Sunday, April 12, 2015

Menteri Agama RI: Seluruh Pesantren di Indonesia Cinta Konstitusi


SALATIGA (Voa-Islam.com)- Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin menilai tempat didik umat Islam, atau yang lebih dikenal dengan sebutan pesantren telah lama dikenal sebagai tempat untuk menuntut ilmu. Bahkan ia mengatakan, apa yang dilakukan ulama pada waktu itu sungguh mulia dan bijaksana di dalam mendidik santri-santrinya. Jadi tidak mungkin jika pesantren disebut anti konstitusi NKRI.

"Apa yang dilakukan para ulama kita, yang mengajar dan mendidik dengan dasar cinta dan keikhlasan, senantiasa mendatangkan keberkahan. Sehingga tidak ada pesantren yang anti NKRI," katanya sebagaimana yang dikutip dari laman atau situs resmi kemenag.go.id Selasa (07/04/2015).

Dan menurutnya memang demikian adanya tugas santri di dalam menuntut ilmu. Belajar dan mempelajari setiap ilmu yang diberikan ulama. Untuk itu, ia menghimbau agar setiap santri di pesantren senantiasa fokus, dan khusyuk. Karena tidak semua orang berkesempatan sama untuk hal itu (baca: mondok).

"Bersyukurlah, karena antum semua mendapat kekhusyukan dari Allah Swt. Tidak semua anak mempunyai kesempatan untuk mondok," himbaunya.
Ia menyampaikan hal tersebut agar para santri tidak seperti dirinya pada waktu mondok di pesantren. Katanya pada saat itu, waktu yang digunakan tidak dipergunakan dengan baik. Sehingga ada ilmu dan pengetahuan yang ia yakini belum sempat ia pelajari di pesantren.
"Saya menyesal karena pas mondok kurang serius belajar, sehingga banyak ilmu dan pengetahuan yang belum dapat saya pelajari. Maka manfaatkanlah waktu sebaik-baik mungkin," kenangnya.

Menag Lukman Hakim Saefuddin memberi sambutan saat bersilaturahim dengan keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Agro Nuur el-Falah, Pulutan, Salatiga, Senin (06/04) petang. Ponpes Agro Nuur el-Falah yang didirikan pengusaha Dharmo Supono pada 2002 ini, diasuh oleh KH Usman Mansur. Para santri rata-rata berasal dari kalangan bawah dan dari daerah konflik seperti NTT, Poso, Aceh dan lain sebagainya.

Ikut dalam rombongan Menag, Direktur Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Amsal Bachtiar, Kepala Pusat Informasi dan Humas Rudi Subiyantoro, Kepala Kanwil Kemenag Jateng Ahmadi, Kepala Kankemenag Kota Salatiga, dan juga Kabag TU Pimpinan Khoirul Huda. (g-Penk/mkd/Robigusta Suryanto/Voa-Islam.com)

http://voa-islam.com/read/indonesian....v1FhlDBW.dpbs
santri tapi cinta konstitusi
menteri yg "cari aman" dengan menjual agama,naudzubillah min dzalik

Link: http://adf.ly/1EbUl0

Blog Archive