Sunday, April 26, 2015

[Tanggal Keramat] Pengacara Mary Jane: Eksekusi Mati 28 April


Jakarta, CNN Indonesia -- Sepuluh orang terpidana mati kasus narkoba gelombang kedua akan dieksekusi mati pekan depan, tepatnya Selasa (28/4). Kepastian itu datang dari sejumlah pengacara terpidana mati pagi ini, Minggu (26/4).

Agus Salim, pengacara Mary Jane, terpidana asal Filipina, mengkonfirmasi kebenaran kabar yang beredar santer itu. "Iya, benar tanggal 28," kata Agus kepada CNN Indonesia.Hal senada diungkapkan pengacara terpidana Raheem Agbaje Salami, Utomo Karim. Ia menyebut eksekusi bakal dilaksanakan Selasa malam. "Selasa, semua terpidana sudah tahu," kata Utomo yang telah berada di Nusakambangan sejak Sabtu kemarin (25/4).

Perwakilan negara 10 terpidana mati dan keluarga mereka sejak kemarin telah berada di Nusakambangan dan dipertemukan dengan para terpidana. Pulau Nusakambangan di selatan Cilacap, Jawa Tengah, juga menjadi eksekusi mati gelombang pertama yang digelar Januari.

Sepuluh terpidana mati kasus narkoba yang masuk gelombang eksekusi kedua 28 April ini ialah warga Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dari Australia, Okwudili Oyatanze dan Silvester Obiekwe Nwolise dari Nigeria, Rodrigo Gularte dari Brasil, Raheem Agbaje Salami dari Spanyol, Sergei Areski Atlaoui dari Spanyol, Martin Anderson dari Ghana, Zainal Abidin dari Indonesia, dan Mary Jane Fiesta Veloso dari Filipina.  

Nah...sementara itu...

Prancis-Aussie-Brasil musuhi RI, ini 3 dampak eksekusi mati jilid II

Merdeka.com - Kejaksaan Agung berkukuh 10 Warga Negara Asing yang upaya bandingnya ditolak, layak dihukum mati. Sejauh ini eksekutor tinggal menunggu proses Peninjauan Kembali (PK) terpidana mati Zainal Abidin - satu-satunya warga negara Indonesia masuk daftar tembak - agar hukuman itu bisa dijalankan serentak.

Bersamaan dengan itu, kemarin (25/4), Presiden Prancis Francois Hollande melontarkan ancaman paling keras akibat sikap Indonesia yang berkukuh mengeksekusi warganya.

Ini adalah eksekusi mati yang mayoritas warga asing jilid II, setelah Kejaksan menghabisi enam terpidana mati narkoba di awal tahun. Dua terpidana mati Bali Nine asal Australia, masuk dalam rombongan pesakitan menunggu ajal tersebut.

Hasil pertemuan antara perwakilan kedutaan dan keluarga di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Sabtu (25/4), adalah kepastian para terpidana segera diantar ke hadapan regu tembak Brimob. Perkiraannya, paling cepat Selasa (28/9), maksimal adalah Rabu (29/4) dini hari.

Perkiraan ini berdasarkan kesaksian penyedia tenda di Lapas Nusakambangan. Sewa tenda hanya sampai 29 April. "Rencananya (tenda) di dekat lapangan tembak. Kemarin yang pesan anggota polisi," kata seorang pekerja yang ditanya awak media di Dermaga Wijaya Pura.

http://www.merdeka.com/dunia/prancis...-jilid-ii.html

Perancis mau boikot ? itu ntar kerjasama pembelian Airbus 200 biji punya Lion bisa "ditinjau ulang" tuh...



Link: http://adf.ly/1FpIpi

Blog Archive