Wednesday, May 6, 2015

(Kisah Florence yang Hina kota Yogya) Bandingin ama kota Bandung!!! Hidup Bandung..


TEMPO.CO, Yogyakarta - Hakim Pengadilan Negeri Yogyakarta hanya memvonis penghina Yogyakarta, Florence Sihombing, dengan hukuman percobaan, Selasa, 31 Maret 2015. Florence, mahasiswa S-2 kenotariatan Universitas Gadjah Mada, tidak harus menjalani hukuman penjara.

"Menjatuhkan hukuman dua bulan dan denda Rp 10 juta dengan masa percobaan selama enam bulan," kata ketua majelis hakim, Bambang Sunanto, di Pengadilan Negeri Yogyakarta, Selasa, 31 Maret 2015.

Jika selama enam bulan melakukan tindak pidana, Florence harus menjalani hukuman penjara. Denda Rp 10 juta harus dibayar, jika tidak, maka Florence harus dihukum selama satu bulan penjara.

Tidak terima dihukum percobaan, seusai sidang, Florence terlihat berdebat dengan bapaknya. Florence menangis lalu berlari ke arah halaman kantor pengadilan. Florence juga menendang sebuah cone, alat peraga lalu lintas, di depan kantor pengadilan.

Bapak Florence mengejar anaknya menuju halaman belakang kantor pengadilan. Saat para jurnalis ingin mengkonfirmasikan putusan itu, Florence justru melarang dan mengusir para juru warta itu.

Hakim menyatakan Florence terbukti bersalah melanggar Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Akun Florence di Path jelas mengandung penghinaan dan membuat keresahan umum. Terutama warga Yogyakarta.

Saat menuju ke parkiran sepeda motor, Florence masih tampak menangis. Dengan sepeda motor skuter warna krem, Florence lalu diboncengkan oleh teman lelakinya.

Bapak Florence meminta anaknya untuk menerima putusan hakim itu. Tetapi Florence tidak terima dan akan mengajukan upaya banding. Bahkan Florence berujar "jangan anggap aku anak" kepada bapaknya itu.

Menurut hakim, hal yang memberatkan, Florence melakukan tindakan yang menimbulkan keresahan dan polemik di masyarakat. Hal yang meringankan, Florence tak pernah dihukum, kooperatif, masih kuliah, dan sudah meminta maaf kepada masyarakat dan Sri Sultan Hamengkubuwono X, Raja Yogyakarta.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa sebelumnya. Sebelumnya jaksa menuntut pidana enam bulan penjara dengan masa percobaan satu tahun dan denda Rp 10 juta. Jaksa Sarwoto masih pikir-pikir untuk mengajukan banding. Sebab, vonis lebih ringan dari tuntutannya. "Masih pikir-pikir," katanya.

http://www.tempo.co/read/news/2015/0...a-Yogya-Ngamuk

saat antri BBm Hina kota Yogya...
Bandingin ama kota Bandung!!! Hidup Bandung..

bandingin ama SPBU orang Bandung..
[img] Bandingin ama kota Bandung!!! Hidup Bandung.. [/img]



orang antri BBM, premium penuh, pindah ke pertamax malah di larang ngisi harus antri.. orang mo beli lebih mahal kenapa di larang coba di Yogya... bukan nya kota Yogyakarta itu daerah istimewa kan kenapa jadi penuh birokrat gitu sampe SPBU aja birokrat juga, penuh aturan..
cek tuh gambar, di belakang nya tempat spbu khusus motor, bisa ngisi pertamax di tempat mobil hooh, saya foto di angkot itu, lucu angkot mo ngisi premium malah nga di layanin dulu. .. di bandung ngisi pertamax lebih di layanin daripada premium.. beda nya Kota bandung hooh...

Hidup kota Bandung hooh, mo motor beli pertamax ke tempat mobil juga bebas Hooh.. itu lah kenapa keluar hinaan tersebut.. .. harus nya si florence tuntut SPBU nya ada pertamax tapi nga mau ngasih, laporin tuh ke kabareskrim dengan pasal penimbunan, bener nga? kalo barang masih banyak tapi melarang orang beli itu kan artinya bisa masuk pasal penimbunan tuh.. harga bbm lagi naik.. Hooh bener nga!!!

Link: http://adf.ly/1GSnnY

Blog Archive