Friday, May 15, 2015

Data Terbaru BPS, Kunjungan Wisman Tembus 2,3 Juta Orang


JAKARTA, KOMPAS.com –   (travel.kompas.com) Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia pada kuartal pertama 2015. Di saat pertumbuhan ekonomi sedang sulit, angka pelancong nasional justru naik.

Berdasarkan data BPS tersebut, dari Januari sampai Maret 2015 kunjungan wisman ke Indonesia menembus 2,3 juta orang atau naik 3,51 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 2,22 juta. Pada Maret 2015 lalu saja angkanya sudah mencapai 789,6 ribu atau naik 3,13 persen dibandingkan pada Maret 2014.

"Yang paling besar originasi kenaikannya adalah China. Destinasinya Bali dan Batam. Ini klop dengan marketing Kemenpar yang mulai gencar ke Tiongkok," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam siaran pers Jumat (15/5/2015).

Data kenaikan itu sebenarnya tidak begitu mengagetkan. Karena sejak awal Januari 2015, lanjut Menpar, Indonesia gencar memasarkan produk-produk wisata ke China. Bahkan, Menpar melakukan kunjungan langsung ke beberapa pemangku kebijakan pariwisata di Beijing, yang salah satunya menemui Chairman of China National Tourism Administration (CNTA), Li Jin Zao.

Berdasarkan pertemuan itu, Menpar menyebutkan bahwa turis China yang datang ke Indonesia pada 2014 baru sekitar 883.725 orang. Jumlahnya mirip dengan orang Indonesia yang ke China, yaitu di angka 700 ratus ribuan.

"Potensi turis dari China untuk lebih banyak ke Indonesia sangat terbuka, begitu juga sebaliknya. Ada 100 juta orang lebih orang China yang berlibur setiap tahunnya ke luar negeri. Makin banyak orang berduit di China yang memiliki kemampuan untuk berwisata ke luar negeri," ujar Menpar.

Dia menambahkan, menurut Li Jin Zao, jumlah warga negara Indonesia yang keturunan China sudah lebih dari 25 juta jiwa. Angka itu sudah mendekati jumlah penduduk Malaysia, yaitu sekitar 29 juta jiwa. Angka itu juga sama dengan lima kali penduduk Singapura yang masih di kepala 5 juta jiwa.

"Kami sangat yakin target 12 juta tahun 2015, dan 20 juta tahun 2019 itu bisa dikejar," papar Menpar.

Sementara it, dari jumlah kunjungan wisman yang melalui Bandara Ngurah Rai, Bali, pada Maret 2015 naik 9,81 persen dibandingkan Maret 2014, yaitu dari 268,4 ribu. Jumlah kunjungannya menjadi 294,8 ribu.

"Kenapa Bali tetap menjadi fokus utama, Ya, kami menggunakan prinsip utamakan yang utama, tentu dengan pertimbangan yang proporsional. Tiga strategi 'great' yang sedang kami genjot, yakni Great Bali, Great Jakarta, dan Great Batam," kata Menpar.

Rencananya, setelah menggenjot Bali, Menpar akan menggarap Great Batam dengan mempromosikan daerah-daerah terdekat dengan Singapura itu, termasuk Bintan, Sumatera Utara, Nias, dan sekitarnya.

Secercah harapan di tengah lesunya ekonomi negeri ini.

Link: http://adf.ly/1HEYsc

Blog Archive