Monday, May 4, 2015

Gebrakan Antikorupsi Presiden Tiongkok Picu Pejabat Bunuh Diri




Tiongkok - Insiden seorang pejabat Tiongkok yang bunuh diri bulan lalu--menyusul empat pejabat sebelumnya yang bunuh diri pada Maret silam--menjadi sorotan warga Tiongkok.

Pada Kamis (30/4) pagi, Chen Tianhong, pemimpin sebuah kota di Provinsi Jiangsu, melompat dari lantai 21 gedung pemerintahan.

Pihak keluarga mengatakan kejiwaan Chen (34) tidak stabil setelah menderita insomnia serius, demikian dilaporkan kantor berita Xinhua.

Kematiannya merupakan aksi bunuh diri ketiga yang dilaporkan media Tiongkok bulan lalu, setelah kepala divisi biro keamanan publik Kota Mudanjiang, Provinsi Heilongjiang, gantung diri pada Jumat minggu sebelumnya dan Kepala Partai Komunis di Kota Yizhou, Provinsi Guanxi, lompat bunuh diri pada Selasa silam.

Pada Maret, empat pejabat memutuskan bunuh diri dan insiden tersebut terjadi dalam tiga hari berturut-turut.

Sejumlah pengguna internet mempertanyakan apa yang terjadi pada para pejabat Tiongkok. Namun, sebagian menduga keputusan bunuh diri itu kemungkinan besar terkait dengan aksi bersih-bersih yang digelar Presiden Xi Jinping setelah menjabat pada November 2012.

Angka bunuh diri di antara pejabat pemerintahan meningkat tajam dalam beberapa tahun belakangan ini. Para analis mengatakan fenomena itu tidak bisa terhindarkan jika dikaitkan dengan kampanye anti-korupsi Presiden Jinping.

Lebih dari 100 "harimau"--sebutan bagi pejabat senior korup-- dan banyak pegawai rendahan atau disebut "lalat" telah ditangkap.

Antara 2003 dan 2012, aksi bunuh diri dilakukan 112 pejabat, kata Qi Xingfa, profesor politik di East China Normal University di Shanghai, yang mengutip pemberitaan media lokal.

Angka "kematian tak wajar" di antara pegawai pemerintah mencapai 54 orang antara Januari 2013 hingga April 2014, di mana 23 di antaranya dikonfirmasi oleh otoritas sebagai aksi bunuh diri, seperti dilansir China Youth Daily.

Tahun lalu situs People's Tribune, majalah yang diterbitkan surat kabar Partai Komunis, People's Daily, melaporkan bahwa 36 pejabat melakukan bunuh diri. Layanan monitoring opini publik, the Knowlesys, bahkan menyebut jumlahnya lebih tinggi yaitu mencapai 72 kasus.

Hanya sedikit informasi yang menjelaskan alasan para pejabat bunuh diri. Namun, pada sejumlah kasus pihak berwenang menyatakan secara singkat bahwa "depresi" adalah penyebab utama mereka memutuskan mengakhiri hidupnya.

Zhu Lijia, professor kebijakan public di Chinese Academy of Governance, mengatakan bertambahnya angka bunuh diri terkait langsung dengan pemberantasan korupsi.

"Saat kampanye anti-korupsi meluas dan partisipasi publik dalam melaporkan pejabat korup bertambah, para pejabat tersebut mengalami stres kejiwaan yang besar," kata Zhu kepada the South China Morning Post.

"Walaupun tidak semua pejabat yang bunuh diri terkait korupsi, tekanan dari kampanye antikorupsi secara parsial menyebabkan stres dan depresi di antara pejabat."

Undang-Undang Tiongkok juga dinilai berkontribusi dalam melonjaknya angka bunuh diri, kata Qi.

Dalam KUHP Tiongkok, tersangka dan terdakwa tidak lagi dicap melakukan tindak pidana jika meninggal dunia sehingga dakwaan yang menjeratnya dianggap batal.

"Pasal ini memicu para pejabat bunuh diri sebagai cara efektif untuk melindungi keluarga dan pihak lainnya," kata Qi.

Febriamy Hutapea/FEB

South China Morning Post


http://www.beritasatu.com/dunia/2706...unuh-diri.html

mati gan

Link: http://adf.ly/1GGy1k

Blog Archive