Sunday, April 26, 2015

Pengamat LIPI: Kabinet Jokowi Dihuni Para Pemula. 8 Perlu Segera di Reshuffle?


Pengamat LIPI: Kabinet Jokowi Dihuni Para Pemula. 8 Perlu Segera di Reshuffle?
Kabinet Jokowi-JK

Kabinet Jokowi Dihuni Para Pemula
Minggu, 26 April 2015 | 18:21 WIB

INILAHCOM, Jakarta - Sejumlah pos menteri di kabinet pemerintahan Presiden Jokowi dihuni oleh para pemula. Sebab, para menteri tersebut tidak paham dengan tugas, pokok dan fungsinya di kabinet.

Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro mengatakan, para pembantu Jokowi di pemerintahan seharusnya paham dengan tugas dan amanah yang diberikan. Hal itu sesuai dengan 'Kabinet Kerja' pemerintahan Jokowi.

"Siapapun pimpinan menteri itu bukan pemula, tapi tahu betul dengan tugasnya. Kan ini Kabinet Kerja, para menterinya menjalankan visi misinya presiden," kata Zuhro, kepada INILAHCOM, Jakarta, Minggu (26/4/2015).

Untuk itu, kata zuhro, sudah sepatutnya Presiden Jokowi segera mengevaluasi para menterinya yang duduk di Kabinet Kerja tersebut. Sebab, sejumlah menteri duduk di pos yang tidak sesuai dengan keahliannya.

"Banyak pos menteri yang dihuni oleh orang-orang yang tidak tepat. Ini memang tugas utama Pak Jokowi sebagai RI 1 untuk tepat memilih para pembantunya," tegas Zuhro
http://nasional.inilah..com/read/det...ni-para-pemula


Kabinet tak Kerja, Reshuffle Harus Dilakukan
Minggu, 26 April 2015 | 18:03 WIB

INILAHCOM, Jakarta - Kebijakan kabinet pemerintahan Presiden Jokowi dinilai tidak sesuai dengan nawa cita. Untuk itu, Presiden Jokowi sudah seharusnya mereshuffle atau merombak para menteri yang tidak bisa kerja.

Pengamat Ekonomi Politik, Bobby Maengkom mengatakan, tingkat kepuasan rakyat terhadap pemerintahan Presiden Jokowi semakin menurun. Hal itu dikarenakan kinerja para menteri yang tidak maksimal.

"Saya kira reshuffle harus dilakukan. Apa yang dilakukan kabinet Jokowi ini harus benar-benar realistis, jangan cuma mengiming-imingi rakyat," kata Bobby, kepada INILAHCOM, Jakarta, Minggu (26/4/2015).

Menurutnya, Presiden Jokowi harus segera menyelesaikan persoalan Kabinet Kerja yang begitu kompleks. Reshuffle kabinet, kata Bobby, menjadi salah satu untuk menuntaskan persoalan pemerintahan Jokowi.

"Contoh masalah BBM, masalah ekonomi yang semakin terpuruk, masalah ketenagakerjaan, masalah eksekusi mati kasus narkoba yang sampai saat ini tidak jelas, dan persoalan PSSI," jelas Bobby.
http://nasional.inilah..com/read/det...arus-dilakukan


Soal Reshuffle, Delapan Menteri Ini Disorot
Jumat, 24 April 2015 , 16:18:00

JAKARTA - Isu seputar reshuffle menteri di Kabinet Kerja hingga saat ini masih hangat diperbincangkan. Nama delapan menteri disebut-sebut menjadi sorotan publik terkait isu ini.

Delapan menteri itu di antaranya adalah Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Menkeu Bambang Brodjonegoro, Mendag Rahmat Gobel, Mentan Amran Sulaiman, Seskab Andi Widjajanto, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menristek dan Dikti Muhammad Nasir dan terakhir Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago.

"Delapan menteri ini yang dari hasil penelitian kami sering disoroti dan diperbincangkan publik. Terkait isu reshuffle, nama mereka sering disebut," ujar Pengamat Politik Para Syndicate Ari Nurcahyo dalam diskusi Bila Jokowi Banyak Tak Tahu, Apakah Reshuffle Sebagai Solusi, di Jakarta Pusat, Jumat (24/4).

Nama Menteri Gobel dan Menteri Amran mendapat kritik publik sejak harga beras mengalami kenaikan bulan lalu. Keduanya pun beberapa kali diingatkan Presiden Joko Widodo untuk memantau harga dan persediaan beras tanah air. Sementara nama Menteri Tedjo sudah banyak dikritisi publik karena sejumlah pernyataannya di media massa yang menimbulkan kontroversi.

Sedangkan nama Menteri Rini disebut-sebut memiliki kepentingan khusus dengan BUMN dan ditengarai ingin mempengaruhi kebijakan-kebijakan presiden.

Menteri Bambang juga disoroti setelah nilai rupiah melemah dan adanya ketidakstabilan kurs beberapa bulan lalu.

Sedangkan Seskab Andi Widjajanto disoroti karena dianggap sebagai salah satu penumpang gelap di lingkaran orang dekat presiden.

Sementara itu terkait Menteri Nasir dan Menteri Andrinof belum diketahui alasannya sehingga mendapat sorotan publik.

Ari mengaku pihaknya tidak menilai secara langsung kerja para menteri tersebut. Ia hanya melihat secara umum pendapat dan sorotan publik dan media massa terkait para menteri itu. "Ini bukan berarti mereka berkinerja buruk. Tapi mereka ini yang paling banyak dapat sorotan masyarakat," tandas Ari
http://www.jpnn.com/read/2015/04/24/...ri-Ini-Disorot

--------------------------------

The right man on the right place, Priosednt?

Link: http://adf.ly/1FqQQp

Blog Archive