Wednesday, April 15, 2015

Soal UN Bocor, Polisi Geledah Sejumlah Tempat


Soal UN Bocor, Polisi Geledah Sejumlah Tempat
Murid mengerjakan soal ujian nasional mata pelajaran Bahasa Indonesia menggunakan komputer jinjing di SMK Negeri 2 Salatiga, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Senin (13/4). Mulai tahun ini, sebagian sekolah mulai menggunakan sistem ujian berbasis komputer dalam penyelenggaraan ujian nasional.

Rabu, 15 April 2015 | 18:07 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com
 - Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Budi Waseso membenarkan penyidiknya menggeledah beberapa tempat di Jakarta, Rabu (15/4/2015), terkait kasus kebocoran soal Ujian Nasional (UN).

"Ya, ada beberapa tempat di Jakarta yang kita curigai, kita cek," ujar Budi di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu sore.

Budi tidak menjelaskan secara rinci di mana saja penggeledahan dilakukan. Yang jelas, penggeledahan tersebut hingga Rabu petang ini masih berlangsung.

Ia mengatakan bahwa penggeledahan tersebut bertujuan mencari alat bukti kasus pembocoran soal UN. (baca: Polisi Usut Oknum di Percetakan Negara yang Bocorkan Soal UN)

"Yang jelas kita harus cepat-cepat mencari alat bukti. Akan kita telusuri. Nanti kalau sudah bulat, kami beritahu," ujar Budi.

Budi mengatakan bahwa pengusutan berawal dari laporan pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ke Bareskrim, Selasa (14/4/2015). Polisi langsung mengusutnya dengan melibatkan sejumlah direktorat.

Penyelidikan sementara, lanjut Budi, pelaku diduga bekerja seorang diri dan bukan bagian dari sindikat yang terorganisir. Namun, hal itu tentu butuh pembuktian. Budi berharap pelaku dapat segera ditangkap.

Menteri Pendidikan dan kebudayaan Anies Baswedan sebelumnya mengatakan, pengunggah soal-soal UN di tempat penyimpanan data (drive) Google adalah perusahaan percetakan di Jakarta.

"Secara umum yang melakukan pengunggahan itu adalah perbuatan ilegal. Pelakunya salah satu perusahaan percetakan di Jakarta," ujar Mendikbud.

Dia menjelaskan, bocoran itu baru diketahui pada Senin sore. Setelah menerima informasi itu, pihaknya lalu berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Dilakukan pemblokiran, karena itu ada di Google, kami langsung telepon Google," jelas Anies.
'
http://edukasi.kompas.com/read/2015/...ejumlah.Tempat'

Polisi Usut Oknum di Percetakan Negara yang Bocorkan Soal UN


Rabu, 15 April 2015 | 18:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com
 - Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Budi Waseso mengatakan, pihaknya tengah mengusut kasus pembocoran soal Ujian Nasional (UN) yang diduga dilakukan oleh oknum di perusahaan percetakan negara.

"Tim kita dari Cyber Crime yang mengusut itu. Kemungkinan melibatkan oknum percetakan negara," ujar Budi di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (15/4/2015).

Budi mengatakan bahwa pengusutan berawal dari laporan pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ke Bareskrim, Selasa (14/4/2015). Polisi langsung mengusutnya dengan melibatkan sejumlah direktorat.

"Sekarang masih diikuti oleh tim kita. Sedang kita dalami terus informasi ini. Nanti kalau sudah bulat, kami beritahu," ujar Budi. (baca:Mendikbud: Percetakan di Jakarta yang Unggah Soal UN)

Penyelidikan sementara, lanjut Budi, pelaku diduga bekerja seorang diri dan bukan bagian dari sindikat yang terorganisir. Namun, hal itu tentu butuh pembuktian. Budi berharap pelaku dapat segera ditangkap.

Menteri Pendidikan dan kebudayaan Anies Baswedan sebelumnya mengatakan, pengunggah soal-soal UN di tempat penyimpanan data (drive) Google adalah perusahaan percetakan di Jakarta.

"Secara umum yang melakukan pengunggahan itu adalah perbuatan ilegal. Pelakunya salah satu perusahaan percetakan di Jakarta," ujar Mendikbud.

Dia menjelaskan, bocoran itu baru diketahui pada Senin sore. Setelah menerima informasi itu, pihaknya lalu berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Dilakukan pemblokiran, karena itu ada di Google, kami langsung telepon Google," jelas Anies.
'
http://edukasi.kompas.com/read/2015/...corkan.Soal.UN'


Mendikbud: Percetakan di Jakarta yang Unggah Soal UN

Rabu, 15 April 2015 | 16:36 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com
- Menteri Pendidikan dan kebudayaan Anies Baswedan mengungkapkan, pengunggah soal-soal UN di tempat penyimpanan data (drive) Google adalah perusahaan percetakan di Jakarta.

"Secara umum yang melakukan pengunggahan itu adalah perbuatan ilegal. Pelakunya salah satu perusahaan percetakan di Jakarta," ujar Mendikbud dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/4/2015), seperti dikutip Antara.

Dia menjelaskan, bocoran itu baru diketahui pada Senin sore.

"Masuk laporan mengenai bocoran soal yang ada di akun google drive. Kami langsung koordinasi dengan Kemenkominfo, dilakukan pemblokiran, karena itu ada di Google, kami langsung telepon Google," jelas Anies.

Mendikbud juga melapor kepada Plt Kapolri Komisaris Jenderal Polisi Badrodin Haiti dan Bareskrim agar ditindak secara hukum.

"Secara umum, yang mengunggahnya melakukan perbuatan yang salah," tambah dia.

Jumlah soal yang diunggah adalah sebanyak 30 soal dari 11.730 soal yang dibuat oleh Puspendik.

"Jadi yang bocor hanya 0,025 persen," ujarnya.

Mendikbud mengatakan, pihaknya tidak akan mendiamkan persoalan tersebut. Gangguan tersebut, sambung Anies, menciderai guru-guru dan siswa yang belajar keras.

Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti, mengaku mendapat laporan mengenai kebocoran tersebut. Retno berhasil mengunduh sebanyak 25 dari 30 soal UN yang tersedia di internet. Soal-soal tersebut disimpan di tempat penyimpanan data google dan bisa diakses publik.

"Sebanyak lima soal lainnya tidak berhasil diunduh," kata Retno.

Retno mengaku mendapat laporan dari salah seorang guru di Jakarta. Guru tersebut memberinya tautan. Saat ini tautan tersebut tidak lagi bisa dibuka.

"Setiap mata pelajaran, ada lima tipe soal. Sepertinya sudah disiapkan dengan baik," tukas Retno.
'
http://edukasi.kompas.com/read/2015/...Unggah.Soal.UN'

Ini kenapa semua jd serius?
Bukannya UN bocor sdh tiap tahun
Tuh buktinya banyak yg jualan kunci inggris


Link: http://adf.ly/1EyoGv

Blog Archive