Friday, April 10, 2015

Megawati dan KIH Ingatkan Jokowi Jangan Menikam dari Belakang?


Megawati Mengaku Sering Ditikam Rekan Politiknya
Apr 9, 2015 12:35 pm 13

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengaku beberapa kali "ditusuk" dari belakang oleh rekan-rekan politiknya. Oleh karenanya, dia meminta seluruh kader PDIP tidak melakukan cara-cara politik kotor seperti itu.

"Politik bukan praktik menang-menangan untuk kekuasaan, itu yang membuat saya bertahan, padahal banyak pengkhianatan. Saya berulang kali ditusuk dari belakang, alhamdulillah saya tetap diberi kesabaran dan kekuatan oleh Tuhan," ujar Megawati dalam pidatonya di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Bali, Kamis (9/4/2015).

Mega menekankan kepada seluruh kader PDIP untuk berpolitik secara santun dan tetap mementingkan idealisme dalam berpolitik.

"Jadi saya ingatkan, kalau ada yang belum bisa sabar revolusioner, belajar dulu bersabar, daripada merusak apa yang sudah kita bangun dengan keringat dan air mata, dan lebih baik dipikir ulang," katanya.

Megawati juga mewajibkan para kadernya untuk menjunjung tinggi revolusi mental, sebagimana jargon Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Pentingnya sebagai insan politik partai untuk memiliki kesabaran revolusioner, berpegang teguh pada prinsip, politik sebagai pengabdian,kesabaran revolusioner bukan menunggu, tapi terus berjuang maju," tuntasnya.
http://www.trendingcenter.com/megawa...an-politiknya/


Megawati Minta Jokowi Tak Telikung Partai Pengusung
Kamis, 09 April 2015 , 12:54:00

DENPASAR - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta Presiden Joko Widodo tidak nyelonong dalam mengambil kebijakan tanpa berkonsultasi dengan partai politik pengusung dan pendukung di pemilu presiden 2014 lalu. Menurut Megawati, sudah semestinya presiden dan wakil presiden menjalankan kebijakan yang menyatu dengan kebijakan partai politik pendukung.

Berbicara pada pembukaan Kongres IV PDIP di Grand Inna Sanur Hotel, Denpasar, Megawati menyatakan, saat ini ada hal yang harus dituntaskan tentang relasi antara pemerintah dan partai politik pengusungnya. Menurutnya, hal itu pending karena hubungan keduanya semestnya mencerminkan kehendak dan prinsip dalam demokrasi itu sendiri.

Megawati mengatakan, ada landasan konstitusional tentang relasi antara pemerintah dengan partai politik pendukung, yakni UU No 42 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Dalam UU Pilpres ditegaskan bahwa pasangan presiden dan wakil presiden dicalonkan oleh partai politik atau gabungan partai politik.

"Itulah mekanisme konstitusional yang kita kenal. Hukum demokrasilah yang mengatur itu, bahwa presiden dan wakil presiden memang sudah sewajarnya menjalankan garis kebijakan politik partai. Untuk itulah, mengapa kebijakan partai menyatu dengan kehendak rakyat, dan mengapa partai harus mengorganisir rakyat sehingga suara-suara yang tersembunyi sekalipun dapat disuarakan partai," kata Megawati di acara yang juga dihadiri Jokowi dan Jusuf Kalla itu.

Megawati menegaskan, dirinya merasa perlu menjelaskan prinsip demokrasi itu. Sebab, prinsip itu sangat relevan, mengingat ada pihak yang mengatasnamakan kelompok independen dan selalu menyebut partai sebagai beban demokrasi.

"Saya tidak menutup mata terhadap berbagai kelemahan partai politik. Di sinilah kritik dan otokritik kami jalankan. Namun, mengatakan bahwa partai hanya sebagai ornamen demokrasi dan hanya sekadar alat tunggangan kekuasaan politik, sama saja mengerdilkan makna dan arti kolektivitas partai yang berasal dari rakyat," tutur Presiden RI kelima itu.
http://www.jpnn.com/read/2015/04/09/...rtai-Pengusung


Tommy Soeharto Puji Megawati
09 APR 2015

Rimanews - Putra bungsu mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandalaputra alias Tommy Soeharto, mengucapkan selamat kepada Megawati Soekarnoputri yang kembali dikukuhkan sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) periode 2015-2020.

Mega kembali dikukuhkan sebagai orang nomor satu di Partai Banteng pada Kongres ke-IV di Bali yang dibuka hari ini.

