Wednesday, April 8, 2015

Mario : Cuma Bermodal Nekat Dan Ingin Kerja !


Luar Biasa aksi nekad Mario Stefen Ambarita yang masuk ke roda belakang pesawat Garuda Indonesia tujuan Jakarta,pasalnya selamat sampai tujuan meskipun ada pendarahan di kupingnya.

Senior Manager Garuda Indonesia, Ichsan Rosan mengatakan, pesawat bernomor penerbangan GA-177 dari Pakanbaru tujuan Jakarta itu padahal bisa mencapai kecepatan hingga 500 mil per jam dengan ketinggian 34 ribu kaki.

Dalam kondisi itu, seseorang bisa saja tak kuat menahan tekanan udara dan suhu dingin. "Itu luar biasa," kata Ichsan kepada Centroone, Selasa (7/4) malam.

Menurutnya, Ichsan tentu sudah mempelajari kondisi di Bandara SSK II Pekanbaru sehingga bisa menyusup ke landas pacu dan masuk ke ruang roda belakang pesawat.

Namun, kata Ichsan, bisa jadi Mario tidak tahu kondisi sebenarnya saat pesawat sudah mengudara. "Sepertinya dia tidak mempelajari bagaimana kondisi penerbangan saat tidak di ruang penumpang.

Jadi pas mengendap-endap dia masih baik-baik saja, tapi dia pas turun sudah tidak seperti saat naik," ujar Ichsan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mario menyusup dalam penerbangan GA-177 yang take off dari Bandara SSK II Pekanbaru pukul 15.15.

Saat tiba di Bandara Soetta setelah ikut dalam penerbangan sekitar 1 jam 40 menit, Mario langsung limbun dan diamankan pihak otoritas Bandara Soetta.

Saat diamankan otoritas Bandara Soetta, Mario mengalami pendarahan dari telinganya Ia kini dirawat di klinik Bandara Soetta dan dalam pengawasan otoritas bandara.

Federasi Pilot Indonesia meminta semua unsur di bandara untuk memahami kultur keselamatan penerbangan. Hal itu diperlukan supaya kasus Mario Steven Ambarita (21) yang menyusup ke Pesawat Garuda lewat roda tidak terulang lagi.

"Artinya ini harus diperketat, coba kamu bandingkan lebih ketat bandara di sini atau di Singapura?" ujar anggota Federasi Pilot Indonesia, Capt M Taufik, saat dihubungi, Rabu (8/4/2015).

Dalam kasus ini, Taufik melihat pilot pesawat Garuda yang disusupi oleh Mario tidak salah. Untuk itu, Taufik meminta harus diteliti lagi bagaimana cara Mario bisa masuk area yang seharusnya bersih dari orang-orang umum.

"Tapi kita jangan salah-salahan, intinya semua harus lihat bersama kita harus pahami betul kultur keselamatan penerbangan," ujarnya.

Terlebih, lanjut Taufik pengamanan di bandara di daerah-daerah Indonesia masih belum begitu maksimal.

"Aviation cultur itu harus dibangun, masyarakat juga harus melihat ini keselamatan penerbangan menyangkut nyawa banyak orang," ucapnya.



CENTROONE  
DETIK   (news.detik.com)
KOMPAS   (megapolitan.kompas.com)


Duuh.. semoga saja kasus ini tidak terulang kembali..
Sangat membahayakan nyawa orang banyak


Link: http://adf.ly/1E1PlA

Blog Archive