Saturday, April 25, 2015

Pinjam Duit ke Tiongkok, Pengurangan Subsidi BBM Dikemanakan?


Pinjam Duit ke Tiongkok,
Pengurangan Subsidi BBM
Dikemanakan?
RMOL - Kabar pemerintah Indonesia
menerima pinjaman 50 miliar dolar AS
atau setara Rp 625 triliun dari
Tiongkok mengagetkan kalangan
anggota dewan di Senayan.
Angota Badan Anggran DPR, Andi
Akmal Pasluddin pun
mempertanyakan kebijakan
pemerintah mengurangi subsidi BBM
dengan alasan untuk dialihkan
kepada pembangunan infrastruktur.
"Kini melalui kementerian BUMN, kok
pemerintah melakukan hutang kepada
China Development Bank (CDB)
sebesar lebih seperempat belanja
negara dari APBN 2015. Lantas
dikemanakan dana pengurangan
subsidi BBM itu?," tanya Anggota
Komisi IV DPR ini.
Mengutip pemberitaan media pada 17
November 2014, Andi mengingatkan
bahwa Kementerian Keuangan pernah
menyebut bahwa kenaikan harga BBM
bersubsidi bisa menghemat anggaran
negara hingga Rp 100 triliun. Dengan
dana sebesar ini, pemerintah
berencana mengalokasikannya untuk
pembangunan infrastruktur, terutama
bidang pertanian.
Namun hingga kini, publikasi
dimulainya rencana dan progress
pembangunan infrastruktur tak ada
gaungnya. Yang dihembuskan oleh
menkeu justru penyesalan negara jika
pembangunan infrastruktur tidak
segera dilakukan pada awal April lalu.
Menurutnya, dalih pemerintah ini
menunjukkan lemahnya eksekusi
kebijakan yang dapat menghasilkan
perbaikan. Pemerintah membanding-
bandingkan kejayaan pertumbuhan
ekonomi tahun 2011 sebesar 6,5
persen persen dimana pada saat itu
negara belum beranjak menggalakkan
pembangunan infrastruktur.
"Menyesalkan kebijakan pemerintah
masa lalu untuk menutupi kelemahan
roda pemerintah sekarang menjadi hal
yang menjadi andalan," ketus Andi
Akmal.
Hal ini semakin meyakinkan bahwa
kebijakan pemerintah Jokowi
menaikkan harga BBM bersubsidi
tidak menjawab berbagai persoalan
yang antara lain meliputi krisis energi
kotor, daya beli masyarakat yang
makin menurun, pertumbuhan
ekonomi yang mengenaskan, nilai
tukar rupiah terhadap dolar makin
lemah, termasuk infrastruktur yang
malah pinjam dana pembangunannya
ke asing.
"Kami meminta kepada pemerintah,
tunjukkan prestasi yang dapat
langsung dirasakan oleh masyarakat
terutama rakyat kecil yang hingga
saat ini masih sengsara. Jangan
cuma menunjukkan kegiatan ini
kegiatan itu oleh pemerintah namun
hasilnya tidak terasa," pungkasnya.

Link: http://adf.ly/1FnGRT

Blog Archive