Thursday, April 16, 2015

Misteri Penghalang Hubungan Mega-Jokowi: "Penumpang Gelap" atawa 'The Messeger'?


Jokowi Merasa 'The Messenger' Antara Dirinya dan Megawati Bermasalah
Selasa, 14/04/2015 18:51 WIB

Jokowi Merasa The Messenger Antara Dirinya dan Megawati Bermasalah Jakarta - Kepada para pengamat yang diundang makan siang di Istana Negara, Presiden Jokowi memastikan hubungannya dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri baik-baik saja. Namun memang diakui Jokowi ada sedikit masalah komunikasi antara dirinya dan Megawati. Masalah apa?

Thamrin Amal Tomagola, Sosiolog UI yang ikut makan siang itu menuturkan, Presiden Jokowi ditanya para pengamat soal hubungannya dengan Megawati. Jokowi memastikan hubungannya dengan putri pertama Bung Karno itu baik-baik saja, namun ada sedikit masalah komunikasi tak langsung.

"Beliau merasa ada pihak tertentu menyampaikan informasi dari dirinya ke Bu Megawati yang diedit. Bahasanya Pak Jokowi informasi dari pihak saya ke Ibu Mega diedit sedikit, begitu bahasanya," tutur Thamrin saat berbincang dengan detikcom, Selasa (14/4/2015).

Presiden Jokowi tak mau mengungkap siapa 'pembawa pesan' yang mengedit pesannya. Namun, kata Thamrin, Jokowi kapok berkirim pesan dengan Megawati dengan menggunakan orang lain.

"Dia bilang akan mengusahakan untuk komunikasi langsung, jangan lewat orang lain. Dia nggak sebut siapa orangnya, karakter dia kan memang begitu. Tapi dia menekankan tidak perlu dikhawatirkan," papar Thamrin.

Selama ini memang ada beberapa orang yang menyampaikan pesan antara Megawati dan Jokowi. Namun siapa sosok yang mengedit pesan itu masih misterius. Siapakah pembawa pesan atau 'The Messenger' yang dimaksud Jokowi?
http://news.detik.com/read/2015/04/1...ati-bermasalah


Siapa 'The Messenger' Pemalsu Pesan Jokowi ke Mega?
Rabu, 15/04/2015 10:47 WIB

Jakarta - Kepada para pengamat yang diundang makan siang di Istana Negara sekasa kemarin, Presiden Jokowi mengungkap adanya pengantar pesan yang tidak valid. Hal ini menyebabkan informasi dari Jokowi ke Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri agak bias.

Thamrin Amal Tomagola, Sosiolog UI yang ikut makan siang itu menuturkan Jokowi memastikan hubungannya dengan putri pertama Bung Karno itu baik-baik saja, namun ada sedikit masalah komunikasi tak langsung.

"Beliau merasa ada pihak tertentu menyampaikan informasi dari dirinya ke Bu Megawati yang diedit. Bahasanya Pak Jokowi informasi dari pihak saya ke Ibu Mega diedit sedikit, begitu bahasanya," tutur Thamrin saat berbincang dengan detikcom, Selasa (14/4/2015).

Presiden Jokowi tak mau mengungkap siapa 'pembawa pesan' yang mengedit pesannya. Namun gara-gara si pemalsu pesan itu, kadang terjadi kesalahpahaman. Jokowi pun kini kapok berkirim pesan dengan Megawati dengan menggunakan orang lain.

"Dia bilang akan mengusahakan untuk komunikasi langsung, jangan lewat orang lain. Dia nggak sebut siapa orangnya, karakter dia kan memang begitu. Tapi dia menekankan tidak perlu dikhawatirkan," papar Thamrin.

Selama ini ada beberapa tokoh penting PDIP yang berkomunikasi langsung dengan Jokowi dan Megawati, seperti politikus senior Pramono Anung, politikus senior yang kini jadi Wantimpres Sidharto Danusubroto, anggota DPR dari PDIP Aria Bima. Putri Megawati, Puan Maharani, juga kerap dipanggil secara khusus oleh Presiden Jokowi. Tentu mereka akan memberikan informasi yang valid mengingat kapasitas mereka sebagai politikus senior.