"Selamat atas terpilihnya Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP," kicau Tommy di jejaring sosial Twitter, Kamis (9/04/2015).

Meski sempat menyebut wangi cendana tidak akan luntur dengan bau busuknya kotoran Banteng, Tommy tetap memuji Megawati sebagai sosok panutan di PDIP. "Harus di akui sosok Megawati adalah Pemersatu Kuat PDIP," kata dia.

Sebab, kata Tommy, syarat mutlak yang harus dimiliki seorang pemimpin partai adalah memiliki pendirian kuat untuk menyatukan kader. "Dan itu ada di PDIP, GERINDRA, dan PKS," tegas Tommy.

Mega kembali dicalonkan kadernya, menurut Tommy, bukan lantaran PDIP tidak demokratis. Namun, pertanda seluruh kader Banteng menganggap belum memiliki kemampuan seperti putri mantan Presiden Soekarno itu.

"Itu tandanya calon lain sadar akan kemampuan mereka untuk mengelola partai besar," ujarnya.
http://nasional.rimanews.com/politik...-Puji-Megawati


Kegelisahan Megawati, Kegelisahan Surya Juga
Kamis, 09 April 2015 , 17:24:00

SANUR - Kekhawatiran Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri terhadap deparpolisasi oleh pihak-pihak yang selalu menjelek-jelekkan parpol, juga dirasakan oleh Ketua Umum NasDem, Surya Paloh.

Menurut Surya, negara demokrasi tanpa kehadiran partai politik akan membuat pilar demokrasi itu lemah. "Yang perlu digarisbawahi dari omongan Bu Mega adalah deparpolisasi. Susah kalau bicara demokrasi kemudian tidak dijabarkan secara totalitas. Ambil separuh-separuh saja, yang pas untuk kepentingannya dibilang demokrasi, yang tidak pas ditolak. Jadi macam mana negeri ini kalau seperti itu yang terjadi," kata Surya di sela pembukaan Kongres IV PDI Perjuangan di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Kamis (9/4) siang.

Surya juga menyesalkan masih banyaknya ragam kejadian yang justru tidak memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. "Kalau dia suka, dia ada kepentingan, baru dibilang demokrasi. Kalau nggak ada kepentingan, ya nggak. Kapan maju?" tandas Surya.

Mantan dedengkot Golkar itu menegaskan, sistem demokrasi di Indonesia masih membutuhkan kehadiran partai politik sebagai pilar utama penyangga. "Maka rontoknya partai-partai ini berarti kekuatan pilar demokrasi juga lemah. Ya kenapa memilih sistem ini? Kenapa tidak memilih sistem kerajaan aja?" tukas Surya. (adk/ara/jpnn)
http://www.jpnn.com/read/2015/04/09/...han-Surya-Juga


Megawati Sudah Tak Suka dengan Koalisi...
Kamis, 09 April 2015 , 21:12:00

SANUR - Ketua Umum PDI Perjuangan 2015-2020, Megawati Soekarnoputri memberi gambaran bakal lebih terbukanya komunikasi antara Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP).

Hal tersebut diungkap Mega dalam konferensi pers di ruang VVIP Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, usai dia dikukuhkan kembali menjadi ketua umum dalam Kongres IV PDI Perjuangan, Kamis (9/4) malam.

"Tentu saja mereka (KMP) akan datang kepada kami. Dan kami (KIH) akan lebih membuka diri dengan syarat misi dan visinya sama," tandasnya.

Mega juga mengungkap, pada dasarnya dia sudah kurang setuju dengan adanya koalisi-koalisi. "Itu (koalisi) kan adanya jelang Pilpres. Setelah itu ya sudah," ungkapnya.

Sebelumya, usai pembukaan Kongres IV PDI Perjuangan, Ketua NasDem Surya Paloh juga sempat mengungkap tidak akan menolak jika 'sekat' antara KIH dan KMP mulai diruntuhkan, diawali dengan digelarnya pertemuan yang lebih intensif antara dua koalisi.

"Saya tidak menolak. Kami serahkan kepada siapa saja yang mengambil inisiatif. Namun saya belum memposisikan diri sebagai pencetus inisiatif tersebut," tandas Surya.
http://www.jpnn.com/read/2015/04/09/...gan-Koalisi...

----------------------------------

Pada mulai nyadar kalo parpol mereka ternyata hanya "dikadali" dan hanya di adu domba oleh Jokowi cs?

:

Link: http://adf.ly/1EFZBt

Blog Archive