Tuesday, April 21, 2015

Surat terbuka untuk presiden republik Indonesia 2014-2019


Ini surat dari temen ane untuk presiden Republik Indonesia periode 2014-2019 gan... silahkan dinikmati...
Ane share agar bisa menjadi bahan renungan dan tambahan informasi bagi kita semua... bisa juga langsung liat hal fb ybs.

SURAT TERBUKA UNTUK PRESIDEN INDONESIA TERPILIH PERIODE 2014-2019

Kepada Yang Terhormat
Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019
Bapak Ir. H Joko Widodo


Pak Jokowi yang ramah,
Perkenalkan sebelumnya Pak Jokowi, nama saya andy wijaya. Saya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang teknologi dan industri atau dulu dikenal dengan nama Sekolah Tehnik Menengah (STM). Sudah lebih dari 12 tahun saya bekerja di salah satu anak perusahaan PT. PLN Persero yang bergerak dalam pembangkitan listrik. Oh iya, dalam kesempatan ini saya ingin mengucapkan selamat kepada Pak Jokowi yang telah terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019. Saya juga mendoakan agar Bapak beserta keluarga diberi kesabaran dalam menempuh amanah yang sangat berat ini, tetapi saya yakin akan melakukan yang terbaik bagi negara Indonesia seperti janji-janji Bapak sewaktu kampanye dahulu.

Pak Jokowi yang penuh dengan kesederhanaan,
Sejak ditemukan sampai dengan sekarang, listrik telah memegang peranan yang vital dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Hampir semua peralatan di rumah memerlukan listrik dalam pengoperasiaannya. Dahulu kita mengetahui bahwa kebutuhan primer manusia terdiri dari sandang, pangan dan papan. Tetapi saya yakin bahwa kebutuhan primer manusia dewasa ini bertambah menjadi sandang, pangan, listrik dan papan. Ya, sebegitulah fungsi pentingnya listrik bagi manusia. Teknologi paling canggih pun menjadi tidak berguna bila tidak ada listrik. Dan menurut beberapa teori perang, cara menguasai sebuah negara adalah dengan menguasai terlebih dahulu dengan menghancurkan pembangkit-pembangkit listrik yang dimiliki oleh negara tersebut, maka akan otomatis negara tersebut akan menjadi lumpuh dan dengan mudah dikuasai. Oleh karena itu pula, pembangkit listrik di Indonesia memiliki status obyek vital milik negara.

Pak Jokowi yang merakyat,
Sebelum masa kemerdekaan, pembangkit-pembangkit listrik di Indonesia dimiliki oleh Belanda dan dipergunakan untuk kebutuhan pabrik-pabrik milik Belanda. Lalu setelah kemerdekaan para pekerja kelistrikan pada waktu itu, (kedepan, pekerja kelistrikan akan saya sebut sebagai pejuang kelistrikan) menguasai pembangkit-pembangkit listrik untuk di nasionalisasikan sebagai milik negara dan dipergunakan untuk kemakmuran bangsa Indonesia. Kemudian oleh negara dibentuklah sebuat badan usaha milik negara yang khusus mengurusi sistem kelistrikan di Indonesia. Badan ini telah mengalami perubahan nama, tetapi sekarang dikenal dengan PT. PLN Persero.

Pak Jokowi yang tegas,
Beberapa minggu kebelakang, saya dan rekan-rekan pejuang kelistrikan sedikit terkejut dengan dengan berita yang menyebutkan bahwa pemerintah berniat untuk menjadikan PT. PLN Persero hanya menjadi perusahaan servis saja atau hanya mengurusi transmisi dan distribusi saja. Sistem kelistrikan di Indonesia dibagai dalam 3 sistem yaitu pembangkitan, transmisi dan distribusi. Dan tahukan Bapak, harga produksi listrik dalam sistem kelistrikan di indonesia, 80-90% ditentukan pada pembangkitan. Yang artinya bila negara menjadikan PT. PLN Persero sebagai perusahaan servis, maka PT. PLN Persero tidak bisa mengontrol 80-90% harga produksi listrik. Apakah ada jaminan negara bisa mengontrolnya? Selama ini yang negara lakukan adalah mengontrol harga jual ke masyarakat, tetapi harga produksi listrik tidak, bagaimana bila nanti 80-90% harga produksi listrik di serahkan ke swasta?? Mungkin ada yang beranggapan bahwa bisnis telekomunikasi setelah timbul banyak pesaing, tarifnya menjadi turun. Tetapi Bisnis kelistrikan jauh berbeda dengan bisnis yang lain, harga produksi di sisi pembangkitan terdiri dari 85% merupakan biaya bahan bakar, 10 % merupakan biaya pemeliharaan dan 5% sisanya adalah biaya kepegawaian. Komponen harga tersebut belum ditambah ditambah keuntungan dan investasi. Dan tentu saja, pihak swasta tidak mau rugi dan ingin secepatnya investasi mereka kembali, sehingga silahkan dihitung dan dikira2 sendiri berapa harga listrik yang dihasilkan pihak swasta nanti. Kalau Pak Jokowi tidak percaya, silahkan Bapak belajar dari negara tetangga kita, Philipina, dimana setelah badan usaha milik negara Philipina dibidang kelistrikan menjadi perusahaan servis saja, berapa harga jual listrik disana sekarang. Harga jual listrik ke masyarakat naik 3-4 kali lipat dibanding ketika PLN Philipina memegang sistem kelistrikan secara utuh.

