Wednesday, April 15, 2015

Strategi "membonsai" Beringin: Untuk Cegah Keluarga Cendana 'Come Back' di 2019?


Strategi membonsai Beringin: Untuk Cegah Keluarga Cendana Come Back di 2019?
Tommy Soeharto, Price of Cendana

Golkar Kubu Ical Minta Bantuan Keluarga Cendana
Rabu, 15 April 2015 - 05:00 wib

JAKARTA – Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jeirry Sumampaw menilai sebagian besar tokoh Partai Golkar lebih mendukung kepengurusan kubu Agung Laksono. Oleh karena itu, ia menilai Ketua Umum Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie sengaja menemui Keluarga Cendana untuk meminta bantuan.

"Saya kira Ical sedang meminta bantuan Keluarga Cendana ya. Sebab, Keluarga Cendana dinilai punya power di Golkar," ujarnya kepada Okezone, Rabu (15/4/2015).

Jeirry menambahkan, sikap Ical yang meminta bantuan Keluarga Cendana adalah sesuatu yang wajar. Sebab ketika Golkar masih berkuasa selama 32 tahun melalui pemerintahan Presiden Soeharto, Keluarga Cendana sangat powerfull.

"Dulu memang Keluarga Cendana powerfull di Golkar. Tapi, saya kira usaha Ical ini tidak akan efektif," ucapnya.

Menurut Jeirry, kehadiran Keluarga Cendana dalam kubu Ical bisa menjadi sebuah beban. Sebab, masyarakat Indonesia masih banyak yang tidak suka saat Keluarga Cendana berkuasa di Indonesia.

"Saya rasa masih ada kelompok masyarakat yang trauma dengan rezim Orde Baru. Tapi ini juga bisa menimbulkan resistensi di Golkar. Bisa jadi resistensinya sekuat dulu," tuturnya.

Sebelumnya, Kantor DPP Golkar di Slipi, Jakarta Barat, sudah dikuasi kubu Agung Laksono. Mereka yakin sebagai pengurus resmi Golkar usai mendapat pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Sementara Golkar Kubu Ical menilai kepengurusan Agung tidak sah. Sebab, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sudah memutuskan menunda pelaksanaan keputusan Kemenkumham terkait pengesahan kepengurusan Golkar kubu Agung tersebut.
http://news.okezone.com/read/2015/04...luarga-cendana

Tommy dan Kubu Ical Susun Kekuatan Rebut Golkar
Rabu, 15 April 2015 - 05:30 wib

JAKARTA – Sejumlah petinggi Partai Golkar dari kubu Aburizal Bakrie (Ical) menemui Keluarga Cendana seperti Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) Senin lalu. Mereka membahas situasi terkini terkait konflik kepengurusan partai berlambang pohon beringin tersebut. Saat ini Kantor DPP Golkar sudah direbut Golkar pimpinan Agung Laksono.

Menanggapi hal itu, koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jeirry Sumampaw menduga pertemuan tersebut membahas taktik untuk menghadapi Partai Golkar pimpinan Agung Laksono. Ia yakin pertemuan itu hanya satu bagian dari dinamika konflik kepengurusan Golkar.

"Kemungkinan ke arah sana (penyusunan kekuatan menghadapi kubu Agung) bisa saja terjadi ya. Tapi, kita tidak tahu persisnya. Semua bisa terjadi," ujarnya kepada Okezone, Rabu (15/4/2015).

Tommy Soeharto melalui akun Twitter-nya, @HutomoMP_9, mem-posting pertemuannya dengan kubu Ical. Tampak dalam foto itu ada dirinya, Ical, dan Akbar Tanjung. Pertemuan tersebut diinisiasi Keluarga Cendana.

Jeirry yakin Keluarga Cendana sedang memanfaatkan konflik Golkar sebagai momentum untuk kembali ke pentas politik nasional. Keluarga Cendana terakhir kali eksis di belantika politik pada 1998. Itu adalah tahun terakhir ayah Tommy, Soeharto, menjabat sebagai presiden.

"Maka itu, saya kira ini jalan bagi Keluarga Cendana untuk maju, masuk pentas politik nasional. Banyak makna dari pertemuan Ical dengan Keluarga Cendana. Tapi, saya kira itu oke-oke saja," ucap Jeirry.
http://news.okezone.com/read/2015/04...n-rebut-golkar


Bagaimana Keterlibatan Keluarga Cendana dalam Kisruh Golkar?
Senin, 13 April 2015, 02:38 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Riset PolMark Indonesia, Eko Bambang Subiantoro, mengungkapkan keterlibatan keluarga Cendana dalam konflik internal dalam Partai Golkar tidak akan berpengaruh secara signifikan karena kondisi partai berlambang pohon beringin saat ini sudah berbeda.

