Tuesday, April 21, 2015

(Pendukung Arab Kok Diam?) KBRI Sanaa Hancur, Menlu RI Protes ke Dubes Arab Saudi


Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia
Selasa, 21/04/2015 16:14 WIB
KBRI Sanaa Hancur, Menlu RI Protes ke Dubes Arab Saudi Menlu Retno Marsudi mengatakan ia menyampaikan protes langsung ke dubes Arab Saudi, karena koordinat posisi gedung penting sudah diinfokan sebelumnya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)


Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Lestari Priansari Marsudi, menyampaikan protes langsung Indonesia kepada Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Mustafa Ibrahim Al-Mubarak, terkait serangan bom di Sanaa, Yaman, yang berdampak pada hancurnya Kedutaan Besar Republik Indonesia pada Senin (20/4).

"Saya baru saja bertemu dengan Dubes Arab Saudi untuk Indonesia. Saya minta penjelasan apa yang terjadi pada 20 April kemarin," ujar Retno kepada awak media setelah melakukan pertemuan bilateral di Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika di Jakarta Convention Center, Selasa (21/4).

Menurut Retno, hal ini patut dipertanyakan. Pasalnya, pemerintah telah memberi koordinat posisi gedung-gedung penting tempat berdiamnya warga Indonesia pada 26 Maret lalu, tepat setelah Arab Saudi mengumumkan akan menginisiasi koalisi serangan udara menggempur kelompok pemberontak Houthi demi membela pemerintahan Yaman yang sah.

"Ini yang kami pertanyakan karena ada kewajiban semua pihak untuk mematuhi diplomatic promises," kata Retno.

Selain menyampaikan protes, Retno juga mempertanyakan apa yang akan dilakukan Arab Saudi terhadap kerusakan Gedung Kedubes RI di Sanaa. "Karena sekarang ini Gedung KBRI di Sanaa 80 persen rusak. Semua mobil KBRI juga rusak berat," ucap Retno.

Kini, menurut Retno, 37 WNI yang berada di Sanaa sudah dievakuasi menuju tempat lebih aman, Hudaidah, melalui jalur darat.

Dalam kesempatan tersebut, Retno juga menyampaikan protes atas tindakan Arab Saudi yang mengeksekusi mati dua tenaga kerja Indonesia, Siti Zaenab dan Karni binti Medi Tarsim, tanpa memberikan notifikasi terlebih dahulu ke pemerintah Indonesia.

"Dalam perbincangan tadi, Dubes berjanji akan menyampaikan pertanyaan ini kepada pemerintah di Riyadh. Yang perlu saya garis bawahi, hubungan bilateral Indonesia dan Arab Saudi sangat baik dan saya tidak mau hal-hal seperti ini merusak hubungan," kata Retno.

Sebelumnya, Duta Besar RI untuk Yaman, Wajid Fauzi, mengatakan bahwa depot senjata yang menjadi target serangan udara Saudi berjarak sekitar satu kilometer dari gedung KBRI. Namun meski sudah tak ada lagi staf KBRI yang berada di Sanaa, KBRI tetap mengimbau evakuasi WNI yang masih berada di Yaman. Dia bersama staf KBRI yang saat ini masih berada Salalah, Oman, akan tetap siaga untuk bertindak jika sewaktu-waktu diperlukan.

Arab Saudi memimpin koalisi negara Arab melancarkan serangan udara di Yaman sejak tiga pekan lalu untuk menggempur pasukan pemberontak al-Houthi yang ingin merebut kekuasaan dari tangan Presiden Abdu Rabu Mansour Hadi. (stu)

ember 

Para pendukung serangan Arab Saudi ke Yaman kok diam saja ketika KBRI kena serangan rudal? Untung tidak ada korban jiwa.

(WNI di Yaman?) Ulama Indonesia Dukung Arab Saudi Tumpas Pemberontak Houthi 

Link: http://adf.ly/1FWH8P

Blog Archive