Monday, May 18, 2015

Camat dan FPI Razia Panti Pijat, Temukan Alat Kontrasepsi


PEKANBARU(RIAUPOS.CO) - Puluhan anggota FPI Riau mendatangi perumahan Jondul, Kelurahan Rejosari, Kecematan Tenayan Raya, Sabtu (16/5) malam hingga Ahad (17/5) dinihari. Pasukan FPI Riau ini dipimpin Ketua DPD FPI Riau R Ade Hasibuan. Turut serta Camat Tenayan Raya Abdurrahman.

Awalnya mereka tiba di perumahan Jondul yang terindikasi sebagai panti pijat plus-plus tersebut sekitar pukul 22.30 WIB. Mereka tidak menemukan satupun panti pijat yang biasa beraktivitas. Semua rumah yang selama ini menjadi panti pijat tutup. Lampu rumah mereka pun padam.

Tidak mau sia-sia, beberapa orang terus melakukan pemantauan ke beberapa rumah yang diduga tempat panti pijat esek-sek. Usaha mereka akhirnya berhasil ada satu kos yang diduga menyembunyikan tamu laki-laki. Namun saat digedor, dipanggil penghuni koas hanya diam tidak bersuara.

Akan tetapi mereka yakin kos tersebut merupakan panti pijat. Mereka berusaha membuka pintu. Menggedor, berteriak. Bahkan salah satu di antara mereka berteriak. ''Jika tidak dibuka kami bakar,'' gertak salah seorang anggota FPI Riau ketika itu.

Akhirnya usaha para Laskar FPI Riau berhasil ketika personel Polsek Tenayan Raya tiba di lokasi sekitar pukul 23.30 WiB. Diketuk beberapa kali akhirnya penghuni kos membuka pintunya.

Merasa curiga ada tamu laki-laki yang disembunyikan. Laskar didampingi Camat Tenayan Raya dan beberapa tokoh masyarakat berusaha mencari dan menggeledah kos tersebut. Usaha mereka membuahkan hasil ada satu tamu laki-laki bersembunyi di kamar kos.

Turut ditemukan puluhan alat kontrasepsi berupa kondom yang belum dipakai. ''Katanya ini hanya kos biasa, ini apa. Kok ada kondom, kok ada laki-laki, ini pasti panti pijat,'' teriak Panglima Laskar FPI Riau Muhammad Zein kepada seorang perempuan yang dipanggil ''mami''.

Ketua FPI Riau, R Ade Hasibuan menyebutkan aksi yang dilakukan FPI ini merupakan salah satu langkah amar ma'rif nahi munkar.

Sementara Camat Tenayan Raya Abdurrahman mengatakan, pihaknya sangat mendukung aksi yang dilakukan. ''Kami akan secepatnya melaporkan kondisi ini ke wali kota, Satpol PP, untuk melakukan penyegelan terhadap 29 rumah kos yang digunakan menjadi tempat panti pijat,'' sebutnya.(hsb/ade/sul)

http://www.riaupos.co/71350-berita-c...l#.VVlyULntmko



Link: http://adf.ly/1HMBuW

Blog Archive