"Saya lihat keterlibatan Tommy atau Bambang tidak akan memberi pengaruh yang signifikan meskipun secara historis keterkaitan Keluarga Cendana sangat erat dengan Golkar," kata Bambang di Jakarta, Ahad (12/4).

Hal tersebut dikatakan Bambang dalam acara diskusi bulanan yang digagas Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAAPPMI) bertajuk "Di balik Politik Pecah Belah Partai" di Deresto Cafe, Plaza Festival, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut, Bambang mengatakan keterlibatan keluarga Cendana akan menambah keruh suasana karena pengaruh keluarga mendiang mantan Presiden Soeharto sudah tak terlalu besar saat ini. "Selain upaya yang dilakukan keluarga Cendana tidak akan mengubah secara signifikan, tapi juga justru akan memperkeruh konflik," ujarnya.

Menurut Bambang, kondisi paradigma Golkar yang ada saat ini sangat berbeda dengan ketika almarhum Presiden Soeharto masih hidup ketika semua akan mendengar apa yang dirinya instruksikan.

"Kalau sekarang kan paradigma Golkar sudah berubah, tidak lagi tunduk pada Soeharto misalnya jadi pada keluarga Cendana juga seperti itu, jika konflik tersebut terjadi pada masa Orde Baru maka akan dengan mudah permasalahan di tubuh partai berlambang beringin itu diselesaikan dengan turunnya Tommy," katanya.

Sebelumnya dikabarkan polemik Partai Golkar yang melibatkan kubu Aburizal Bakrie dengan pihak Agung Laksono ini mengundang reaksi dari putra-putri mantan Presiden Soeharto. Mulai dari komentar Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) yang bereaksi soal sikapYorrys Raweyai, Wakil Ketua Umum Partai Golkar kubu Agung Laksono.

"Saya mengecam keras perilaku Yorrys yang selama ini saya anggap teman tapi ternyata lebih pantas dianggap pecundang, perilaku Anda seperti anak kecil yang hendak belajar tawuran," ujar Tommy dalam akun Twitternya.
Kicauan Tommy juga mendapatkan dukungan dari saudara dan saudarinya yaitu Bambang Trihatmojo dan Siti Hediati Hariyadi yang mengimbau kepada semua pihak tidak ikut memperkeruh suasana di tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut.
http://www.republika.co.id/berita/na...-kisruh-golkar


Titiek Soeharto Berpeluang Besar Gantikan Ical di 2019?
Setya Novanto dan Titiek Soeharto Jadi Wakil Ical
KAMIS, 04 DESEMBER 2014 | 09:29 WIB

Strategi membonsai Beringin: Untuk Cegah Keluarga Cendana Come Back di 2019?
Putri Presiden ke-II Soeharto, Titiek Soeharto

TEMPO.CO, Jakarta - Hasil rapat tim formatur Partai Golongan Karya yang dipimpin Ketua Umum Aburizal Bakrie alias Ical menyepakati penambahan jumlah wakil ketua umum. Dalam kepengurusan yang baru, Ical akan dibantu oleh sembilan wakil. "Ya, benar (ada sembilan wakil ketua umum)," kata Sekretaris Fraksi Golkar Bambang Soesatyo, Kamis, 4 Desember 2014. (Baca: Ical: LPJ Saya Summa Cum Laude)

Sembilan Wakil Ketua Umim Golkar itu adalah Ade Komarudin, Setya Novanto, M.S. Hidayat, Theo L. Sambuaga, Sharif Cicip Sutardjo, Fadel Muhammad, Nurdin Halid, Ahmadi Noor Supit, dan Titik Soeharto. (Baca: Terpilih Lagi Jadi Ketum Golkar, Ical Tebar Janji)

Bambang membenarkan dirinya menjadi Bendahara Umum Golkar berdasarkan hasil rapat formatur. Rencananya, hasil rapat ini akan diumumkan dalam rapat paripurna Munas Golkar hari ini. (Baca: Perusahaan Bakrie Diberi Cap 'Gagal Bayar' Utang)

