Monday, April 20, 2015

PREMIUM HILANG, SPBU ASING SENANG


Premium Dihapus : SPBU Lokal akan Terpukul



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keputusan pemerintah untuk menghapus bahan bakar premium diperkirakan akan membuat pengusaha SPBU lokal terancam kalah saing dengan asing.

"SPBU lokal akan terpukul karena tidak akan mampu bersaing dengan SPBU asing," kata Bendahara Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas kepada ROL, Rabu (31/12).

Menurut Anwar Abbas, jika gagasan itu direalisasikan, maka bahan bakar minyak yang akan dijual di pasaran sudah pasti akan kompetitif. Yaitu, ron 92 (pertamax) yang dijual SPBU lokal dan ron 95 yang dijual di SPBU asing.

Anwar mengatakan, penghapusan ron 88 (premium) berarti Pertamina tak lagi menawarkan produk yang berbeda dengan asing. Sehingga nasib 5.300 SPBU milik lokal akan terancam.

Pemerintah, menurut Anwar, seharusnya memikirkan bagaimana cara melindungi rakyat dan pengusaha lokal. Karena premium telah menjadi instrumen melindungi rakyat dan pengusaha lokal. "Jangan hanya mempertimbangkan aspek harga saja," kata Anwar.


senang  

'Pencabutan Premium Ini yang Paling Ditunggu-tunggu Asing'



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pencabutan bahan bakar minyak jenis Ron 88 (Premium) dianggap akan membuka pintu liberalisasi bagi kompetitor asing.

"Apa akibatnya kalau dicabut? Artinya, produk yang kita jual sama dengan kompetitor. Head to head," kata Ketua II DPP Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) M Ismeth, Sabtu (27/12)

Ia menjelaskan, selama ini fungsi penyaluran yang paling ujung ada di Pertamina dan Hiswana Migas. Karenanya, Ron 88 yang dijual Pertamina dan Hiswana Migas merupakan alat pertahanan terhadap kompetitor.

Dengan dicabutnya Ron 88, kata dia, maka kompetitor asing akan semakin menjamur. Pemerintah pun diminta memperhatikan hal tersebut dan memberikan perlindungan kepada pengusaha SPBU nasional.

"Karena kemampuan kita terus terang saja berbeda. Kalau ini terjadi, inilah tanda mulainya liberalisasi. Inilah yang ditunggu-tunggu asing," ujarnya.

Selama ini, ungkapnya, fasilitas SPBU yang terlihat mewah bukan karena margin yang besar. Namun dengan usaha yang ia sebut berdarah-darah.

"Karena kami peduli dengan rakyat kecil. Kami ingin menunjukan bahwa kami juga bisa bagus, bukan karena untungnya besar," kata Ismeth.


senang  (nasional.republika.co.id)

Pandangan ane :
dengan hilangnya premium berarti secara tidak langsung nanti rakyat "dipaksa" buat beli pertalite (bbm paling murah) dengan harga yg lebih tinggi dr premium (ayo jok peras terus keringat rakyatmu)..
dengan selisih harga 600-800n perak masyarakat pasti banyak yg akan lebih memilih menggunakan bbm dr spbu asing yg jelas kualitasnya lebih baik drpd spbu lokal..
hal inilah yg membuat SPBU asing senang..

saat ini 40 perusahaan asing sudah memegang izin prinsip pendirian SPBU dengan masing-masing hak mendirikan 20.000 SPBU.

"Itu artinya, sejumlah 800.000 SPBU milik asing akan menguasai Indonesia. Bayangkan, nantinya seluruh kebutuhan minyak harus dibeli di perusahaan asing dan asing akan menguasai seluruh produksi Indonesia dari hulu ke hilir, termasuk warung-warung




Link: http://adf.ly/1FPkCI

Blog Archive