Friday, May 1, 2015

HARDIKNAS Sebagai Momentum Tingkatkan Kualitas Pendidikan


Pada tanggal 2 Mei, setiap tahunnya diperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Pertanyaan mendasarnya adalah apakah pendidikan di Indonesia telah sesuai dengan yang diharapkan? Seperti kita ketahui, selama ini tersiar informasi yang beredar di media sangat banyak hal yang terasa menyedihkan dan memprihatinkan terkait pendidikan di Indonesia. Contohnya saja, sekolah gedung yang tidak layak, para guru yang berprilaku menyimpang hingga prilaku murid yang kurang bermoral. Pada dasarnya pendidikan tentu harus membawa perubahan tingkah laku yang lebih baik. Esensi dari dunia pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang diserap anak didik bisa di diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan seyogyanya membentuk watak, karakter dan kepribadian anak didik sebagai generasi yang kokoh dalam keimanan, akhlak/budi pekerti yang baik.

Pendidikan pada akhirnya mengharapkan pada input-proses-output yang berkreasi dan berinovasi serta memiliki kemandirian yang matang. Apabila pendidikan hanya mengharapkan dan diarahkan agar peserta didik mendapatkan nilai sangat tinggi, namun rendah dalam sikap dan perbuatan bahkan tidak memiliki keahlian. Maka jangan heran jika terjadi suatu fenomena dimana generasi muda kita tidak mampu bersaing dan tidak kompetitif dalam dunia kerja. Maka, tentu diperlukan adanya rekonstruksi guna mendaur ulang sistem pendidikan itu sendiri. Terasa bahwa berbagai macam masalah dalam dunia pendidikan dewasa ini tidak pernah selesai sama sekali. Rendahnya kualitas guru, minimnya sarana dan pra­sarana, siswa yang berbuat curang dalam ujian khususnya Ujian Nasional dan lainnya memberikan sekelumit masalah yang ada sehingga perlu diberikan solusi yang baik dalam memberikan perubahan yang ada.

Guru juga berperan penting dalam membantu mencerdaskan intelektual, emosional dan spiritual bagi setiap putra-putri bangsa. Oleh sebab itu, ukuran kualitas guru juga menentukan kualitas murid-muridnya. Meski ada beberapa guru yang integritas dan profesionalitasnya dapat dikatakan baik. Akan tetapi, ada beberapa juga guru yang diharapkan seperti jauh panggang dari api. Hal inilah perlu menjadi perhatian khusus terutama dari pemerintah dalam memecahkan persoalan ini.


Begitu banyaknya masalah pendidikan di Indonesia maka dibutuhkan solusi tepat untuk mengatasinya. Solusi yang dapat membantu pemerintah untuk meringankan beban pendidikan di Indonesia. Membantu mengatasi masalah pendidikan dibutuhkan adanya lembaga yang membantu pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan, menjaring kerjasama untuk memperoleh dana pendidikan, dan menggalang dukungan untuk pendidikan yang lebih baik. Lembaga tersebut melakukan pendampingan kepada guru-guru dan pemberian apresiasi lebih kepada guru-guru kreatif. Pendampingan dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan profesionalitas, kreatifitas, dan kompetensi guru dengan model pendampingan berupa seminar, lokakarya, konsultasi, pelatihan dan praktek. Pendampingan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan yang didukung oleh pemerintah dan pihak terkait. Lembaga tersebut juga memediasi masyarakat, pendidik dan pihak terkait lainnya untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah dalam memperbaiki kurikulum pendidikan.

Untuk itu diharapkan, dalam momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tentu diharapkan pemerintah mampu menuntaskan persoalan-persoalan pendidikan di Indonesia sesuai dengan cita-cita luhur bangsa Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Semoga pendidikan di tanah air bisa lebih baik lagi dan semakin maju.




SEMOGA PENDIDIKAN INDONESIA LEBIH BAIK YAH GAN, jadi PENGANGGURAN gx banyak

Opini dan belajarlah menulis

Link: http://adf.ly/1G7w03

Blog Archive