Kemarin, Ical terpilih secara aklamasi dalam sidang pemilihan Ketua Umum Golkar. Dalam menyusun kepengurusan, Aburizal dibantu sembilan orang formatur. Mereka adalah Pelaksana Tugas DPD Golkar Provinsi Sulawesi Barat Nurdin Halid, Ketua DPD Golkar Provinsi Papua Klemen Tinal, Ketua DPD Golkar Provinsi Jawa Tengah Gandung Pardiman, dan Ketua DPD Golkar Provinsi Bali Sudikerta
http://www.tempo.co/read/news/2014/1...adi-Wakil-Ical


Tommy Ancam Babat Kedua Kubu Golkar yang Banyak Berkoar
14 APR 2015

Rimanews - Hutomo Mandalaputra alias Tommy Soeharto kembali mengancam Agung Laksono dan Aburizal Bakrie (Ical), kedua kubu Golkar yang masih berseteru hingga kini. Putra mantan Presiden Soeharto itu mengingatkan kedua kubu jangan cuma berani berkoar-koar di media.

"Saya cukup terganggu dengan apa yg terus kalian lakukan dengan Partai ini, ingat baik2 saya tdk akan biarkan ini berlanjut..!!," kicau Tommy di jejaring sosial Twitter, Selasa (14/4/2015).

Pangeran Cendana itu tidak lama kemudian kembali berkicau di akun @HutomoMP_9. "Kalau tidak mau dibabat jadilah Tanaman yang berguna jangan terus berupaya menjadi semak belukar."

Meski mengungkapan peringatan keras, Tommy juga mencoba menawarkan solusi agar kedua kubu Golkar yang berseteru itu bertemu dirinya untuk mencari jalan islah. "Mengingat mediasi Partai Golkar di ruang sidang antara kedua kubu masih saja alot, saya mengundang Kedua kubu untuk Mediasi Kekeluargaan, Silakan Atur waktu Kapan dan di mana."

Tommy mengingatkan kedua kubu yang berseteru untuk berjiwa kesatria datang berunding menyelesaikan konflik Golkar. "Buktikan Anda Layak dianggap pelindung partai Jangan hanya koar2 lewat media saja," tegas dia.
http://nasional.rimanews.com/politik...Banyak-Berkoar

-----------------

Strategi membonsai Beringin: Untuk Cegah Keluarga Cendana Come Back di 2019?

Saya punya firasat politik bahwa Ical di ujung usianya yang mulai uzur, ditambah perhitungan politik dan naluri bisnisnya yang tajam itu, bahwa dia pada akhirnya akan menyerahkan pucuk pimpinan Golkar sepeninggalnya kelak kepada Titiek Soeharto, wakilnya saat ini. Dengan naiknya Titiek Soeharto sebagai Ketua Umum GOLKAR seusai Ical yang sebentar lagi dipastikan lengser itu, maka terbukalah peluang keluarga Cendana via Titiek Soeharto ini untuk bertarung dalam Pilpres 2019 sebagai capres tunggal dari partai Golkar. Apalagi bila mengingat bahwa Titiek Soeharto itu adalah jandanya Prabowo. Usia Prabowo yang semakin uzur dan telah gagal 2 kali bertarung di Pilpres (tahun 2009 dia menjadi capresnya Megawati), ada kemungkinan Prabowo akan menyerahkan dukungannya kepada Golkar atau setidaknya berkoalisi untuk Pilpres 2019 kelak, asal Titiek Soeharto menjadi Capresnya Golkar waktu itu. Agar diketahui saja, Prabowo, Wiranto dan Surya Paloh itu aslinya 'genetika politik'nya adalah orang Golkar jua.

Langkah strategi politik Golkar semacam itu sudah kebaca oleh pihak lawan yang tak menginginkan 'come back'nya keluarga Cendana (Soeharto Dinasty) di Pemilu dan Pilpres 2019 kelak. Terutama keluarga 'Dinasty Soekarno', yaitu Megawati, yang berencana akan mengajukan 2 anaknya pula (Puan dan Pranada) di Pemilu dan Pilpres 2019 kelak. Maka bisa dimaklumi bila kader PDIP yang saat ini menjabt Menkumham, berupaya memecah-belah GOLKAR agar kekuatan itu tidak akan kembali lagi sehingga menjadi pesaing potensial bagi keluarga Megawati. Wallahu'alam!.



Link: http://adf.ly/1Ex64V

Blog Archive