Lalu siapa sebenarnya pemalsu pesan Jokowi ke Megawati? Apakah orang di ring 1 PDIP atau orang-orang ring 1 Jokowi yang kerap diserang oleh elite PDIP?
http://news.detik.com/read/2015/04/1...jokowi-ke-mega


PDIP Minta 'The Messenger' yang Edit Pesan Jokowi ke Megawati Dipecat
Rabu, 15 April 2015 , 22:27:00 WIB

RMOL. PDI Perjuangan sangat geram dengan kabar adanya 'The Messenger' yang telah memelintir dan mengedit pesan Presiden Jokowi untuk Ketuam PDIP Megawati Soekarnoputri. PDIP pun menyarankan agar orang tersebut diberi sanksi berat. Jika yang bersangkutan orang Istana, Jokowi harus memecetnya.

Wakil Sekjen PDIP Ahmad Basarah menyatakan, sosok 'The Messenger' tersebut juga dirasakan PDIP. Miskomunikasi yang terjadi antara Jokowi dengan parpol pendukungnya selama ini, termasuk dengan Megawati, salah satunya karena faktor 'The Messenger' yang tidak amanah itu.

"Faktornya karena orang yang selama ini diamanatkan untuk menyampaikan pesan beliau ke Bu Mega tidak disampaikan secara utuh. Isi pesannya telah diedit," ucapnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu malam (15/4).

Pengakuan Jokowi tersebut, lanjutnya, mengkonfirmasi pernyataan politik PDIP bahwa memang ada pihak-pihak tertentu yang dengan sengaja ingin merusak hubungan Jokowi dengan Megawati dan PDIP.

"Di sisi lain, pernyataan Presiden tersebut merupakan perkembangan yang positip bagi upaya perbaikan dan penyempurnaan garis komunikasi dan koordinasi antara pemerintah dengan partai-partai politik pendukungnya, khususnya dengan PDIP," ucapnya.

Untuk sosok 'The Messenger'-nya sendiri, lanjut Basarah, sampai sekarang PDIP belum mendapat konfirmasi dari Jokowi. "Saya juga tidak ingin menuduh nama tertentu," imbuhnya.

Yang jelas, siapapun orangnya, Basarah menyarankan ada sanksi khusus yang dijatuhkan.

"Kalau yang bersangkutan adalah pembantu beliau di kabinet, maka orang tersebut harus segera diberhentikan dan diganti dengan orang lain yang dapat menjalankan tugas-tugas dan amanah Presiden secara jujur dan profesional," tandas anggota DPR RI ini
http://politik.rmol.co/read/2015/04/...awati-Dipecat-


"The Messenger" Kambing Hitam yang Sengaja Dibuat Jokowi
Kamis, 16 April 2015 , 16:48:00 WIB

RMOL. Pernyataan Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengenai "The Messenger" yang telah memelintir dan mengedit pesannya untuk Ketum PDIP Megawati menjadi polemik. Pernyataan itu juga membuat orang-orang dilingkaran Istana, seperti Seskab dengan Staf Kepresidenan saling curiga dan saling bantah satu sama lain.

Bagi Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI), Panji Nugraha banyak kejanggalan dari pernyataan kekecewaan Jokowi itu. Sebab, hingga saat ini Jokowi tidak melakukan tindakan apapun atas kesalahan si penyampai pesan. Padahal 'the messenger' merupakan orang yang dinilai dapat mengancam hubungan harmonis antara Jokowi dengan Megawati.

"Apa benar yang dimaksud "The Messenger" itu ada, jika benar ada, mengapa Jokowi tidak memecat si penyampai pesan?, atau jangan-jangan si penyampai pesan tersebut hanya sebagai "kambing hitam" yang dibuat oleh Jokowi," tegas Panji.

Menurutnya, "The Messenger" hanya dibuat Jokowi untuk menutupi aktivitasnya yang sarat dengan kepentingan partai.

"Itu juga dilakukan agar Jokowi dapat melanjutkan tugasnya sebagai petugas partai tanpa kritikan dari masyarakat," tutup Panji.
http://politik.rmol.co/read/2015/04/...Dibuat-Jokowi-


Soal "Penumpang Gelap", Megawati Beri Peringatan Konstruktif untuk Jokowi
Senin, 13 April 2015 | 19:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pesan mengenai adanya "penumpang gelap" yang disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam pidatonya pada Kongres IV PDI-P merupakan peringatan bagi Presiden Joko Widodo. Jokowi diminta berhati-hati terhadap orang-orang yang mencoba mengambil keuntungan dari pemerintahan yang sedang dijalankannya.

