Monday, April 13, 2015

Tommy Soeharto Ajak Jokowi Gabung Golkar. Persiapan Titiek Soeharto Capres 2019?


Tommy Soeharto Ajak Jokowi Gabung Golkar, Kubu Agung Sumringah
13 APR 2015

Rimanews - Golkar kubu Agung Laksono menyambut positif ajakan kader nonaktif Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) kepada Presiden Joko Widodo agar bergabung ke partai beringin. Kubu Agung optimistis program pembangunan pemerintah bakal lancar dan sukses bila Jokowi bergabung dengan Golkar.

"Kalau Mas Tommy menyarankan Pak Jokowi gabung Golkar saya kira kita sangat welcome. Apalagi sekarang Golkar kan dipimpin oleh Pak HR Agung Laksono. Jadi nanti nyambung lah dengan program-program Presiden," kata anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Dave Laksono, kepada Rimanews di Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Senin (13/4).

Ditanya posisi paling tepat bagi Jokowi di kepengurusan Golkar, Dave hanya tersenyum. Dia mengaku tidak mau berandai-andai Presiden Ke-7 RI benar-benar meninggalkan PDIP dan bergabung ke Golkar. "Saya tidak bisa banyak berkomentar. Dan kalau tawaran Pak Tommy mungkin beliau punya pemikiran tersendiri," imbuhnya.

Menurut Dave, kendati Tommy Soeharto tidak bergabung dan tidak aktif di kepengurusan Golkar selama ini, dia masih menganggap putra pendiri partai beringin itu sebagai kader. Dave mengapresiasi keberanian Tommy mengajak orang nomor satu di Tanah Air bergabung dengan Golkar.

"Pak Tommy itu terus terang keanggotaannya sekarang saya nggak tahu ya. Tapi saya yakin dia masih anggota Golkar pastinya ya. Dia sudah pernah dicalonkan sebagai ketua umum tahun 2009 cuma tidak terpilih. Setahu saya sejak 2009 sampai hari ini tidak masuk tidak aktif sebagai pengurus, sebagai anggota partai," tutur anak Agung Laksono itu.
http://nasional.rimanews.com/politik...i-Sumringah-i-


Aburizal Bakrie Ketua Umum Golkar, Titiek Soeharto Wakil Ketua

Musyawarah nasional (munas) Golkar versi Aburizal Bakrie di Bali berakhir. Aburizal (Ical) terpilih lagi jadi ketua umum, didampingi sembilan wakil ketua umum, salah satunya Titiek Soeharto.

Partai Golkar versi Aburizal Bakrie merampungkan musyawarah nasionalnya di Nusa Dua, Bali, dengan memilih kembali Aburizal (Ical) sebagai ketua umum secara aklamasi. Ical menjadi satu-satunya calon ketua umum, setelah kandidat-kandidat lain mengundurkan diri.
Aburizal menjadi ketua umum Golkar yang pertama sejak 30 tahun lebih, yang terpilih untuk masa jabatan kedua kali. Setelah era Amir Murtono (1983 - 1988), tidak ada lagi ketua umum Golkar yang menjabat dua periode.

Konglomerat pemilik perusahaan Bakrie itu terpilih lagi memimpin Golkar untuk lima tahun ke depan, setelah sebelumnya berhasil menyingkirkan para pesaing dan pengeritiknya. Ical lalu memecat belasan orang yang dianggap menentang kebijakannya, antara lain wakil ketua umum Agung Laksono.

Sebelumnya, kubu Agung Laksono menyatakan munas Golkar di Bali tidak sah. Mereka membentuk Presidium Penyelamat Partai Golkar dan memecat Ical dari jabatan ketua umum. Kubu Agung Laksono menguasai kantor pusat Golkar di Jakarta dan kini mempersiapkan musyawarah nasional versi mereka yang direncanakan berlangsung Januari 2015.
Kembalinya dinasti Soeharto

Siti Hediati Hariadi alis Titiek Soeharto dipilih munas di Bali menjadi salah satu dari sembilan wakil ketua umum. Politisi lain yang juga dipilih menjadi wakil ketua umum antara lain Nurdin Halid dan Fadel Muhammad. Nurdin Halid adalah mantan ketua umum PSSI yang menjadi salah satu pendukung utama Ical. Ia kemudian dipilih menjadi ketua panitia munas di Bali.

Pemilihan Aburizal Bakrie secara aklamasi tidak mengejutkan, karena sebelumnya beredar rekaman suara Nurdin Halid dalam pertemuan dengan jajaran pimpinan daerah Golkar. Dalam rekaman itu, Nurdin menyatakan bahwa Ical harus menang secara aklamasi dan mengatur skenarionya.

Nurdin Halid sendiri membantah telah terjadi perpecahan dalam tubuh Golkar. Ia menyebut hasil munas di Bali "sudah berdasarkan konstitusi Golkar".

Ketua Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang hadir di munas Bali juga membantah Golkar pecah. "Perpecahan apa? Tidak ada perpecahan," tandasnya. Hal yang sama dikemukakan Presiden PKS Anis Matta.
http://www.dw.de/aburizal-bakrie-ket...tua/a-18109750


Keluarga Cendana Ingin Kembali ke Golkar, Kubu Agung Welcome
07 APR 2015

Rimanews - Sekjen Golkar Kubu Munas Ancol, Zainuddin Amali, menanggapi santai perihal kabar kembalinya 'Keluarga Cendana' ke dalam tubuh Partai Beringin.

