Sunday, April 12, 2015

[PIC] Megawati: "Eloe Ingkar Janji, Gua Sakitnya tuh Disini, Jok!"


Psikolog: Megawati, "Sakitnya Tuh Di Sini"
Saturday, 11 April 2015 22:12

Megawati: Eloe Ingkar Janji, Gua Sakitnya tuh Disini, Jok!

Jakarta, GATRAnews - Tembang "Sakitnya Tuh Di Sini" yang dilantunkan Cita Citata adalah yang paling pas menggambarkan kondisi psikologis Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Megawati Soekarnoputri yang sempat mengatakan, ada penumpang "gelap" di pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

"Kalau kita gambarkan psikologis atau suasana kebatinan Bu Mega, 'Sakitnya Tuh di Sini'. Itu bagi Bu Mega. Jadi ada pepatah Minang, 'Membesarkan anak harimau'. Dia memberikan mandat kepada Pak Jokowi untuk melaksanakan menjadi presiden, sehingga menjadi petugas partai," kata Dewi Haroen, pakar psikologi politik dari Universitas Indonesia (UI) dalam diskusi bertajuk "Penumpang Gelap di Tikungan" di Jakarta, Sabtu (11/4).

Sehingga, kata Dewi, kalau menjadi petugas partai, maka harus menjalankan Trisaksi dan ideologi PDI Perjuangan merupakan hal wajar. "Berkali-kali konstitusi, konstitusi, konstitusi (Mega menyebutnya). Kalau Bu Mega tak calonkan, Jokowi tidak akan jadi presiden," katanya.

Sementara di masyarakat muncul keinginan agar Jokowi yang menjadi Ketua Umum DPP PDI Perjuangan. Hali itu kian menyakitkan bagi Megawati. Pasalnya, selain telah rela mencalonkan Jokowi menjadi calon presiden, untuk membawa PDI Perjuangan seperti saat ini adalah perjuangan berat nan panjang.

"Dia 'berdarah-darah' 27 Juli 96 bagaiman perjuangan PDIP. Kemudian, 10 tahun di luar pemerintahan. Jokowi tidak berpengaruh di PDIP, tapi dia populer, sehingga dengan berat hati, angkat beliau (capres)," katanya.

Namun saat ini, tiba-tiba muncul keinginan, "Pimpinan PDIP sebaiknya bukan Megawati dan bukan turunan Soekarno. Dari gestur dan nada suara, seperti lagu tadi, 'Sakitnya Tuh di Sini'," kata Dewi.

Sedangkan tentang penumpang gelap, tambah Dewi, hal tersebut membuat serba salah Presiden Jokowi. Pasalnya, suksesnya duduk di kursi RI 1 alias presiden, bukan hanya jasa PDI Perjuangan.

"Suksesnya Jokowi juga karena pihak lain, bukan hanya PDIP, tapi ada seperti Projo, relawan, secara modal ada yang lain. Maka Jokowi harus berterima kasih dengan membagi kekuasaan, misalnya," kata Dewi.

Tetapi dari sudut Megawati, PDI Perjuangan merupakan partai terbesar pengusung Jokowi saat maju sebagai calon presiden, sehingga moncong putih harusnya lebih mendapat porsi yang paling besar di pemerintahan dibandingkan yang lain. "Di sini, PDIP hanya dapat 4 menteri yang juga tidak banyak pengaruh," katanya.

Selain itu, saat ini komunikasi pihak PDI Perjuangan ke Istana sangat terhambambat. Ironisnya, orang-orang yang bersuara di Istana saat ini, adalah pihak yang kedekatannya sangat kecil dengan PDI Perjuangan. "Jadi, 'Sakitnya Tuh Di Sini'," kata Dewi.
http://www.gatra.com/politik-1/14223...h-di-sini.html


Megawati Tagih Janji Presiden Jokowi
Minggu, 8 Maret 2015 | 19:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menagih janji pada Presiden Joko Widodo. Megawati meminta Jokowi membuka ruang bagi kaum perempuan untuk mengaktualisasikan diri.

Megawati menyinggung janji kampanye Jokowi terkait isu-isu perempuan. Bukan hanya dirinya, Megawati yakin kaum perempuan juga berharap Jokowi memenuhi janji tersebut.

"Tahun ini adalah tahun penentuan bagi perempuan Indonesia. Janji politik telah disampaikan. Saya yakin, kita semua berharap adanya pemenuhan janji-janji politik itu," kata Megawati, dalam pidatonya di Hari Perempuan Internasional, di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (8/3/2015).

Menurut Megawati, sudah saatnya pemerintah berkuasa untuk memperkuat kebijakan yang membuka akses luas bagi perempuan di Indonesia. Bagi Megawati, pendidikan adalah jalan agar perempuan Indonesia mengejar ketertinggalannya.

"Berikan ruang, jangan terpaku sama peraturan-peraturan yang njlimet. Ini sebenarnya trisakti," ucap Megawati.

Selanjutnya, Megawati juga meminta pemerintahan Jokowi agar memperhatikan nasib bidan pegawai tidak tetap (PTT) agar segera diangkat menjadi pegawai tetap dan diberi upah yang sesuai. Megawati menganggap peran para bidan sangat penting mengingat lebih dari 50 persen kelahiran di Indonesia dibantu oleh bidan.

"Menurut saya, sudah seharusnya tuntutan tersebut dipenuhi," kata Presiden kelima tersebut.
http://nasional.kompas.com/read/2015...residen.Jokowi

----------------------------------

Megawati: Eloe Ingkar Janji, Gua Sakitnya tuh Disini, Jok!

Gua bilang apa dulu, Jok! Saat kita sama-sama kampanye Pilpres.
Eloe jangan sekali-kali berani ngasih janji dan harapan sama Janda. Bisa jadi runyam urusannya deh ...


:

Link: http://adf.ly/1EVSja

Blog Archive