Tuesday, May 5, 2015

Memalukan! Korupsi Pajak BCA Tercium Dunia Internasional.


Tersangka kasus pajak BCA, eks Dirjen Pajak Hadi Poernomo, tempo hari kembali diangkat dalam sebuah artikel di sebuah kanal berita online tribunnews.com dengan judul Bocoran Wikileaks, Amerika Sebut Hadi Poernomo Arogan dan Korup  .

Pemerintah AS menyebut Hadi Poernomo sebagai tokoh terkorup dari para koruptor pajak. Sementara di kalangan pebisnis berskala internasional, ia dianggap sebagai birokrat kotor. Predikat tersebut melekat pada diri Hadi sejak menjadi Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI. Karena praktik kotornya itulah, Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (Central Intelligence Agency/CIA) menggelar operasi untuk menjatuhkan Hadi Poernomo dari jabatannya sebagai Dirjen Pajak pada tahun 2006 silam.

Menurut laporan wikileaks, seorang agen CIA menyebutkan bahwa "Di bawah kepemimpinan Hadi, kedisiplinan petugas pajak menipis. Surat ketetapan pajak menjadi norma untuk memaksa perusahaan bernegosiasi (suap),".

Laporan data wikileaks soal instansi perpajakan dan seluruh jajaran petugas pajaknya nampaknya membenarkan fakta yang terjadi di lapangan. Kerap kali kita mendapati petugas pajak terlibat praktik korupsi pajak dengan sejumlah "pengusaha-pengusaha hitam".

Dan yang tengah naik daun adalah salah satu bank besar, Bank BCA. Kasus yang terjadi pada tahun 2003 silam menyeret serta nama Hadi Poernomo sebagai tersangka tunggal dalam perkembangan penyidikan kasus pajak Bank BCA untuk sementara.

Kasus ini berawal ketika BCA mengajukan keberatan pajak atas transaksi non performance loan (kredit bermasalah) sekitar 17 Juli 2003. Nilai transaksi bermasalah PT Bank BCA ketika itu sekitar Rp 5,7 triliun. Setelah melakukan kajian selama hampir setahun, pada 13 Maret 2004, Direktorat PPh menerbitkan surat yang berisi hasil telaah mereka atas keberatan pembayaran pajak yang diajukan PT Bank BCA. Surat tersebut berisi kesimpulan PPh bahwa pengajuan keberatan pajak BCA harus ditolak.

Namun, pada 18 Juli 2004, Hadi selaku Dirjen Pajak ketika itu justru memerintahkan Direktur PPh untuk mengubah kesimpulan. Melalui nota dinas tertanggal 18 Juli 2004, Hadi meminta Direktur PPh untuk mengubah kesimpulannya sehingga keberatan pembayaran pajak yang diajukan PT Bank BCA diterima seluruhnya.

Pada hari itu juga, Hadi langsung mengeluarkan surat keputusan ketetapan wajib pajak nihil yang isinya menerima seluruh keberatan BCA selaku wajib pajak. Dengan demikian, tidak ada lagi waktu bagi Direktorat PPh untuk memberikan tanggapan yang berbeda atas putusan Dirjen Pajak tersebut.

Dengan fakta-fakta tersebut KPK mencurigai adanya praktik suap dalam kasus pajak BCA. Terlebih lagi dalam hal ini, Bank BCA adalah pihak yang diuntungkan. KPK beranggapan bahwa tidak mungkin Hadi bekerja sendirian dalam memuluskan permohonan keberatan pajak BCA.

Sebagai sebuah instansi yang sarat akan praktik suap dan korupsi, Dirjen Pajak dibawah kepemimpinan Hadi Poernomo dan kasus dugaan korupsi terbarunya dengan Bank BCA tentu hal ini sangat memalukan, terlebih lagi hal ini sampai tercium oleh kalangan international.

Saya berharap agar KPK yang tengah menangani kasus ini dapat menuntaskan penyidikan sampai tuntas, dan menyeret semua oknum-oknum yang terlibat dalam praktik korupsi pajak Bank BCA.

Referensi :
1. http://nasional.kompas.com/read/2014...ogan.dan.Korup
2. http://www.tribunnews.com/nasional/2...n-paling-korup


Link: http://adf.ly/1GKi0k

Blog Archive