Monday, April 20, 2015

Ugal-ugalan, Seorang Pelajar Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas


Ugal-ugalan, Seorang Pelajar Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com - Akibat ugal-ugalan, AFL (16) seorang pelajar SMA Yayasan Perguruan Keluarga (YPK), menabrak pejalan kaki hingga tewas. Peristiwa ini terjadi di Jalan Pakis, Kelurahan Kebun Sayur, Kecamatan Siantar Timur, Pematangsiantar, Sabtu (18/4/2015) malam, sekitar pukul 21.00 WIB.

Sebelum terjadinya kecelakaan tersebut, AFL, warga jalan Jambu Gang Rambe, Kelurahan Pardamean, Kecamatan Siantar Marihat, melaju dari arah Jalan Farel Pasaribu melewati Jalan Pakis. Dia hendak menuju Jalan Narumonda dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Sky Drive nomor polisi BK 6482 XW. Saat tiba di Jalan Pakis, AFL menabrak seorang pejalan kaki yang diketahui bernama Rentua Sinaga (66) warga Jalan Pakis, Kelurahan Kebun Sayur, Kecamatan Siantar Timur.

AFL diduga tidak bisa mengendalikan sepeda motornya yang melaju kencang. Melihat kejadian tersebut, sejumlah warga langsung mengamankan AFL yang juga ikut terjatuh dari sepeda motornya, setelah menabrak korban. Warga membawa korban ke RS Harapan guna mendapat perawatan.

Namun, nahas bagi Rentua Sinaga, dia tewas setelah dua jam mendapat perawatan akibat luka koyak serta luka lain di bagian tubuhnya. Polisi yang tiba di lokasi langsung mengamankan sepeda motor Suzuki Sky Drive milik AFL. Setelah menemani AFL menjalani perawatan, polisi membawa AFL ke kantor polisi guna dimintai keterangan.

Sementara saat ditanyai di ruangan Satlantas Polres Pematangsiantar, AFL mengaku bahwa dirinya terburu-buru hendak menjemput sepupunya yang berada di Jalan Enggang. " Aku tidak sengaja menabrak Bapak itu. Karena aku buru-buru, mau jemput sepupuku," kata AFL.

Saat dikonfirmasi, Kasat Lantas Polres Pematangsiantar AKP Gandi Yudanto mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap AFL dan beberapa saksi kejadian di sekitaran TKP.

"Untuk saat ini kita masih melakukan pemeriksaan terhadap AFL serta meminta keterangan beberapa saksi atas kejadian tersebut. Sehingga nantinya kita akan melakukan tindakan sesuai hukum," kata Gandi .  (regional.kompas.com)

fix sekarang klo misalnya anak itu belom punya sim dan d kasih orang tuanya naik motor gini.. ugal2an lagi sampe bunuh orang pulak.. yg perlu d kasih hukuman orang tua ato anaknya..

Link: http://adf.ly/1FNSxQ

Blog Archive