Saturday, April 25, 2015

PSSI oh PSSI Nasibmu Memang Kritis !


Lagi dan lagi, masalah tiada hentinya menggerogoti olah raga favorit masyarakat ini. Sepak bola Indonesia terus dirundung masalah bagaikan kutukan, kutukan yang entah kapan akan sirna dari sepak bola Indonesia. Satu masalah selesai timbulah masalah baru. Bagai benang kusut yang sulit untuk diurai. dimana masalah itu timbul karena diselesaikan dengan cara yang dapat menumpuk masalah baru.

Langkah Menpora Imam Nahrawi adalah blunder, menurut saya. Sepertinya Menpora tidak berpikir ulang dan hanya berpikir pendek atas tindakannya yang gegabah. Alasanya pembekuan PSSI adalah karena PSSI tidak mematuhi regulasi BOPI yang meloloskan Persebaya dan Arema, minimnya prestasi timnas, dan MAFIA. Sepertinya untuk masalah Mafiia itu, Menpora tidak bisa membuktikannya, untuk masalah minimnya prestasi timnas memang adalah masalah yang sepertinya tidak akan terselesaikan, selama infrastruktur penunjang dan kompetasi masih semerawut. Namun apakah karena itu semua, dengan secara serta merta Menpora dapat mengintervensi PSSI, bahkan membekukan. Seperti layaknya lembaga independen, jika diibaratkan ekonomi moneter dimana sirkulasi peredaran uang diatur oleh Bank Indonesia selaku lembaga Independen. Maka PSSI adalah lembaga yang mengatur sepak bola yang juga harus independen dari intervensi politik manapun. "Langkah Menpora membekukan PSSI adalah hukuman mati bagi PSSI", kata Direktur Hukum PSSI. Segala sendi persepakbolaan Indonesia yang sediki demi sedikit diperbaiki pasca rekonsiliasi IPL dan ISL serta KPSI dan PSSI semakin lama semakin rontok kembali satu per satu akibat putusan Menpora tersebut.

Bagaimana tidak, klub sebagai tiang pancang timnas mulai gembos satu persatu, klub merugi ratusan juta akibat kompetisi yang terus tertunda, rakyat kehilangan hiburannya, kompetisi yang mulai dilirik sponsor bahkan dari Bank besar di Qatar, nampaknya tinggal menunggu waktu untuk menarik investasinya di kompetisi sepak bola Indonesia. Sponsor klub pun sama, tidak adanya kompetisi sama dengan membinasakan sorot kamera atas nama sponsor di dada jersey klub. Klub pun menjadi aspek yang paling sakit atas sanksi pembekuan Menpora yang gegabah ini. Pemain pun mau dibawa kemana....nampaknya otot kaki mereka mulai lembek untuk bermain bola. Jangan harap timnas bermain bagus di Sea Games nanti atau Pra Piala Dunia yang akan bergulir beberapa bulan kedepan. Saya khawatir kejadian timnas kalah telak dengan digit l10 angka kembali terjadi ketika melawan Bahrain.

Namun skenario terburuk tentu saja sanksi FIFA, Indonesia sepertinya akan hilang dipercaturan Internasional. Walaupun sinisme masyarakat pecinta sepak bola Indonesian tiak peduli akan sanksi tersebut, tapi saya sebagai pencinta timnas akan sedih, Indonesia diusir dari kompetisi Internasional jika sanksi FIFA sudah turun. Masih banyak dampak besar lainnya yang timbul akibat pembekuan PSSI ini, kalau dijelaskan akan membuat tangan penulis pegal mengetiknya.


Pertanyaannya sekarang adalah, Apakah dengan pembekuan PSSI ini dapat menyelesaikan masalah timnas yang haus prestasi, Apakah dapat menciptakan iklim sepak bola baru yang kondusif dan maju atau hanya Menambah permasalah baru yang tidak ada ujungnya ???

Dan ini semua menenggelamkan sepak bola itu sendiri...para elit adalah pemain dan pemain adalah penonton, itulah sepak bola Indonesia...miris.






bmkhadafi
senseisan


Link: http://adf.ly/1Fmm6u

Blog Archive