"Welcome. Silakan berpartisipasi. Kita senang lah," ujar Zainuddin Amali usai sidang paripurna di Nusantara III Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (7/4/2015)

Amali mengatakan, pihaknya menerima siapapun yang ingin berkontribusi ke dalam partai Golkar termasuk 'Keluarga Cendana'.

Isu Keluarga Cendana menyeruak, setelah adanya 'cuitan' di twitter dari putra bungsu Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto yang isinya ingin memperbaiki keadaan Golkar yang saat ini dilanda kisruh dualisme kepemimpinan.

"Kita welcome tidak hanya mereka. Siapa saja yang mau berpartisipasi mau mengabdikan diri di partai Golkar kita welcome," ujarnya

Amali menambahkan, Golkar kini sebagai partai terbuka dan bukan milik siapapun. Sehingga, golkar kini milik publik. "Golkar go Public," katanya
http://nasional.rimanews.com/politik...g-i-Welcome-i-


Keluarga Cendana: Jangan Main-Main dengan Kami!
06 APR 2015

Rimanews - Keluarga mantan presiden Soeharto kembali "bergerak". Setelah Tommy Soeharto berkicau di twitter, tentang kisruh partai Golkar. Kini giliran putra Soeharto lainnya, Bambang Trihatmodjo yang berkicau.

Putra ketiga mantan Presiden Soeharto itu ikut gerah dengan ulah segelintir elite Partai berlambang pohon beringin yang merusak soliditas partai yang didirikan ayahnya.

Lewat akun @BambangTri1953, Bambang juga mengancam pemerintah agar tidak mengobok-obok partai Golkar. "Jika pemerintah mendukung kedamaian saya yakin Menkumham tidak akan seenaknya membuat keputusan, siapa anda? Jangan main-main dengan kami," ujarnya.

Bambang bahkan, mengancam akan membongkar borok orang-orang yang merusak Golkar dan menghina keluarga Cendana. "Pesan untuk orang-orang yang pernah bersama kami dan kini menghina keluarga kami : Kami punya ribuan cerita tentang kalian," kata Bambang.

Kata Bambang, jangan terlalu dalam merendahkan keluarga cendana. "Semua manusia punya harga diri dan harga diri tidak bisa terus dijaga dengan kesabaran," kata dia.

Bambang menyarankan, agar persoalan Golkar diselesaikan. "Saran saya sebaiknya bagi yang merasa disasar Tommy agar segera selesaikan dan klarifikasi masalah, saya tau persis siapa adik saya. Saya sempat kontak adik saya untuk klarifikasi berita yang beredar apa betul adik saya itu mengecam AL cs. Jawabannya memang betul," kata dia.

Sekarang, menurutnya, untuk meredakan kemarahan Tommy itu hanya bisa dilakukan dengan mengakhiri konflik internal partai, Tommy orang yang tidak suka main-main," ujarnya.
http://nasional.rimanews.com/politik...n-dengan-Kami-


Ada Upaya Keluarga Cendana 'Comeback'

Jakarta - Keluarga Cendana yang sebelumnya begitu moncer langsung redup saat Soeharto tidak lagi berkuasa. Namun kini tampaknya keluarga Cendana berusaha eksis lagi lewat Mbak Tutut dengan TPI-nya dan Mbak Titiek dengan HKTI-nya.

"Tentu saja ada usaha untuk itu, mau comeback. Mungkin mereka terinspirasi dari keluarga Aquino di Filipina," kata pengamat politik senior dari Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung kepada detikcom, Selasa (13/7/2010).

Namun 'obsesi' dua putri penguasa Orde Baru itu dinilai Rocky tidak bisa terlalu muluk-muluk. Situasi dan kondisi Indonesia sudah tidak memungkinkan 'tradisi' ala Orde Baru kembali eksis.

"Era kita kan sudah keterbukaan, nggak bisa lagi sekarang. Kecuali jika kondisi ekonomi kita benar-benar terpuruk dan politik Cendana murni politik uang," kata peneliti Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D).

Lalu apa yang mungkin dilakukan Cendana? Menurut Rocky, yang paling mungkin dilakukan Cendana adalah mempengaruhi politik 2014 sehingga publik tidak teringat citra buruk yang pernah melekat di Cendana.

"Semacam perimbangan buat pemulihan nama dan mencari rasa aman politik terhadap rezim yang akan berkuasa," pendapatnya.
http://news.detik.com/read/2010/07/1...ck?nd771104bcj

--------------------------------

Kalau Tommy, Tatiek dan Tutut terjun aktif kembali di politik jelang 2019 dengan memanfaatkan perahu GOLKAR, tampaknya akan menjadi saingan berat bagi anak-anak Megawati di Pilpres 2019 kelak, yaitu bagi Puan Maharani dan Pranada Prabowo. Makanya ada bisik-bisik kalau politik pecah-belah Golkar yang dilakukan Agung Laksono dan didukung Pemerintah via persetujuan Menkumham dari PDIP itu, ada kaitannya dengan agenda 2019 yad. Itulah juga yang membuat keluarga Cendana menjadi berang dibuatnya kepada Agung Laksono dan pemerintahan Jokowi yang didukung PDIP.




Link: http://adf.ly/1EjKfl

Blog Archive