Thursday, April 2, 2015

(Siap86)Dipaksa Tenggak Miras, Remaja Ini Nyaris Diperkosa Polisi


TEMPO.CO, Kupang - Seorang remaja putri di Kelurahan Lambanapu, Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), nyaris diperkosa anggota Polres setempat setelah ditahan semalaman dan dipaksa menengak minuman keras.

"Anak saya dipaksa menengak minuman keras dan nyaris diperkosa dua anggota Polres Sumba Timur," kata Merry, ibu kandung korban, kepada Tempo, Rabu, 1 April 2015.

Merry mengisahkan kasus yang terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2015. Kejadian itu berawal saat korban dengan tiga temannya sepulang pesta hendak mengisi BBM. Korban hendak pulang ke rumahnya, namun kunci sepeda motornya ditahan seorang rekannya. Karena terus diminta, namun tidak dikembalikan, korban melaporkan kejadian itu ke Pospol terdekat.

Setelah melapor, anggota polisi yang berjaga membawanya ke Markas Polres Sumba Timur untuk dimintai keterangan. Namun dalam perjalanan ke Mako Polres, korban dan polisi tersebut berpapasan dengan ketiga temannya. Kepada mereka, anggota tersebut meminta untuk ikut ke Mako Polres.

Di Mako Polres, setelah diselesaikan dengan cara kekeluargaan, dua anggota yang piket menyuruh ketiga orang tersebut pulang. Korban diminta tetap di Mako Polres dengan alasan sudah larut malam.

Di kantor polisi, korban justru tidak mendapat perlindungan. Dua polisi yang piket memaksa korban untuk minum minuman keras sebanyak empat kali. Setelah itu, korban dipukul tengkuknya hingga pingsan. Dalam keadaan pingsan, korban dibawa dengan mobil patroli ke arah luar kota, tepatnya di Patung Kuda, kilometer 8 Jurusan Sumba Barat.

Pada tengah malam sekitar pukul 02.00 Wita dini hari, korban mulai siuman dan merasakan ada yang hendak membuka pakaiannya. Dengan refleks korban menendang salah satu polisi itu. Merasa terancam, kedua polisi tersebut membuang korban ke jurang sekitar Patung Kuda.

Dengan sempoyongan, korban berusaha naik dari jurang. Ketika sampai di atas, dua anggota Brimob sudah berada di situ.

Dengan menangis, korban memeluk anggota Brimob dan meminta pertolongan. Namun, kedua anggota Brimob yang sedang patroli tersebut tidak bisa berbuat apa-apa, karena kedua anggota Polres Sumba Timur beralasan korban dalam keadaan mabok.

Akhirnya, kedua anggota Brimob tersebut meminta kedua polisi itu mengantar korban ke rumahnya. Karena terus menaruh curiga, kedua anggota Brimob tersebut membuntuti mobil patroli yang mengangkut korban sampai di Polres Sumba Timur.

Sesampai di Mako Polres, korban dibiarkan begitu saja. Sekitar pukul 04.00 Wita, korban berhasil kabur dari Mako Polres berkat bantuan seseorang yang melintas di depan Mako Polres.

Korban telah membuat laporan polisi ke Unit Propam Polres Sumba Timur. Korban sendiri telah menjalani pemeriksaan pada Senin dan Selasa, 30-31 Maret 2015. Korban juga telah menjalani visum di Rumah Sakit setempat. "Kami sudah laporkan kasus ini Propam Polres Sumba Timur untuk diproses," kata Merry.

Merry menuntut agar kedua polisi itu menjelaskan kepadanya kenapa anaknya diberikan minuman keras dan dibawa ke luar kota. Merry juga meminta agar kedua polisi itu diberi sanksi tegas. "Saya hanya mau dengar dari mereka. Kenapa kasih minuman keras ke anak saya dan dibawa ke luar kota," katanya.

Humas Kepolisian Daerah NTT Agus Santosa membantah polisi di Sumba Timur nyaris memperkosa dan memberikan minuman keras kepada DP. "Saya sudah tanya dan tidak benar ada kasus itu," kata Agus.

Namun, Agus mengaku belum mendapat laporan lengkap dari Polres Sumba Timur terkait kasus itu dan laporan dari keluarga korban. "Saya masih tunggu laporan lengkapnya," kata Agus.


http://www.tempo.co/read/news/2015/04/01/058654688/Dipaksa-Tenggak-Miras-Remaja-Ini-Nyaris-Diperkosa-Polisi

seperti biasa, aparat gak pernah mau ngaku salah....

Link: http://adf.ly/1CqxCn

Blog Archive