Wednesday, April 15, 2015

[Nawa CitRa] Kumpulkan Pengamat Politik, Jokowi Tanya soal Popularitas


JAKARTA, KOMPAS.com - Para pengamat yang berkumpul di Istana Kepresidenan pada Selasa (14/4/2015) siang, ternyata diminta pendapatnya soal popularitas Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Kabinet Kerja. Jokowi juga meminta mereka untuk memberikan saran tentang cara berkomunikasi dengan publik.

Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengatakan, para pengamat politik yang diundang ke Istana adalah mereka yang dulunya berjasa saat kampanye pemilihan presiden hingga masa transisi. Mereka kerap memberikan saran kepada Jokowi soal isu politik terkini.

Di dalam pertemuan itu, Andi menuturkan, Presiden Jokowi memang bertanya soal hasil survei terbaru. Phillips J Vermonte (CSIS), Dodi Ambardi, hingga Hanta Yudha (Poltracking Institute) memaparkan satu per satu hasil survei tentang popularitas presiden, wakil presiden, dan kabinet.

"Presiden hanya menerima penjelasan dari mereka tentang hasil survei. Tetapi suasananya itu suasana rileks makan siang, tidak ada yang secara substantif. Presiden lebih menerima penjelasan dan saran apa yang sebaiknya dilakukan oleh presiden untuk mengantisipasi dinamika politik sekarang," ucap Andi.

Jokowi, sebut dia, lebih banyak memilih untuk mendengarkan setiap penjelasan dari pengamat. Tak ada tanggapan signifikan yang diberikan Jokowi dalam perbincangan sembari santap siang tersebut.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno menambahkan, hal lain yang disinggung Presiden adalah cara berkomunikasi ke publik dan juga sinergi komunikasi dengan kementerian. Meski demikian, Pratikno menyatakan tidak ada pembicaraan soal juru bicara dalam pertemuan itu.

Dia hanya bercerita, awalnya para pengamat politik itu dijadwalkan berkumpul di Sekretariat Negara untuk berdiskusi dengannya. Namun, Pratikno menawarkan Presiden Joko Widodo untuk santap siang bersama mereka. Undangan ini langsung disanggupi Jokowi pada pagi harinya.

"Daripada teman-teman makan siang sama saya di sana, kan mending makan di sini. Terus pak presiden bilang 'Oh iya, Pak. Daripada saya makan sendiri'. Begitu ceritanya," ucap Pratikno.

Hadir dalam pertemuan itu adalah peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Ikrar Nusa Bakti, Hanta Yudha (Poltrack Institute), Nico Harjanto (Populi Center), Phillips Jusario Vermonte (CSIS), Dodi Ambardi (Lembaga Survei Indonesia), M Qodari (Indobarometer), dan Thamrin Tamagola (Universitas Indonesia).

Mereka melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden sekitar pukul 12.30-14.30 WIB sambil santap makan siang di Istana Negara.


http://nasional.kompas.com/read/2015...al.Popularitas

Pengamat dah makan nasi prasmanan, bakalan objektif kaga tuh



Link: http://adf.ly/1EupAp

Blog Archive