pada periode sebelumnya Lucky tidak termasuk anggota Badan Anggaran. Dengan demikian, kata Lucky, dia tidak pernah berhubungan dengan UPS maupun pokir-pokir.

Dari semua nama yang dituding terlibat kasus UPS oleh ormas ini, kata Lucky, semuanya adalah anggota Banggar, kecuali dia.

"Kalau yang lain benar Banggar, kecuali saya. Yang membedah anggaran di tiap komisi itu kan Banggar," ujar Lucky.

Sebelumnya, belasan warga yang menamakan dirinya Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD, Rabu (8/4/2015).

Para pengunjuk rasa menuntut agar pimpinan DPRD mendukung pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan alat pemasok daya tanpa gangguan atau UPS tahun 2014.

Para pengunjuk rasa membawa spanduk bergambar orang-orang yang mereka tuding sebagai tersangka kasus korupsi UPS.

Orang-orang tersebut adalah Ketua DPRD DKI periode 2009-2014 Ferrial Sofyan, serta para anggota Komisi E pada periode tersebut, yakni Firmansyah, Igo Ilham, Sahrianta Tarigan, Fahmi Zulfikar, Misan Samsuri, Lucky Sastrawiria, Sandy SAP, dan Neneng Hasanah.

Sumur  (megapolitan.kompas.com)




lho kok pada saling curiga, sesama anggota dhewan harus saling melengkapi donk

Link: http://adf.ly/1E2Z0n

Blog Archive