Tuesday, April 14, 2015

Tak Dibayar Klub, DuaPemain Asing DatangiPSSI


TEMPO.CO, Jakarta - Julio
Eduardo, 32 tahun, dan Juan Luis,
31 tahun, melangkah lemah
meninggalkan kantor Persatuan
Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)
Senayan, Jakarta, siang ini. Wajah
kedua pesepak bola asal Cile yang
bermain di Persatuan Sepak bola
Indonesia Pontianak (Persepon) itu
menyiratkan kekecewaan. "Kami
datang untuk mengadukan
tunggakan gaji kami yang belum
dibayar Persipon selama delapan
bulan," kata Eduardo.
Eduardo mengatakan sangat
berharap bisa mendapat dukungan
dari PSSI lantaran mereka sudah
kehabisan duit. Celakanya, mereka
juga harus meninggalkan Indonesia
akhir pekan ini lantaran tak mampu
perpanjangan visa. "Bagaimana
kami bisa memperpanjang, kalau
tidak ada uang lagi," katanya.
Menurut Luis, mereka dikontrak
Persipon sejak Mei tahun lalu.
Namun setelah empat bulan
mengikuti kompetisi Divisi Utama,
mereka tak lagi mendapatkan gaji
yang seharusnya diterima setiap
bulannya. Eduardo dan Luis pun
mendatangi Edi Rusdi Kamtono,
Wakil Wali Kota Pontianak yang
juga Manager PT Persipon Elang
Khatulistiwa, perusahaan yang
menaungi klub tersebut. "Tapi dia
bilang tak mau bayar lagi," katanya.
Mereka pun heran atas sikap
manajemen Persipon tersebut.
Sebab, kata Eduardo, kontrak
mereka sudah jelas menyebutkan
bahwa pembayaran gaji harus
dilunasi hingga kompetisi berakhir.
Tak mau dimainkan secara gratis,
mereka pun memilih meninggalkan
Pontianak dan datang ke Jakarta
untuk mengadukan nasib mereka ke
PT Liga Indonesia.
Tak puas dengan sikap
penyelenggara kompetisi itu,
Eduardo dan Luis juga mendatangi
Badan Olahraga Profesional
Indonesia (BOPI). Namun lagi-lagi
mereka belum mendapat solusi dari
permasalahan yang dialaminya.
"Kami disuruh menunggu karena
BOPI sedang fokus menangani QNB
League," katanya.
Masa tinggal yang tinggal beberapa
hari membuat Eduardo dan Luis
terpaksa mendatangi PSSI. Sayang,
mereka juga tak mendapat jawaban
atas persoalannya itu. Malah mereka
mengaku dipingpong, "Kami kembali
disuruh ketemu PT Liga," katanya,
"Harusnya kami mendapat solusi di
PSSI," Eduardo menambahkan.
Eduardo lantas mengeluhkan sistem
persepakbolaan Indonesia. Sebab
persoalan gaji tak pernah
didapatkan saat sebelumnya bermain
di klub Malaysia, Thailand, maupun
Singapura. "Bagaimana sepak bola
di Indonesia mau maju kalau seperti
ini?" katanya, "Kami akan membawa
masalah ini ke FIFA."
m.tempo.co/read/news/2015/04/14/099657722/tak-dibayar-klub-dua-pemain-asing-datangi-pssi. Kebiasa'an club mauu untung sendiri

Link: http://adf.ly/1ErBPT

Blog Archive