Tuesday, May 19, 2015

Kepala Barekraf Ingin RI Tiru Korea Raup Rp 2.100 T dari TV dan Film


Industri ekonomi kreatif dipercaya bisa menjadi pilar perekonomian Indonesia ke depan. Namun sayangnya sektor ekonomi kreatif masih sulit dapat modal dari perbankan.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Barekraf) Triawan Munaf hari ini menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Ia membicarakan banyak hal bersama JK.

"Tadi bicara macam-macam, bicara lebih banyak pada kredit usaha kecil dan lain-lain. Kalau saya bicara ekonomi kreatif, ke depan ekonomi kreatif bisa jadi pilar daya tahan luar biasa bagi ekonomi. Jadi kita nggak usah tergantung minyak, gas, tapi ekonomi kreatif yang bisa dikembangkan. Misal Korea, dari film dan TV itu bisa Rp 2.100 triliun per tahun," ujarnya, Senin (4/5/2015).

Menurutnya, para pelaku usaha kreatif berharap banyak bisa mendapat fasilitas kredit untuk tambahan modal, salah satunya dari Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Kita ekonomi kreatif tentu akan gerak bersama penyedia KUR untuk bisa sediakan di bidang-bidang yang bisa dibantu fasilitasi bidan‎g kreatifnya. Kan perlu biaya, bisa lewat KUR," ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini ada 16 sub sektor di industri kreatif yang bisa dikembangkan. Para sub sektor tersebut punya potensi pengembangan yang sama besar.

"Ada 16 sub sektor. Kuliner, fashion, film, seni pertunjukan, dan games. Games App (aplikasi) itu luar biasa. Enam belas punya potensi yang sama," katanya.

Sulitnya industri kreatif mendapat kredit salah satunya akibat jaminan. Selama ini tidak ada barang yang bisa dijaminkan untuk mendapatkan tambahan modal.

"Dalam UU Nomor 28 Tahun 2014 ‎tentang HAKI, daya kreasi orang atau ide sudah bisa jadi agunan. Tapi gimana caranya, karena nggak ada jaminan. Jaminan ya ide itu sendiri," ujarnya.

Ia pun akan meminta bantuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) supaya ada aturan yang menyatakan sebuah ide bisa jadi jaminan kredit. Selama ini jaminan yang diterima oleh lembaga keuangan masih berupa benda fisik, seperti rumah, mobil, dan lain-lain.

"Ini harus dibicarakan bagaimana menilai ide itu supaya yang memberi dana yakin bisa sukses daripada gagal. Nanti dibicarakan dengan OJK bagaimana formulasikan sebuah ide bisa jadi agunan untuk orang minta modal," tuturnya.

http://finance.detik.com/read/2015/0...ri-tv-dan-film

Yang bisa bikin aplikasi/games, itu peluang tuh

Link: http://adf.ly/1HOVNc

Blog Archive