Wednesday, April 29, 2015

(Temennya Lulung)Diperiksa 9 Jam, Anggota DPRD DKI Jelaskan APBD 2015


Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana memang batal diperiksa Badan Reserse Kriminal Polri terkait kasus pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) pada 2014 lalu. Namun nyatanya penyidik juga memeriksa anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Fahmi Zulfikar terkait kasus yang sama.

Diketahui Fahmi hadir di Bareskrim sekitar pukul 09.00 WIB dan baru keluar dari gedung Bareskrim sekitar pukul 18.00 WIB. Ia mengungkapkan yang dijelaskan pada penyidik adalah perihal pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan pada 2014.

"Saya tidak hafal (berapa pertanyaan), banyak. Saya ditanyakan soal proses anggaran perubahan 2014," kata Fahmi saat ditemui di Bareskrim Polri, Rabu malam (29/4).

"Pokoknya sudah saya jelaskan ke penyidik tadi. Itu nanti saja ya," ujarnya singkat.

Fahmi enggan menjawab pertanyaan yang diajukan para awak media. Dia terus berjalan keluar dari lingkungan Bareskrim untuk menuju mobilnya.

Dia pun menegaskan tidak mengenal sosok Alex Usman yang sudah dijadikan tersangka dalam kasus UPS tersebut. Fahmi menekankan jika proyek UPS tersebut bisa masuk dalam daftar APBD-P 2014 karena sudah dibahas dalam rapat anggaran.

"Saya tidak tahu tuh (soal Alex Usman)," ujarnya sembari bergegas.

"Ini kan dibahas di rapat badan anggaran dan merupakan usulan sekolah. Sudah saya jelaskan tadi ke sana, tanya saja penyidik dan jangan tanya saya," ujarnya menegaskan.

Penyidik Bareskrim Polri pada Senin (27/4) melakukan penggeledahan terkait kasus UPS di gedung DPRD DKI Jakarta. 16 anggota penyidik tersebut tak hanya menggeledah ruangan dari Haji Lulung - sapaan Lunggana - tapi juga menggeledah ruangan sekretariat Komisi E serta ruangan dari Fahmi Zulfikar.

Penggeledahan dilakukan penyidik Bareskrim Polri sejak pukul 14.00 WIB hingga 21.00 WIB. Dari penggeledahan tersebut, penyidik berhasil mengamankan sejumlah benda yang dipandang berkaitan dengan kasus pengadaan UPS.

Barang-barang yang terlihat dibawa oleh penyidik adalah dua tas dan sebuah map dari ruang kerja Lulung serta sebuah CPU, tiga layar komputer, dan sebuah kardus besar dari sekretariat komisi E DPRD DKI Jakarta.

Dua orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus UPS tersebut. Keduanya adalah pejabat pembuat komitmen Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat Alex Usman dan pejabat pembuat komitmen Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat Zaenal Soleman. (pit)


Sumur : http://www.cnnindonesia.com/nasional...kan-apbd-2015/

--------

Harus nya hari ini Lulung nya diperiksa, tapi sayang sekali dia lagi bingung. Mari kita tunggu kelanjutan nya.....

Link: http://adf.ly/1G1ztB

Blog Archive