Monday, April 6, 2015

Pemerintah Kenya Tawarkan Hadiah untuk Cari Pelaku Serangan di Garissa


0A62BE9C-98BE-43D1-A81A-9C212B0D705D_w64


Rakyat Kenya berkabung setelah amukan militan al-Shabab di perguruan tinggi bagian timur negara itu, hari Kamis, menewaskan 147 orang, bersama empat pelaku serangan.

Pemerintah Kenya menawarkan hadiah $220.000 untuk mencari Mohammed Mohamud Kuno, seorang anggota al-Shabab terkait serangan-serangan di Kenya yang telah tercantum dalam daftar yang dicari pemerintah.

Kuno dicurigai menjabat sebagai kepala operasi eksternal untuk memerangi Kenya. Dia dikenal dengan nama lain, Gamadhere atau Dulyadayna.

Kuno dicari untuk ditanyai tentang penyerangan terhadap Universitas Garissa, di mana para penyerang menyerbu kampus sebelum fajar, hari Kamis, dan melepaskan tembakan.

Pasukan keamanan memerangi militan selama 15 jam dan menyelamatkan 500 mahasiswa sebelum menembak mati para penyerang itu. Al-Shabab mengatakan serangan tersebut adalah pembalasan atas tindakan militer Kenya di tetangganya Somalia di mana kelompok militan Islamis itu bercokol.

Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud, menyerukan kerjasama keamanan lebih luas dengan Kenya, seraya menyampaikan dukacitanya, dan menyebut serangan itu "biadab." Dia menambahkan, hari Jumat, pembantaian tersebut menunjukkan perlunya melenyapkan "ancaman" al-Shabab di kawasan itu.

http://www.voaindonesia.com/content/...a/2705311.html

Pengecut. itu sudah.


Kenya Berkabung 3 Hari Atas Serangan Berdarah di Kampus Garissa


Liputan6.com, Nairobi - Setelah pembantaian lebih dari 100 mahasiswa di Kampus Universitas Garissa oleh kelompok militan al-Shabab, Kenya menyatakan berkabung selama 3 hari.

Upacara Paskah yang bertepatan dengan masa berkabung pun diadakan untuk mengenang 148 korban dan bendera setengah tiang diharapkan dipasang.

"Pemerintah akan menanggapi serangan dengan cara sekeras mungkin," tegas Presiden Kenya Uhuru Kenyatta seperti dikutip BBC, Minggu (5/4/2015).

Palang Merah Kenya mengatakan, sejauh ini 54 korban telah diidentifikasi oleh kerabat di sebuah kamar mayat di ibukota Kenya, Nairobi.

Selain itu, lebih dari 600 siswa dan 50 staf yang selamat dari serangan telah dipulangkan ke kampung halaman mereka menggunakan sejumlah bus.

Banyak korban telah bertemu kembali dengan keluarga mereka di Stadion Nasional Nyayo Nairobi yang telah dipilih sebagai pusat krisis.

Lavenda Mutesi (18), yang melompat keluar dari jendela kamar asramanya untuk melarikan diri dari serangan, berharap teman-temannya bisa diselamatkan.

"Walaupun saya sangat bersyukur, saya berharap teman-teman saya ada di sini, karena saya berharap mereka bisa berbagi momen ini dengan saya, dengan orangtua mereka. Saya kehilangan banyak teman," ujar dia.

Hampir semua dari 148 orang yang tewas adalah mahasiswa dan 79 orang lainnya luka-luka dalam serangan yang terjadi Kamis 2 April 2015 petang. 4 Pria bersenjata juga tewas dalam serangan itu. Otoritas Kenya mengatakan, mereka telah menahan 5 orang untuk diinterogasi terkait serangan itu. Salah satunya diyakini sebagai penjaga keamanan universitas. (Ado/Sun)

http://news.liputan6.com/read/220788...kampus-garissa



Link: http://adf.ly/1DafFX

Blog Archive