Wednesday, April 8, 2015

Penyusup di Roda Garuda, Untung aja Bukan Terroris yg Bawa Bom!


Penyusup di Roda Garuda
Kasus Mario Dikhawatirkan Ditiru Teroris, Pihak Bandara Harus Perketat Keamanan
Rabu, 08/04/2015 10:13 WIB

Jakarta - Kasus Mario Steven Ambarita (21) yang menyusup ke Pesawat Garuda Indonesia lewat roda amat sangat fatal karena bisa mengancam keselamatan penumpang. Evaluasi menyeluruh di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru harus dilakukan karena aksi tersebut bisa ditiru kelompok teroris.

"Aksi itu memang ada panduannya di internet. Mungkin Mario belajar dari website, tapi tetap butuh mental dan nyali yang kuat untuk praktik," ujar peneliti intelijen keamanan Universitas Indonesia (UI) Ridlwan Habib, Rabu (8/3/2015) pagi.

Dari hasil penelitian Ridlwan, diketahui sejak 1947 sebanyak 105 orang berusaha terbang dengan bersembunyi di ruang roda pesawat. Katanya, menurut data Federal Aviation Administration Civil Aerospace Medical Institute, ada 94 penerbangan yang berusaha disusupi. Dari 105 orang yang mencoba itu, 25 sukses, bahkan ada seorang anak berusia 9 tahun.

Lalu pada 22 April 2014 seorang pemuda 16 tahun berhasil bersembunyi di roda pesawat yang terbang selama lima jam dari San Jose California ke Hawai dengan pesawat Boeing 767. "Bandara secanggih Amerika Serikat saja bisa bobol, manajemen pesawatnya juga bobol," ucap alumni S2 Kajian Stratejik Intelijen UI ini.

"Keberhasilan Mario ini yang pertama dalam sejarah penerbangan Indonesia," sambung Ridlwan. Menurutnya, kasus ini harus diantisipasi serius oleh pihak pengelola bandara kenapa bisa diterobos.

Menurut Ridlwan, untung saja aksi nekad Mario itu tidak menghalangi roda pendarat keluar dari bodi pesawat. "Jika stuck atau macet, akibatnya fatal sekali, pesawat harus emergency landing tanpa roda pendarat," imbuh Ridlwan. Ahli kontra terorisme ini juga mengingatkan aksi Mario bisa menjadi inspirasi kelompok teroris melakukan serangan.

"Harus segera dilakukan evaluasi menyeluruh ke sistem bandara dan prosedur tambahan sebelum take off," ucap Ridlwan

Plot serangan teroris dengan sasaran bandara dan pesawat, lanjut Ridlwan sebenarnya sudah diendus Densus 88 sejak pengungkapan jaringan Syaifudin Zuhri (pengebom JW Marriott) pada 2009. Saat itu, Muhammad Syahrir (tewas ditembak) adalah seorang eks teknisi maskapai penerbangan. Syahrir juga diduga sudah berupaya melakukan rekruitmen pada sejumlah orang yang bekerja di lingkup Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Ditambahkan Ridlwan, modus pembajakan pesawat juga pernah dilakukan kelompok Imron pada 1981. Mereka membajak pesawat Garuda dan mendaratkannya di Woyla Thailand. Aksi itu dilumpuhkan Kopassus pimpinan Sintong Panjaitan dalam sergapan tujuh menit.

"Aksi nekad Mario ini banyak memberikan pelajaran untuk aparat keamanan. Stop saling menyalahkan dan segera lakukan evaluasi dan langkah antisipasi," imbuh Ridlwan.
http://news.detik.com/read/2015/04/0...991101mainnews


Penyusup di Roda Garuda
Danlanud: Penumpang Menyusup Lewat Runway Dekat Kargo
Rabu, 08/04/2015 10:08 WIB

Pekanbaru - Mario Steven Ambarita (21) penumpang ilegal yang naik di bagian roda pesawat Garuda diperkirakan masuk dari runway sisi utara, Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru. Landasan pacu itu biasa disebut runway 18.

Demikian disampaikan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin (RSN) Kolonel (Pnb) Muhamad Khairil Lubis dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (8/4/2015). Danlanud menyatakan pagi ini pihaknya bersama manajemen Bandara SSK II dan manajemen Garuda sama-sama meninjau lokasi di ujung runway sisi utara.

"Barusan saya bersama tim bandara dan Garuda sama-sama di lokasi. Kita perkirakan, penumpang itu masuk lewat runway sisi utara," kata Lubis.

Dia menyebutkan, runway sisi utara ini bersebelahan dengan gudang kargo Bandara SSK II. Jadi penumpang itu menyusup lewat pintu di kawasan kargo di bandara.

Lubis menjelaskan, bahwa pihaknya juga bertanggung jawab atas keamanan Bandara SSK II Pekanbaru. Karena memang runway ini juga sebagai landasan pacu untuk pesawat tempur. Bandara SSK II Pekanbaru juga bersebelahan dengan markas Skadron F-16 dan Skadron Hawk 100/200.

"Pengamanan Bandara kita juga bertanggung jawab. Makanya ini pelajaran penting untuk kita bersama," kata Lubis.
http://news.detik.com/read/2015/04/0...go?nd771104bcj


Ada Penyusupan, Lanud Tambah Personel Jaga Bandara SSK II
Rabu, 08/04/2015 10:20 WIB

Pekanbaru - Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin (RSN) akan menambah personel pada pasukan yang mengamankan Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau. Hal ini dilakukan setelah adanya kasus penyusupan penumpang di bagian roda pesawat Garuda.

"Penyusupan penumpang liar yang membahayakan keselamatan penerbangan itu, ini menjadi evaluasi buat kita," kata Komandan Lanud RSN Kolonel (Pnb) M Khairil Lubis kepada detikcom, Rabu (8/4/2015).

Menurutnya, pascakejadian tersebut, ini menjadi bahan evaluasi untuk menambah pasukan dalam mengamankan Bandara SSK II Pekanbaru. Terutama pengamanan di sekitar runway.

"Kita akan menambah pasukan untuk mengamankan kawasan runway. Penumpang liar itu masuk lewat runway 18, sisi utara. Di sana ada kawasan kargo," kata Lubis.

Untuk kawasan kargo, lanjut Lubis, selama ini pihaknya hanya menempatkan dua atau tiga personel saja. Tentunya itu juga ditambah pengamanan internal dari pihak Bandara SSK II Pekanbaru.

"Dengan kejadian ini, maka kita akan menambahkan pasukan untuk pengamanan menyeluruh di kawasan runway," katanya.
http://news.detik.com/read/2015/04/0...ssk-ii?9922022

--------------------------------

Patroli bandara seharusnya semakin ditingkatkan, terutama malam hari saat dimana pesawat-pesawat itu bermalam dan penjagaan biasanya kurang




Link: http://adf.ly/1E0gJd

Blog Archive