Wednesday, May 6, 2015

Al-Qaida Ubah Strategi di Tengah Kebangkitan ISIS


D9532212-8067-4065-A36A-8F369F55C311_w64

KAIRO—

Saat al-Qaida menyerbu kota pelabuhan Mukalla di Yaman bulan lalu, para komandan grup ini segera mencapai kesepakatan untuk berbagi kekuasaan dengan para pemimpin suku setempat. Tidak ada slogan-slogan jihad yang dikumandangkan. Al-Qaida bahkan mengeluarkan pernyataan yang membantah rumor bahwa mereka melarang musik ataupun tidak membolehkan pria mengenakan celana pendek.

Seorang dewan suku lokal kini memerintah kota tersebut.

Pendekatan al-Qaida ini bertolak belakang dengan rival al-Qaida, kelompok yang menamakan dirinya Negara Islam, yang terkenal dengan kebrutalannya.

Dalam persaingannya dengan kelompok Negara Islam dalam merekrut kader dan membangun wibawa di Timur Tengah, al-Qaida berusaha membedakan diri mereka dari rival mereka yang haus darah, dengan mengambil pendekatan yang dalam lingkaran jihad dianggap pragmatik. Mereka membangun aliansi dengan para tokoh lokal, bahkan musuh lama, untuk menguasai wilayah baru. Pemimpinnya, Ayman al-Zawahri, telah mengatakan kepada para pengikutnya untuk menghindari kebrutalan khas ISIS terhadap warga sipil guna menggalan dukungan dari masyarakat lokal

Strategi itu sejauh ini berhasil, mendatangkan berbagai kemenangan bagi al-Qaida. Di Yaman, al-Qaida bahkan bisa muncul sebagai pemenang sesungguhnya di tengah serangan udara negara-negara Arab di bawah pimpinan Saudi yang menyasar target-target rival mereka lainnya, yaitu kelompok pemberontak Syiah atau Houthi yang didukung oleh Iran, yang telah mengambil alih sebagian besar Yaman.

Al-Qaida "adalah kuda Troya masa depan," ujar pejabat senior intelijen militer Yaman, Ali Sharif. Saat perang usai nanti dan meninggalkan kekosongan kekuasaan, katanya, "al-Qaida akan berperan... Mereka akan mengisi (kekosongan) dan mengambil alih kekuasaan."

Sementara Amerika Serikat dan Barat mungkin berharap bahwa persaingan antara al-Qaida dan kelompok Negara Islam akan saling melemahkan dua ancaman militan utama tersebut, masing-masing justru bermanuver untuk mendapat untung dari kekacauan di kawasan ini.

ISIS telah mencatat berbagai kemenangan besar beberapa tahun terakhir ini. Selama hampir dua dekade, al-Qaida tidak tertandingi sebagai organisasi teroris paling ditakuti di dunia. Tapi ISIS sudah mulai menyaingi, bahkan melampaui reputasi al-Qaida di beberapa tempat.

Di luar jantung ISIS di Suriah dan Irak, kelompok Negara Islam telah menanamkan bendera mereka di berbagai tempat di dunia. ISIS mengalahkan al-Qaida di Libya, di mana cabang eksternal ISIS mengendalikan beberapa kota dan sebagian besar sekutu al-Qaida sudah beralih dan menyatakan sumpah setia kepada ISIS. Para militan di Semenanjung Sinai di Mesir dan Boko Haram yang ditakuti di Nigeria --yang pernah dikaitkan dengan al-Qaida-- juga telah menyatakan sumpah setia mereka kepada pemimpin Negara Islam, Abu Bakr al-Baghdadi.

http://www.voaindonesia.com/content/...52.html#page=1

Mungkin alqaeda mesti lbh sering upload video kayak isis matabelo1.gif


Link: http://adf.ly/1GQTXh

Blog Archive