Thursday, May 14, 2015

Anggota DPRD nyolong batu akik ! [ dari partai mana hayooo? ]


Kasus Dugaan Pencurian Batu Akik yang Bikin Heboh DPRD Pemalang


Pemalang - Muradi (40) warga RT 04 RW 21, Desa Mulyoharjo, Pemalang, Jawa Tengah, mengaku kehilangan 8 cincin batu akik. Bersama Amo, Muradi menuding cincin batu akiknya dicuri seorang anggota DPRD Pemalang berinisial AJ.

Peristiwa ini sendiri terjadi pada Jumat (08/05/) pekan lalu. Jumat pagi, dirinya seperti biasa menjual cincin batu akik di emperan pasar pagi setempat.

"Saat itu, ada seorang yang melihat-lihat cincin, tapi gelagatnya sudah mencurigakan," jelas Muradi, saat ditemui di emperan pasar pagi.

Saat akan pergi, dengan sigap Muradi menghitung barang dagangannya dan memang benar adanya kurang 8 cincin batu akik. "Saya langsung menghadang dia, saya geledah di saku celananya ada 8 cincin batu akik milik kami," katanya.

Beruntung saat peristiwa ini terjadi Muradi bisa meredam emosi, sehingga pelaku terhindar dari amuk warga yang berada di lokasi setempat. Usut punya usut, pelaku pencurian ini ternyata seorang anggota dewan terhormat di DPRD Pemalang. "Kami langsung ke kantor polisi," katanya.

Saat itu suasana ramai dan beberapa jam kemudian, Muradi bersama Amo, ditemui oleh sesorang. "Katanya namanya Taufik, meminta kami untuk melanjutkan jualannya, dan kami dikasih uang Rp 600 ribu untuk berdua," Kata Muradi.

Sejak peristiwa tersebut, dan sudah hampir sepekan lamanya, kasus pencurian cincin batu akik pun, tidak ada kelanjutannya. "8 cincin batu akik juga belum dikembalikan," imbuhnya.
Polres Pemalang saat dikonfirmasi mengatakan, kasus itu sudah selesai. "Dugaan pencurian sudah diselesaiakan antara oknum anggota dewan dengan pedagang batu akik," ujar Humas Polres Pemalang AKP Tarhim.

Taufik yang menyerahkan uang ternyata ketua fraksi Gerindra DPRD Pemalang. AJ adalah salah satu anggotanya. Dia membantah keras telah terjadi pencurian. Saat kejadian, dia langsung mendatangi Polres Pemalang dan mendapat kabar kasus itu sudah selesai. Dua pedagang yang mengaku kecurian pun sudah merasa tak ada lagi kerugian.

"AJ memang suka batu akik, tapi itu yang dipegang bukan batu tapi rangkanya. Satu rangka Rp 30 ribu. Masa anggota DPRD ngambil barang Rp 30 ribu?" kata Taufik saat dikonfirmasi terpisah.

Menurutnya, AJ di lokasi memang sedang mencari batu akik. Tiba-tiba ada keributan, lalu dia minta kasusnya diselesaikan di kepolisian. Setelah itu, Taufik mengklaim para korban tidak menuntut dan membuat laporan apa pun.

"Lalu pedagang ini saya kasih masing-masing Rp 600 ribu. Bukan untuk minta kasusnya diredam, tapi saya kasihan mereka kan harus makan juga," terang Taufik.

Kasus ini menjadi perhatian di Pemalang. Banyak media yang sudah membuat dan menimbulkan berbagai komentar di kalangan masyarakat.

Link: http://adf.ly/1H89Jb

Blog Archive