Wednesday, April 15, 2015

[UPDATE] Misteri Pembunuhan Deudeuh 'Tata'


SEBELUM KEJADIAN PEMBUNUHAN
Quote: Entah firasat atau sekadar kebetulan belaka, Deudeuh 'Tata Chubby' Alfisahrin bagai menorehkan tanda-tanda sebelum ajal menjemputnya. Pembunuhan perempuan beranak satu ini masih menyisakan tanda tanya besar.

Deudeuh dalam keseharian dikenal sebagai pribadi yang baik dan tertutup. Ia sempat menuliskan beberapa status di status BlackBerry Messenger (BBM) sebelum ditemukan tewas menggenaskan. Status terakhir yang ada di BBM bertuliskan: "Kalo Allah bisa merubah siang menjadi malam Allah bisa merubah lelah menjadi berkah".

Sementara status di media sosial khususnya twitter tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan. Yang terlihat, pada 10 April 2015, dia pernah menulis soal minyak wangi seseorang di akunnya @tataa_chubby "Minyak wanginya nempel binggòoooo ," demikian tulis Tata.

Sebuah kicauan dari Tata yang sangat berbeda dengan kicauannya yang lain ditemukan pada tanggal 7 April 2015 lalu, atau 5 hari sebelum Tata ditemukan meninggal. Ia tampak berbalas kicau dengan sebuah akun yang dimiliki seorang pria.

"@Yus_gun nggak bisa sabar? Nggak usah jadi tamu gw. Yang SMS gw dari sebulan lalu dan baru bisa ketemu kemarin juga biasa-biasa saja bahasanya. Lu bayar dulu pakai berlian baru lo boleh nggak sabar," tulis Tata yang kemudian di-retweets 4 akun lainnya.

Tidak hanya itu, sebuah akun Facebook yang diduga kuat milik Deudeuh ditunjukkan oleh teman lamanya, Riezsha. Akun dengan nama Alfi Albhayumi itu memasang foto Tata dengan status terakhir 2 April silam. Tata menulis status terakhirnya dengan bahasa Inggris, 'Waiting on Death', yang artinya 'Menunggu Kematian'.

Pada Sabtu 11 April 2015 sekitar pukul 19.00 WIB, jasad Deudeuh ditemukan oleh penjaga kos dan para penghuni lain pada Sabtu 11 April 2015 sekitar pukul 19.00 WIB. Perempuan cantik ini ditemukan dalam posisi terlentang, ditutup selimut, disumpal kaos kaki hitam dan lehernya terlilit kabel. Deudeuh diperkirakan telah tewas 10 hingga 12 jam sebelum jasad ditemukan.

Sedikitnya 8 saksi telah dimintai keterangan dan sejumlah bukti telah dikantongi polisi. Polisi menduga Tata dibunuh oleh seorang pria. Penjaga kos 'Boarding House 15C' sempat mendengar Tata beradu mulut dengan seseorang pria pada Jumat 10 April malam hari. Durasi keributan berlangsung selama tiga menit. Namun, pria misterius hingga kini masih diburu polisi.

Berikut 3 rangkuman kisah kematian Tata:

1. Status Terakhir

Mengapa Tata yang dikenal tertutup dengan kehidupan pribadinya itu banyak dikunjungi pria? Tak diketahui pasti alasannya.

Namun dari profil akun Twitter Tata, @Tataa_chubby, dia menuliskan informasi tak biasa.

"25 Tahun, 168/65/34B/putih. Open BO include room 350 sejam 1x keluar. Include room/caps, serious only, no BBM, no WA, SMS only. No nego, real account," isi profil Tata.

Akun Twitter wanita berusia asli 26 tahun itu hanya me-follow 76 akun lainnya. Sangat jauh berbeda dengan follower-nya yang mencapai 27.900 akun saat dilihat pada Senin (13/4/2015) pukul 05.50 WIB.

Tata juga memasang sejumlah gambar screenshot ponselnya, yang tampak seperti testimoni. Sejak diketahui meninggal, masih banyak kicauan belasungkawa yang mengalir untuk akun ibu beranak satu ini.

Sebuah kicauan dari Tata yang sangat berbeda dengan kicauannya yang lain ditemukan pada tanggal 7 April 2015 lalu, atau 5 hari sebelum Tata ditemukan meninggal. Ia tampak berbalas kicau dengan sebuah akun yang dimiliki seorang pria.

