Tuesday, May 19, 2015

Istri Menggugat Cerai, Calon Duda Mengamuk


Istri Menggugat Cerai, Calon Duda Mengamuk

NAMANYA sih Imam, 38, tapi dia tak punya iman dan tak bisa jadi imam keluarga. Bayangkan, jadi suami kok nggak bisa ngasih nafkah untuk anak istrinya. Giliran digugat cerai istri dan nyaris dikabulkan, dia mengamuk. Rencananya mau bunuh Sofiatun, 32, istrinya, tapi tak di rumah.Ipar dan mertua pun menjadi sasaran pembacokan.

Suami itu imam keluarga. Selain memimpin juga wajib memberi nafkah pada anak istrinya. Tapi banyak pula terjadi, karena faktor ekonomi, suplay nafkah lahir dan batin tidak seimbang. Nafkah lahir jarang dikasih, tapi nafkah batin dijatah melulu. Bahkan istri tidak minta pun selalu diberinya. Istri bagaimana mau menolak, wong kata hadist itu bisa dikutuk malaikat sampai pagi.

Lelaki model begini salah satu di antaranya Imam, warga Kebunagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto (Jatim). Sejak kena PHK dari kantornya beberapa tahun lalu, dia tak semangat lagi mencari kerja. Akibatnya anak istri jadi keleleran. Kebutuhan sehari-hari dicukupi dari dana talangan mertua. Tentusaja Sofiatun istrinyamalu, kenapa suami kok malah jadi benalu keluarga.

Setiap disuruh cari kerja, alasannya: memangnya mudah cari pekerjaan? Akibatnya, sudah berbulan-bulantak diberi nafkah lahir untuk keluarga.Tapi giliran nafkah batin, Sofiatun dipasuk terus. Tidak minta pun selalu diberinya. Sedangn gantuk kecapekan pun masih juga "dibrengkal", karena Imam selalu menakut-nakuti, bisa dikutuk malaikat sampai pagi, loh!

Tapi hidup miskin berkelanjutan memang bikin capek, sedangkan suami sudah takbisa diharapkan lagi. Terpaksalah Sofiatun menggugat cerai ke Pengadilan Agama Mojokerto.

Awalnya sekedar dinasihati bahwa perceraian adalah perbuatan halal yang dibenci Allah. Tapi belakangan, pada siding ke-5 nada-nadanya gugatan Sofiatun bakal dikabulkan. Mendengaritu Imam pun lalu mengancam gaya pelawak Kadir, "Sampai kita cerai, takbunuh kamu!"

Kalau ancaman Kadir sekedar guyonan, tapi ancaman Imam yang gak punya iman ini rupanya serius. Buktinya dia lalu beli clurit di pasar seharga Rp 40.000,- yang tajamnya sampai "pitung penyukur".

Ujicoba ketajaman itu bukan pada batang pisang, tapi langsung mencari istrinya di rumah mertua. Prinsip Imam, ketimbang tak lagi memiliki Sofiatun, mendingan tidak lagi melihat perempuan itu selamanya.

Allah masih melindungi Sofiatun, terbukti saat Imam tiba, dianya tak di rumah. Lalu dia pun bertanya pada kedua adik iparnya. Tapi jawabannya patingpecotot, terksan menyembunyikan sang kakak. Imam yang mukanya sudah merah bagaikan PrabuBaladewa, jadi naik pitam. Clurit di tangannnya disabetkan ke kedu aadik iparnya, hingga terkapar luka parah.

Sang mertua, bu Sastro Jenggirat, 68, maksudnya ingin menasihati si mantu, agar jangan nekat seperti itu. Tapi jawabannya justru sabetan golok juga. Gegerlah warga Desa Kebon Agung, karena sore itu harus membawa tiga orang ke rumahsakit dengan kondisi luka parah. Untungnya, setelah mengeksekusi keluarga mertua Imam langsung menyerahkan dirike Polsek Puri.

Dalam pemeriksaan dia mengakui, nekad membacok keluarga mertua karena mereka justru menyeponsori rencana istrinya.

Memangnya soal gituan minta sponsor pabrik rokok?

sumur   (poskotanews.com)

Link: http://adf.ly/1HOvDg

Blog Archive