Monday, April 6, 2015

Pakar Politik dari UI : "Jokowi Populer, Tapi tak Mampu Kelola Negara". Why?


Jokowi Populer, Tapi tak Mampu Kelola Negara
Minggu, 05 April 2015 , 21:47:00

Pakar Politik dari UI : Jokowi Populer, Tapi tak Mampu Kelola Negara. Why?
Jokowi

JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Arbi Sanit mengatakan, masalah dasar yang dihadapi Indonesia terletak pada sang presiden. Joko Widodo yang dipercaya dan diharapkan rakyat bisa membela rakyat justru dianggap mengabaikannya.

"Kekuatan politik dia tidak punya, kemampuan apalagi. Memangnya mampu apa dia? Dia tidak punya kemampuan dan kapasitas mengelola negara. Kekuatan politiknya juga defisit," kata Arbi ketika dihubungi, Minggu (5/4).

"Mengelola negara tidak bisa dengan popularitas. Kalau dia memang karena populer tapi kemampuan tidak ada, maka kewenangan negara yang seharusnya dimanfaatkan untuk rakyat malah jadi sebaliknya. Negara jadi lumpuh dan tidak bergerak," tambah Arbi.

Arbi juga menyoroti gerakan kader PDI Perjuangan yang kini seolah melawan Jokowi. Menurut Arbi, hal itu terjadi karena Jokowi tidak punya kemampuan mengelola politik dan kekuatan. Selain itu, Jokowi dinilai tidak punya kekuatan untuk mempersatukan pendukungnya.

"Tapi upayanya ini kemudian kan digagalkan juga oleh pengadilan. Pengadilan masih berpihak pada kekuatan politik lama. Ini warisan orde baru dan Jokowi tidak bisa menggunakan ini karena pengadilan tidak pro Jokowi. Dia pro pada kekuatan lama dan Jokowi adalah orang baru yang belum punya kekuatan," tegas Arbi.
http://www.jpnn.com/read/2015/04/05/...-Kelola-Negara


Fahri sindir Jokowi: Jadi ketua RT dulu, ada waktunya jadi RW
Senin, 2 Juni 2014 12:53

Merdeka.com - Wasekjen PKS Fahri Hamzah angkat bicara soal peristiwa undian nomor urut capres dan cawapres di KPU kemarin. Dia menilai banyak momen-momen yang membedakan antara capres Joko Widodo (Jokowi) dan capres jagoannya Prabowo Subianto .

Melalui akun Twitter-nya, @Fahrihamzah, dia melihat sikap Prabowo yang berterima kasih kepada seluruh lembaga negara yang telah menjaga pemilu tetap aman. Begitu juga ucapan terima kasih kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang tak lupa diucapkan oleh Prabowo.

Dia juga membandingkan pidato Prabowo dengan Jokowi kemarin di rapat pleno KPU. "Sekarang, kita bandingkan dengan pidato Jokowi. Saya kira bedanya sangat jauh," tulis Fahri dikutip merdeka.com, Senin (2/6).

Anggota Komisi III DPR ini menyindir jika Jokowi memang belum mampu menjalankan tugas sebagai seorang calon presiden. Dia menganalogikan dengan jabatan sebagai seorang ketua Rukut Tetangga (RT).

"Kalau baru bisa jadi ketua RT... Ya ketua RT lah dulu... Ada waktunya kita akan pantas jadi ketua RW... #PrabowoituAsli," sindir Fahri.

Fahri juga menyayangkan sikap Jokowi yang tidak mengucapakan terima kasih kepada Prabowo. Bahkan, Jokowi tidak mengucapkan terima kasih kepada Megawati.

"Dia langsung.. Kampanye untuk angka 2.. Bahkan melanggar UU.. Ajakan memilih... # Prabowo itu Asli. Maaf ya, Ini subjektif... Tapi ini nyata... Jangan memaksakan diri... KASIAN publik... #PrabowoituAsli," kata Fahri.

Oleh sebab itu, Fahri bertekad untuk berjuang mati-matian demi menjaga kesatuan Indonesia dengan memenangkan Prabowo-Hatta. Dia merasa sudah lelah dengan kondisi Indonesia saat ini yang selalu dianggap remeh oleh bangsa asing.

" Saya akan menggunakan tenaga... Untuk mempertahankan NKRI Dari kemungkinan dikerdilkan.. #PrabowoituAsli. Sudah lelah kita.. Melihat kebesaran Republik ini.. Diinjak.. #PrabowoituAsli," pungkasnya.
http://www.merdeka.com/politik/fahri...a-jadi-rw.html

-------------------------

Untungnya Indonesia itu negeri 'auto pilot' ... siapa pun yang memimpin, negara dan rakyat bisa jalan sendiri mengurusi kebutuhannya




Link: http://adf.ly/1DZR4Q

Blog Archive