"@Yus_gun nggak bisa sabar? Nggak usah jadi tamu gw. Yang SMS gw dari sebulan lalu dan baru bisa ketemu kemarin juga biasa-biasa saja bahasanya. Lu bayar dulu pakai berlian baru lo boleh nggak sabar," tulis Tata yang kemudian di-retweets 4 akun lainnya.

Status terakhir yang ada di BBM bertuliskan: "Kalo Allah bisa merubah siang menjadi malam Allah bisa merubah lelah menjadi berkah".

Sementara status di media sosial khususnya twitter tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan. Yang terlihat, pada 10 April 2015, dia pernah menulis soal minyak wangi seseorang di akunnya @tataa_chubby

"Minyak wanginya nempel binggòoooo ," demikian tulis Tata.

Sebuah akun Facebook yang diduga kuat milik Deudeuh 'Tata' Alfisahrin ditunjukkan oleh teman lamanya, Riezsha. Akun dengan nama Alfi Albhayumi itu memasang foto Tata dengan status terakhir 2 April silam.

Riezsha menunjukkan akun tersebut melalui iPhone-nya saat ditemui di rumah duka, Gang Mangga RT 05/12 Pancoran Mas, Depok, ‎Minggu (12/4/2015). Tata menulis status terakhirnya dengan bahasa Inggris, 'Waiting on Death', yang artinya 'Menunggu Kematian'.

"Ini status Facebooknya si Evi (panggilan Tata di keluarga dan temannya), tapi sudah lama sejak 2 April," kata Riezsha.

2. Adu Mulut dengan Pria Misterius

Pihak kepolisian masih memburu pelaku pembunuhan Deudeuh (26) alias Tata yang ditemukan tewas di kamar kosnya di Tebet, Jakarta Selatan. Seorang pria yang terakhir bertamu ke kamar kos Tata dicurigai kuat sebagai pelakunya.

"Pelakunya laki-laki. Diduga kuat dia pelakunya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Martinus Sitompul kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/4/2015).

Menurut keterangan para saksi, Jumat (10/4) malam sebelum Tata ditemukan tewas, para tetangga kosan mendengar suara seorang pria dari balik kamar Tata. Saat itu, Tata dan pria tersebut terdengar beradu mulut.

"Ada suaranya, suara laki-laki," ungkapnya.

Saat ini polisi masih mencari identitas pelaku tersebut, di antaranya dengan mempelajari buku catatan harian Tata yang berisikan nama-nama lelaki yang pernah mengencaniinya itu.

"Untuk CCTV, kos tersebut tidak memasang CCTV," imbuhnya.

Buku harian dan catatan tamu Tata menjadi salah satu petunjuk polisi dalam mengungkap misteri pembunuhan ini. Aktivitas Tata di media sosial juga dipantau. Termasuk mencari siapa saja kemungkinan orang yang menemuinya di hari pembunuhan.

3. Disumpal dan Dijerat

Pihak kepolisian memastikan ‎Deudeuh Alfisahrin alias Tata alias Mpie (26), tewas dibunuh. Warga asal Depok itu tewas akibat jeratan kabel hair dryer. Korban diperkirakan tewas 10 jam sebelum jasadnya ditemukan pada Sabtu (11/4) malam.

"Diduga kematiannya 10-12 jam sebelum ditemukan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Sitompul kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/4/2015).

Sementara Martinus mengatakan, dari hasil visum dokter, korban tewas karena kehabisan oksigen. "Penyebab kematiannya kehabisan oksigen karena jeratan hairdryer," ungkapnya.

Lebih jauh saat ditanya soal motif pembunuhan korban, Martinus mengatakan pihaknya belum bisa memastikannya. "Kalau soal motif itu nanti setelah pelakunya terungkap," tutupnya.

Jenazah Tata ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Tubuhnya yang tanpa pakaian hanya ditutupi bedcover. Mulutnya disumpal kaos kaki dan lehernya terlilit kabel.

Polisi saat ini fokus mencari pria yang terakhir bersama Tata. Diduga kuat, dialah pelakunya. Para penghuni kos mendengar suara ribut-ribut beberapa jam sebelum Tata ditemukan tewas.

Lokasi kejadian berada di kamar 28 kosan 'Boarding House' 15C di Tebet Utara, Jakarta Selatan. Garis polisi masih terpasang di kamar tersebut.


