Thursday, May 14, 2015

Momentum Bangkit Bangsa Indonesia di Harkitnas



Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) merupakan hari dimana Rasa dan Semangat Persatuan, Kesatuan, dan Nasionalisme serta kesadaran bangkit untuk memperjuangkan kemerdekaan Negara kita Republik Indonesia, yang dulunya tidak pernah muncul selama penjajahan oleh Belanda dan Jepang. Hari Kebangkitan Nasional ditandai dengan 2 peristiwa yang sangat penting yaitu: Pertama, Berdirinya Boedi Oetomo Pada 20 Mei 1908 dan Kedua, Ikrar Sumpah Pemuda Pada 28 Oktober 1928. Hari kebangkitan nasional diperingati karena kita merupakan bangsa yang besar dan kita tidak melupakan sejarah dan kita selalu bercermin pada sejarah serta pada hari kebangkitan nasional kita akan mendapat banyak pelajaran yang berharga. Banyak pelajaran yang kita dapat dari Hari Kebangkitan Nasional yakni

Pertama, perubahan besar yang dimulai oleh satu orang. Kebangkitan Nasional dimulai oleh tokoh yang bernama Dr.Wahidin Sudirohusodo yang merupakan leluhur kita, putra bangsa dan pahlawan nasional. Dimana pada waktu itu Dr. Wahidin Sudirohusodo tidak tinggal diam dan ingin membuat perubahan pada bangsanya yang dimana cita-cita beliau pun menyebar kepada seluruh mahasiswa kedokteran pada jaman itu yang merupakan asal muasal dari kemunculan Budi Utomo.

Kedua, dorongan untuk bangkit yang dibentuk oleh rasa cinta. Dr.Wahidin Sudirohusodo yang di dorong oleh rasa cintanya terhadap masyarakat Indonesia yang menderita, membuatnya bangkit melakukan sesuatu untuk masyarakat dan bangsa ini. Yang pada akhirnya beliau membentuk perkumpulan untuk anak-anak yang tidak bersekolah tetapi memiliki kepandaian, karena beliau sadar bahwa pendidikan itu penting bagi kemajuan Indonesia.

Ketiga, cita-cita luhur yang harus disebarkan. Dr. Wahidin Sudirohusodo bekerja keras untuk menyebarkan cita-citanya yang luhur, dan kemudian mendapat sambutan yang baik dari siswa Sekolah Kedokteran di Jawa khususnya daerah Jakarta . Adapun para siswa itu adalah Gunawan Mangunkusumo,Sutomo,Cipto Mangunkusumo, dan teman-temannya yang lain. Keempat, mahasiswa memberikan dampak yang besar. Banyak mahasiswa yang menolak untuk memberikan sesuatu yang berguna untuk bangsa ini dan hanya berkata "Kita kan masih mahasiswa, nanti saja ketika kita sudah sarjana!". Sebenarnya kata kata tersebut menggambarkan kemalasan mahasiswa untuk membangun bangsa ini, apakah mereka tidak pernah berfikir bahwa yang mendalangi kebangkitan nasional adalah para mahasiswa. Mari kita bercermin dan menconth apa yang telah dilakukan oleh Sutomo, Gunawan Mangkusumo dan Cipto mangunkusumo yang saat itu belum menjadi dokter dan tidak lain berstatus sebagai mahasiswa, mereka berhasil mendirikan Budi Utomo sebagai lambang kebangkitan nasional.

Selain itu, semua elemen masyarakat pun ikut harus bangkit dan mencontoh apa yang telah dilakukan oleh para pahlawan kita terdahulu dalam memajukan bangsa ini. Tingkatkan rasa persatuan dan kesatuan sebagai masyarakat Indonesia. Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai pedoman kita dalam berwarganegara harus betul-betul diterapkan dalam kehidupan karena itulah kekuatan kita untuk bersatu dalam perbedaan. Jadikanlah momentum Hari Kebangkitan Nasional untuk bisa berubah ke arah lebih baik, revolusi mental yang di dengungkan oleh Presiden Jokowi harus benar-benar diaplikasikan. Dengan begitu, bangsa kita bisa bangkit dan berkembang menjadi negara yang mandiri, maju dan bermatabat.

BANGKIT dan BERUSAHA+BEKERJA KERAS demi BANGSA yang BERMATABAT

SUMUR   (sejarah.kompasiana.com)

Link: http://adf.ly/1H5wVb

Blog Archive