Saturday, April 18, 2015

Ujian Nasional Tingkat SMP di Surabaya Terbukti Bocor


[SURABAYA] Isu tentang ujian nasional (UN) 2012 bocor di Surabaya, bukan isapan jempol. Sedikitnya ada enam tersangka kasus pembocoran soal UN tingkat SMP, berhasil diamankan polisi. Lima orang berinisial Azis Siswanto, Ali Nurahman, Mu'madiyah, Musyafirin dan Fauzi berstatus guru dan kepala sekolah SMP Swasta dan guru Madrasah Aliyah (MA), sedangkan tersangka HR masih berstatus siswa SMA. Azis merupakan guru Matematika di SMP Shafta di Jalan Lontar ditangkap ketika melakukan transaksi dengan HR, siswa kelas X SMAN di Surabaya Barat.

"Semula Azis mengaku mendapatkan naskah soal UN dari seorang guru Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) di Wiyung berinisial SA. Ada empat naskah soal, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA yang diserahkan ke tangan Azis. Karena tidak bisa menjawab semua soal, Azis minta bantuan guru lain yakni Ali Nurahman dan Mu'madiyah yang tidak lain adalah Kasek MTs Hasyim Ashari, dan Fauzi yang Kasek MTs Al Fatich di Tambakoso Wilangon, Surabaya," ujar Kompol Suparti, Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya dalam keterangan persnya, Senin (21/5).

Lebih lanjut dikemukakan Kompol Suparti, mantan Kapolsek Asemrowo itu, bahwa setelah semua soal dapat dikerjakan, Azis menjual kunci jawaban soal tersebut ke HR, seorang siswa kelas X SMAN yang merupakan mantan muridnya, seharga Rp 2,4 juta. HR sebenarnya ingin membantu adiknya yang SMP agar lulus ujian. Uang itu sendiri merupakan hasil urunan dari 4 siswa SMP yakni Irgi, Fahri, Lukman dan Angga.

Kunci jawaban diserahkan Azis ke HR dalam bentuk kunci jawaban kertas di sebuah SPBU di kawasan Manukan pada malam hari sebelum UN dilaksanakan paginya. Sebenarnya kunci jawaban sedianya dijual seharga Rp 2,5 juta. Tetapi uang yang terkumpul hanya Rp 2,4 juta. HR kemudian menyebarkan kunci jawaban kepada para siswa SMP tersebut via ponsel melalui SMS. Rupanya yang tertarik akan kunci jawaban soal tidak hanya HR. Seorang rekan kolega Azis sesama guru juga tertarik.

Agus Prianto, nama guru itu, bersedia membeli kunci jawaban tersebut. Tetapi guru olahraga itu justru membelinya dari Musyafirin seharga Rp 2 juta. Setelah menerima uang, Mustafirin membaginya dengan Ali Nurahman yang diberi Rp 500.000. "Setelah dicek, kunci jawaban itu tidak benar seluruhnya. Hanya sekitar 70-80 % yang cocok," ujar Kompol Suparti.

Dugaan sementara soal-soal tersebut bocor lewat oknum di percetakan. Ini yang masih memerlukan pembuktian, karena SA sendiri menolak menyebutkan soal-soal UN itu berasal darinya.

Meski telah memberi naskah soal kepada Ali, namun SA belum diamankan polisi. Karena polisi belum mempunyai cukup bukti untuk menjadikan SA sebagai tersangka. Ke enam tersangka, kata Suparti, tidak ditahan dengan alasan masa hukumannya kurang dari lima tahun. "Mereka dijerat dengan pelanggaran Pasal 322 KUHP tentang pembocoran rahasia negara dengan ancaman hukuman satu tahun penjara," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Jatim, Harun secara terpisah masih belum berani memastikan kasus yang ditangani Polrestabes sebagai bukti UN SMP di Surabaya bocor. Ia menyangsikan ada soal dari percetakan bocor. "Pengawasan mulai cetak soal sampai pendistribusiannya dilakukan pengaman sangat ketat," ujarnya sambil berjanji akan meminta informasi kebenaran kasus tersebut.

http://sp.beritasatu.com/home/ujian-nasional-tingkat-smp-di-surabaya-terbukti-bocor/20378

Link: http://adf.ly/1FGwJX

Blog Archive