SETELAH KEJADIAN PEMBUNUHAN

Quote: Centroone.com - Misteri pembunuhan Deudeuh Alfisahrin alias Tata Chubby, yang ditemukan tewas dalam keadaan leher terlilit kabel, mulutnya disumpal kaos kaki dan tanpa busana pada Sabtu, (11/04/2015) kemarin , akhirnya terkuak.

Pelaku, yang tega menghabisi korban tak lain adalah salah satu pelanggan Tata Chubby. Ironisnya, status pelaku bukan single melainkan memiliki istri yang tengah mengandung dan seorang anak kecil. Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan, mengatakan tersangka RS sudah berkeluarga. "Sudah punya anak usia 8 tahun, dan satu lagi masih di kandungan istrinya," kata Herry, Rabu (15/4/2015).

Pelaku sendiri berprofesi sebagai guru privat. "RS ini pekerjaannya guru bimbel atau guru privat," kata Direktur‎ Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Heru Pranoto, Rabu (15/4/2015).

Menurut Heru, tersangka mengajar di sebuah lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel) di kawasan Kedoya, Jakarta Barat. "Sekarang masih dikembangkan," imbuhnya.

RS mengaku membunuh Deudeuh lantaran sakit hati diejek bau badan saat bercinta. Namun, ia mengaku tidak merencanakan pembunuhan perempuan cantik ini. RS dibekuk di tempat persembunyiannya di Jonggol, Bogor, Jawa Barat. Deudeuh dibunuh di kosannya pada hari Jumat (10/4) lalu. Jenazahnya baru ditemukan pada Sabtu pukul 19.00 WIB dalam kondisi tersumpal kaos kaki dan leher terlilit.

Quote: Centroone.com - Misteri pembunuhan Deudeuh Alfisahrin alias Tata Chubby, yang ditemukan tewas dalam keadaan leher terlilit kabel, mulutnya disumpal kaos kaki dan tanpa busana pada Sabtu, (11/04/2015) kemarin , akhirnya terkuak.

Pelaku, yang tega menghabisi korban tak lain adalah salah satu pelanggan Tata Chubby. Korban sendiri selama ini dikenal sebagai penyedia layanan seks, yang menawarkan diri lewat jejaring sosial. Menurut pihak kepolisian, RS mengaku tidak merencanakan membunuh perempuan cantik itu. Pembunuhan itu terjadi lantaran RS merasa kesal karena korban terus mengungkit masalah bau badannya yang menyengat.

RS kemudian membunuh korban yang masih dalam keadaan telanjang. Korban dijerat lehernya menggunakan kabel hair dryer lalu mulutnya disumpal kaus kaki."Sementara pengakuannya karena spontanitas, tidak ada perencanaan," ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan, Rabu, (15/4/2015).

Menurut Herry, korban merasa terganggu dengan bau badan tersangka saat bercinta. Korban pun sesekali menutup hidung dan memberitahu tersangka soal badannya yang bau itu. "Tersangka sakit hati ‎karena (disebut) bau badan. Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit. Hingga akhirnya tersangka secara spontanitas membunuh korban," jelasnya.

Quote: Rio Santoso (24) mengaku mengenal Deudeuh Alfisahrin (26) alias Tata alias Mpie melalui situs jejaring sosial Twitter. Akun Twitter Deudeuh @Tataa_Chubby yang menawarkan jasa seks membuat Rio tertarik.

"Dia kenalnya lewat twitter. Korban kan menawarkan diri lewat twitter," ujar Kanit I Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Budi Towoliu saat dihubungi detikcom, Rabu (15/4/2015).

Setelah berkomunikasi lewat SMS dan didapat kesepakatan harga, mereka pun janjian untuk berkencan. Korban meminta tersangka untuk datang ke kosannya di Tebet, Jakarta Selatan.

"Tersangka datang ke kosan korban pada Jumat (10/4) sekitar pukul 20.00 WIB," imbuhnya.

Budi mengatakan, itu adalah kunjungan terakhir tersangka ke Tata. Sebelumnya, 2 pekan lalu, tersangka juga menemui dan berkencan dengan Deudeuh di kamar kos tersebut.


DETIK   (news.detik.com)
CENTROONE   (www.centroone.com)
CENTROONE   (www.centroone.com)
DETIK   (news.detik.com)
Misteri Pembunuhan Deudeuh 'Tata' Part 1   (kask.us)

Alasan pembunuhan yang konyol dan solusinyapun mudah.
Benar-benar pria yang pikirannya dangkal,
membunuh hanya karena masalah sepele

Blog Archive