Friday, April 24, 2015

[PASTI ULAH KADER PKS] Gangguan reproduksi, banyak sapi betina hamil keguguran


Merdeka.com - Guru besar bidang ilmu kemajiran pada Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) Prof Herry Agoes Hermadi mengatakan, kasus banyaknya sapi di Jawa Timur yang mengalami kemajiran (kemandulan) mengancam Program Jawa Timur Lumbung Sapi.

"Bahkan sapi betina yang semula diketahui positif hamil akhirnya keguguran," kata guru besar bidang ilmu kemajiran pada Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) Prof Herry Agoes Hermadi di kampus setempat, seperti dilansir Antara, Kamis (23/4).

Dia menyebutkan hasil pemeriksaan ternyata banyak gangguan reproduksi sapi di Jatim tahun 2014. "Gangguan yang ada, Hipofungsi Ovari, Corpus luteum Persiten, Endometritis, Sistik Ovary, Retensio Secundinae, Hypoplasis Ovary, Prolapsus Uteri, Pyometra, Distokia, Vaginitis dan Angesty Ovary," katanya.

Dari data perbedaan kejadian kasus kemajiran, dia membagi pendeteksian kemajiran menjadi Brucellosis, Repeat breeder, Hipofungsi Ovari, Corpus luteum Persiten, Endometritis, Sistik Ovary, dan Retensio Secundinae. Selain itu, Hypoplasis Ovary, Prolapsus Uteri, Pyometra, Distokia, Vaginitis dan Angesty Ovary. Untuk pendeteksian kedua, Infectius Micro Organism dan Defesiensi unsur pakan serta Mastitis.

"Semua kejadian di lapangan dapat didukung dengan USG dan analisis laboratorium dengan mengambil sampel darah untuk mengetahui faktor infeksi apa yang terjadi pada populasi sapi di Indonesia, terutama Jatim," kata suami Chatarini Septi Ngudi Lestari.

Dari hasil yang didapat dibuat database pemetaan berdasar peta lokasi kejadian, yang menjadi dasar terapi di masing-masing daerah dan yang tidak kalah penting untuk penyakit infeksius strategis antrax yang disebabkan bacillus antraxis.

"Brucellosis merupakan penyakit strategis dan paling banyak di Indonesia. Brucellosis juga bersifat zoonosis, menular dari hewan ke manusia," ucapnya.

Brucellosis merupakan penyakit reproduksi yang menular dan disebabkan oleh mikroorganisme Brucella sp yang dapat menyebabkan abortus pada usia kebuntingan 5-8 bulan. "Mikroorganisme Brucella sp juga dapat menyebabkan kemajiran total, terutama pada Brucelossis yang diikuti dengan retensiosekundinae," katanya.

Penyebab Penyebab Brucellosis adalah bakteri Brucella sp. Penyebab Brucellosis pada sapi adalah brucella abortus bang. Pada kambing adalah brucella melitensis yang bisa menyerang sapi, tetapi jarang ditemui. Pada babi penyebabnya adalah Brucellasuis.

"Diagnosa brucellosis ada tiga, yaitu RBT, CFT dan MRT. RBT yaitu Rose Bengal Test. Prinsip uji RBT adalah pengikatan antigen dan antibodi brucella sehingga menyebabkan aglutinasi," katanya.

Metode penanganan Brucellosis ala Herry ini belum dipatenkan di Indonesia. Kendati demikian sudah digunakan di banyak peternakan besar di luar negeri, misal Malaysia.
[eko]

PASTI GARA2 ULAH KADER PKS NIH

Link: http://adf.ly/1Fi3lz

Blog Archive