Sunday, April 26, 2015

Mengetahui sejarah bangsa dari Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc


ini tret berat sangat gan, kalo gak suka baca yang berat-berat mending out aja, close tretnya, daripada meledak ntar

berikut cuplikannya:

Yusril Ihza Mahendra
"Kalau Disuruh Jadi Menteri Lagi, Saya Frustasi"


INDONESIA2014 - Ketika Komisi Pemilihan Umum akhirnya mengakui hak Partai Bulan Bintang ikut dalam Pemilu 2014, itu tidak nampak sebagai hal yang terlalu mengejutkan. Maklumlah, yang menuntut KPU ke pengadilan agar membatalkan penolakan keikutsertaan partai Islam itu adalah sang pendiri partai, Yursil Ihza Mahendra. Dan sejarah Indonesia sejak reformasi sudah menunjukkan bahwa Yusril bukan petarung yang mudah dikalahkan.

Yusril memang ahli hukum, ilmuwan sekaligus praktisi politik yang handal. Ia berada dalam pemerintahan empat presiden: Soeharto, Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati, dan SBY. Ia adalah orang yang berperan dalam proses menjadikan turunnya Soeharto pada 1998 berlangsung dalam cara damai. Di sisi lain, ia juga menjadi aktor kunci yang menyebabkan Gus Dur harus mundur sebelum masa jabatannya berakhir.

Kini ia kembali sudah menyatakan niat maju dalam laga pencalonan presiden 2014. Yang sering orang lupakan, Yusril sebenarnya juga sempat maju dalam gelanggang pemilihan presiden pada 1999. Hanya saja, ketika itu, ia mundur di saat-saat terakhir terutama untuk mencegah terbelahnya suara kubu Islam.

Kalau ia benar-benar maju, semangat perjuangan menegakkan nilai-nilai islam hampir pasti tetap melekat dalam dirinya. Yang menarik, kali ini ia sudah melemparkan gagasan bahwa salah seorang tokoh politik yang akan ideal bila menjadi pasangannya dalam pemilihan adalah Puan Maharani, putri Megawati dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Media bahkan mengabarkan Puan dan ayahnya – Taufik Kiemas – sudah menanggapi positif gagasan itu.

Di sisi lain, saat ini, pasti juga ada banyak pihak yang sudah menyiapkan mesiu untuk menyerang Yusril. Akibat pendiriannya yang keras, Yusril tentu punya banyak musuh. Namanya pun sering dikaitkan dengan sejumlah isu negatif, misalnya bahwa ia berperan dalam menyelamatkan uang Tommy Soeharto di Bank Paribas Inggris atau terlibat dalam dugaan korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum).

Ahmad Rifki, Warsa Tarsono dan Joaquim Rohi dari Indonesia 2014 berkesempatan mewawancarainya. Dengan gayanya yang khas – tajam, sinis dan terbuka – Yusril bicara tentang KPU, pinangannya pada Puan, hubungannya dengan SBY dan Gus Dur, uang Tommy, Sisminbakum, negara Islam dan perda syariah, serta juga kekuatan asing,


Link: http://adf.ly/1FoPVE

Blog Archive