Pak Jokowi yang sangat mencintai negara,
Belum habis rasa terkejut saya dan para pejuang kelistrikan dengan wacana diatas, timbul lagi kebijakan yang tak kalah membuat kami, para pejuang kelistrikan menjadi semakin heran dengan pemerintahan Bapak, kebijakan yang dimaksud adalah kebijakan menyewakan pembangkit ke negara cina. Berbagai macam alasan dikeluarkan untuk membenarkan kebijakan ini. Dari berita-berita yang tertulis di media, tujuan menyewakan pembangkit ke cina adalah antara lain untuk mengembalikan kehandalan unit yang dalam kenyataannya, sekarang dioperasikan oleh PLN dan anak perusahaannya kehandalan unit hanya mencapai setengah dari yang seharusnya. Dan bila di sewakan ke cina maka kehandalan unit akan dikontrak sesuai spesifikasi mesin. Pak Jokowi, saya merasa bangga ketika Bapak di tanah cina, dihadapan para penguasa dan pengusaha cina, Bapak mengatakan dengan tegas bahwa tidak semua peralatan cina yang dijual ke Indonesia dalam kondisi kurang bagus (jelek). Saya yakin, maksud Bapak sebelumnya bahwa pembangkit2 yang sekarang niatnya disewakan ke cina adalah salah satu yang dimaksud Bapak sebagai "dalam kondisi kurang bagus". Para pejuang kelistrikan yang pernah mengoperasikan pltu-pltu cina menyebut sebagai pembangkit berkebutuhan khusus. Jadi kalo mau fair, bukan kesalahan dari sisi pengoperasian dan pemeliharaan tetapi banyaknya disebabkan oleh kesalahan desain dan spesifikasi peralatan yang sudah diterima oleh indonesia, terlepas dari persoalan kenapa diterima oleh Indonesia pada waktu itu.

Pak Jokowi yang merupakan pejuang negara,
Sekarang, beberapa pltu-pltu cina yang niatnya disewakan oleh negara ke cina telah operasikan oleh putra-putri bangsa indonesia. Dimana banyak dari senior kami, rekan kami dan junior-junior kami sebagai pejuang kelistrikan telah memilih mengabdi kepada negara melalui jalan ini. Mencoba menerangi negeri dengan semangat cinta indonesia, cinta dengan bangsa dengan cara bekerja pada badan usaha milik negara bidang kelistrikan yaitu PT. PLN Persero. Bila pembangki-pembangkit ini disewakan ke cina, bagaimana dengan nasib kami para pejuang kelistrikan ini. Apakah kita mau putra putri bangsa Indonesia hanya sebagai penikmat produk jadi tanpa tahu dan terlibat dalam proses pembuatannya. Kami ingin berpatisipasi didalamnya, sehingga kita bisa bilang dan buktikan ke pada dunia, putra putri bangsa Indonesia juga mampu mengoperasikan dan memelihara sistem kelistrikan di Indonesia dari hulu sampai ke hilir.

Pak Jokowi yang selalu menepati janjinya,
Alasan yang lain adalah karena kesulitan keuangan PT. PLN Persero dan negara sehingga tidak mampu untuk menjalankan pembangunan 35.000 mw dimana ditengarai membutuhkan dana 1200 triliun rupiah. Pak Jokowi, saya salah satu orang yang selalu mengikuti debat terbuka selama 5 kali antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo. Ada satu yang masih terbekas dalam ingatan saya, yaitu ketika ditanyakan oleh lawan Bapak, bagaimana dengan masalah pendanaan ketika Pak Jokowi menjalankan program-programketika kampanye, Bapak berkata dengan tegas dan yakin, bahwa "Uangnya ada, tinggal kita mau kerja atau tidak." Sekarang untuk pembangunan 35000 mw, dananya dimana Pak? Sudah ada dimana? Apakah dengan cara menyewakan pembangkit2 cina yang sekarang dioperasikan oleh putra putri bangsa indonesia?

Pak Jokowi yang berpikiran jauh kedepan,
Pak presiden, kami paham bahwa proyek 35000 mw ini bukan sekedar program kampanye yang harus dijalankan tetapi juga ini kebutuhan mendesak bagi bangsa ini. Untuk mengejar pertumbuhan ekonomi dibutuhkan listrik yang mumpuni. Dan kami sebagai pejuang kelistrikan pun ingin berpartisipasi dalam pembangunan ini Pak. Tetapi kami lebih cinta dengan bangsa dan negara sehingga kami, para pejuang kelistrikan tidak rela menjadi penonton di negara sendiri. Oleh karena itu, tolong dan tolong pikirkan lagi kebijalan-kebijakan di bidang kelistrikan yang sudah, hendak dan ingin diterapkan di Indonesia ini.

Pak Jokowi yang setiap harinya terus memikirkan negara,
Saya sebagai pejuang kelistrikan berharap Bapak membaca surat terbuka ini. Memperbaiki kesalahan adalah hal yang mulia dan pastinya nama kita akan selalu diingat. Tetapi mencegah kesalahan jauh lebih mulia walaupun dengan konsekuensi tidak ada yang mengingat, tetapi bukankah kita lebih menginginkan diingat sang Maha Pencipta. Sekian surat terbuka ini dari saya, salah satu pejuang kelistrikan indonesia.

Andy wijaya,

Link: http://adf.ly/1FV9cA

Blog Archive