"Jelas ini merupakan warning Megawati kepada Presiden Jokowi untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan roda pemerintahannya agar tidak melenceng jauh dari Nawa Cita dan Trisakti Bung Karno," kata Direktur Eksekutif Point Indonesia Karel Susetyo, Senin (13/4/2015).

Menurut Karel, pesan ini seharusnya dimaknai sebagai sebuah upaya konstruktif dalam membangun hubungan antara partai dan pemerintah. Dengan begitu, hubungan pemerintah dan partai pengusungnya bisa berjalan secara baik dan tidak mengalami hambatan.

"Apa yang diputuskan secara strategis dalam kongres tersebut akan memengaruhi pemerintahan ke depan," ucapnya.

Namun, lanjut Karel, sejumlah pihak terlihat menggunakan kesempatan pada kongres ini untuk memperlemah posisi politik Megawati dan sekaligus menghadapkannya dengan Jokowi. Hal itu sesuatu yang irasional karena Jokowi adalah kader PDI-P, dan sedang menjalankan tugasnya sebagai presiden.

"Saya melihat ada kelompok yang tengah berusaha keras untuk memisahkan Jokowi dengan PDI-P. Ini diawali dengan upaya merusak citra Megawati yang dikesankan merendahkan Jokowi. Untuk itu, keduanya harus sadar, PDI-P dan Jokowi, untuk segera melepaskan diri dari permainan politik yang sengaja diciptakan tersebut," katanya.
http://nasional.kompas.com/read/2015...f.untuk.Jokowi


Prabowo: Negara Jangan Dibangun Diatas Kebohongan
014-08-17 16:47:23 WIB

Politikindonesia - Prabowo Subianto meyakini bukti yang disampaikan Koalisi Merah Putih melalui tim advokasinya pada Perselisihan Hasil Pemilihan Umum di Mahkamah Konstitusi telah menunjukkan bahwa memang ada kecurangan dalam Pemilu Presiden 2014. Prabowo berharap, keputusan MK nantinya adalah yang terbaik buat bangsa.

"Rakyat sudah tahu. Bukti sudah sangat jelas. Saya kira rakyat sudah tahu bukti sudah sangat besar, banyak, rakyat sudah merasakan. Oleh karena itu, kita berharap yang terbaik untuk bangsa kita," ujar Prabowo usai memimpin Upacara Hari Kemerdekaan Ke-69 RI bersama Koalisi Merah Putih di Lapangan NPC Cibinong, Bogor, Minggu (17/08).

"Kita ingin negara ini jangan didirikan atas kebohongan, kecurangan. Karena kecurangan dan kebohongan pasti akan menghasilkan suatu keadaan yang merugikan bangsa, ini adalah pelajaran sejarah manusia," ujar dia.

Prabowo menyebut, jika negara didirikan atas kecurangan, akan ada kehancuran bangsa pada waktu ke depan. "Ini adalah pelajaran sejarah. Setiap negara yang dipimpin kebohongan pasti menghadapi keadaan yang merugikan bangsa. Kita lihat nanti," ujar dia.

Prabowo menambahkan, bangsa Indonesia perlu mempertahankan jerih payah pahlawan di masa lalu. Sebab, pahlawan bangsa telah mengorbankan hingga titik darah penghabisan untuk berjuang demi kemerdekaan Indonesia.

"Kita harus berani untuk membela kemerdekaan kita, dalam segala bidang, karena itu kita ingin membangun bangsa Indonesia yang baik, terhormat, yang punya harga diri, dan kepribadian bangsa," jelas Prabowo.

Prabowo memimpin upacara Hari Kemerdekaan RI mulai pukul 08.30 WIB. Upacara ini dihadiri juga oleh cawapres Hatta Rajasa. serta petinggi partai Koalisi Merah Putih, diantaranya, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Presiden PKS Anis Matta, Sekretaris Jenderal PPP Romahurmuziy, Ketua Umum PBB MS Kaban.

Tampak pula, Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tandjung, Wakil Ketua Umum Golkar Fadel Muhammad, Ketua DPP PKS Hidayat Nurwahid, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, dan Ketua DPP PAN Tjatur Sapto Edy serta bos MNC Grup Hary Tanoesoebidjo dan mantan Panglima TNI Joko Santoso.
http://www.politikindonesia.com/inde...tas-Kebohongan 

-----------------------------------------

Ini sinetron politik lakon apa lagi? Berapa episode?


:beer;

Link: http://adf.ly/1F5wVX

Blog Archive