Sunday, April 19, 2015

Perwira Polisi Pun Terpesona MMM


TRIBUNNEWS.COM,MALANG - Arisan MMM cukup mempesona di Malang. Daerah ini memiliki anggota paling besar di Jatim. Berbagai lapisan profesi bergabung, termasuk polisi.
Dalam akun Facebook salah satu manajer MMM Malang, diunggah sejumlah polisi tengah mengikuti presentasi MMM.
Tidak lupa, dalam sesi foto para polisi ini berpose dengan jari membentuk huruf M. Satu di antara foto-foto itu adalah Kapolsek Sukun, Kompol Toyib Subur.
Dihubungi Surya, Toyib pun bercerita dirinya memang bergabung dengan MMM.
Menurut perwira melati satu ini, sistem benar-benar berjalan dengan baik. Selama ini dirinya sudah mendapat keuntungan finansial, seperti yang dijanjikan MMM.
Toyib mempunyai prinsip, dirinya mau ikut MMM selama tidak merugikan.
Namun, jika nanti MMM menipu dan berujung penipuan, Toyib tegas akan membawanya ke ranah hukum.

"Kalau saya dirugikan, akan saya sidik sendiri. Kan gampang saja, tinggal mencari dua alat bukti," ujarnya, Rabu (20/8/2014).
Saat ditanya berapa uang yang "diinvestasikan" dan berapa lama bergabung di MMM, Toyib enggan menjawab.
Namun, menurutnya, sudah berkali-kali dirinya menerima get help atau menerima uang.
Toyib kini juga menjadi koordinator sesama polisi yang ingin bergabung MMM.
Awal bergabung, mantan Kapolsek Pronojiwo Lumajang ini ditawari oleh salah satu manajer.
Bukan sekadar ditawari, manajer itu juga memberi jaminan keamanan uangnya.
"Kalau sudah dijamin, ngapain takut? Kalau terjadi sesuatu, sudah ada yang menjamin uang saya," katanya.

Setelah memahami sistem kerja MMM, Toyib yakin arisan berantai ini bukan pohon uang.
Sistem ini diyakini jauh lebih aman, karena uang tidak terkumpul di satu orang saja.

Sebab, menurutnya, ciri sistem yang menipu uang terpusat hanya di satu orang.
Diakui, ia sempat mengalami kesulitan menarik uang (GH). Ini karena banyak akun palsu. Namun, sistem sudah di-restart, dengan membersihkan akun-akun sampah.
Pembersihan bahkan dilakukan sampai ke level manajer 10.000. Kini MMM telah menggunakan sistem baru yang lebih transparan.
Setiap akun menampilkan nomor rekening dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
"Sekarang sudah kembali normal seperti semula. Sistemnya terbuka, dan tidak ada lagi akun palsu," tandasnya.

 


Link: http://adf.ly/1FLcTs

Blog Archive