Wednesday, May 20, 2015

Negara Gagal Lindungi Rakyatnya? Kok Bisa2nya Beras Impor Imitasi Plastik Beredar!


Cara Beras Plastik dibuat
Negara Gagal Lindungi Rakyatnya? Kok Bisa2nya Beras Impor Imitasi Plastik Beredar!


Awas, Beras Imitasi Berbahaya Asal China Marak Di Jabar
Selasa, 19/05/2015 14:17 WIB

Bisnis.com, BANDUNG - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar masih mendalami adanya isu beras impor sintetis atau imitasi dari China yang ditemukan di Bekasi Timur.

Kepala Disperindag Jabar Ferry Sofwan mengatakan pihaknya baru mendapat informasi soal beras palsu campur plastik tersebut dari sosial media.

"Saya tahunya dari medsos , kalau itu ada beras palsu dari China. Di China sendiri masih dicari sumbernya, apalagi di kita," katanya, Selasa (19/5/2015).

Kabar beras impor palsu tersebut ditemukan di Bekasi Timur sendiri, menurut Ferry, belum diketahui pihaknya. Namun, jika benar ditemukan pihaknya bersyukur karena bisa menelusuri sumbernya berasal darimana.

Pihaknya mengaku agak cemas dengan adanya isu tersebut karena dari sisi perlindungan konsumen beras campur plastik, itu tidak boleh dikonsumsi.

"Kita telusuri dulu, saya khawatir kalau daerah didorong sidak tapi bentuknya saja tidak tahu, bagaimana," katanya.

Dia mengatakan belum bisa komentar lebih banyak soal itu di Bekasi timur. Disperindag terlebih dulu ingin mengetahui bentuk beras palsu yang ditemukan di lapangan karena para penjual sendiri kemungkinan tidak mengetahui bentuknya.

"Ini paling disebut beras impor saja. Padahal itu diselundupkan dan diperjualbelikan oleh orang-orang yang tidak tahu mana beras tiruan dan imitasi yang bercampur plastik. Ini harus dilihat perubahan dan perbedaannya," katanya.

Jika sudah ditemukan dan diperbandingkan dulu di laboratorium maka selanjutnya dalam sosialisasi masyarakat awam akan bisa membandingkan dan bisa lebih hati-hati.

"Di Indonesia, barang-barang ilegal relatif mudah masuk. Padahal UU Perdagangan pakaian bekas impor itu tidak diperbolehkan. Tahun lalu impor terakhir beras, harusnya beras impor di lapangan sudah tidak ada lagi," katanya
http://industri.bisnis.com/read/2015...arak-di-jabar-


Skandal Beras Plastik
Negara Gagal Lindungi Rakyatnya? Kok Bisa2nya Beras Impor Imitasi Plastik Beredar!


Jejak Beras China di Indonesia
Selasa, 19 Mei 2015 - 18:28 wib

Negara Gagal Lindungi Rakyatnya? Kok Bisa2nya Beras Impor Imitasi Plastik Beredar!
Postingan beras palsu dan asli di sosial media. (Foto : dok dewinurizza)

JAKARTA - Temuan salah satu warga tentang adanya beras yang diduga terbuat dari plastik membuat banyak kalangan menjadi waswas. Sebab, sebelumnya dunia maya telah dihebohkan oleh produksi beras plastik buatan China.

Indonesia memang pernah didaulat sebagai negara lumbung padi ASEAN. Tetapi itu dahulu. Indonesia kemudian lebih banyak memenuhi kebutuhan beras dari luar negeri atau impor. China adalah salah negara yang pernah menyuplai beras untuk kebutuhan Indonesia.

Berdasarkan data Litbang Okezone, seperti dikutip Selasa (19/5/2015), Indonesia mengimpor beras dari China pada 2012 dan tahun-tahun setelahnya. Beras yang didatangkan dari Negeri Macan Asia tersebut sekira 496,6 ton dengan nilai USD1,8 juta.

Oleh sebab itu, warga menjadi waswas beras impor China tersebut bercampur beras plastik. Namun, hingga kini belum dipastikan apakah beras palsu ini sudah beredar di Indonesia atau belum.

Kendati demikian, China memang terkenal sebagai produsen barang tiruan, mulai dari produk otomotif, elektronik, dan juga makanan. Sebelumnya, China juga dikabarkan telah membuat telur ayam palsu. Bahkan terlur palsu ini juga sempat beredar di Indonesia. Apakah beras palsu ini juga akan beredar di Indonesia?
http://economy.okezone.com/read/2015...a-di-indonesia


BERAS PLASTIK
Beras Palsu China Beredar, Padahal Belum Impor
Selasa, 19 Mei 2015 22:30 WIB


Beras plastik sudah masuk Indonesia?
Negara Gagal Lindungi Rakyatnya? Kok Bisa2nya Beras Impor Imitasi Plastik Beredar!

Solopos.com, JAKARTA — Menteri Perdagangan Rachmat Gobel meminta jajarannya segera mengecek kebenaran adanya beras palsu atau beras plastik yang beredar di masyarakat.

Rachmat Gobel mengatakan dirinya telah meminta salah seorang direktur jenderalnya untuk melihat peredaran beras plastik dan beras impor dari China. Pasalnya semasa kepemimpinannya, Kementerian Perdagangan tidak pernah mengeluarkan izin untuk impor beras.

"Dari mana sumbernya. Apakah itu beras palsu, beras selundupan. Saya juga minta bea cukai untuk melakukan koordinasi," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/5/2015).

Rachmat Gobel menuturkan pihaknya harus memastikan kebenaran adanya beras palsu yang beredar di masyarakat sebelum menentukan langkah selanjutnya. Dia pun meminta masyarakat segera melaporkan keberadaan beras palsu tersebut ke Direktorat Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK).

Sebelumnya, Polsek Bantargebang, Bekasi, mengamankan seorang pemilik kios beras bersama empat orang karyawannya karena memiliki dan menjual beras sintetis. Hal tersebut terbongkar setelah Polsek Bantargebang melakukan inspeksi mendadak kepada kios yang diduga menjual beras sintetis di Bekasi.

Berdasarkan pengakuannya, pemilik kios mendapatkan beras sintetis tersebut dari salah satu distributor beras asal Kerawang, Jawa Barat. Inspeksi mendadak tersebut dilakukan setelah pengakuan seorang warga Bekasi yang memperoleh beras palsu. Beras tersebut dicampur ke dalam beras asli yang dibelinya.

Beras yang diduga terbuat dari bahan sintetis itu tidak hancur saat direbus dengan air. Selain itu, beras sintetis hanya memiliki warna bening, sedangkan beras asli memiliki warna bening dengan putih susu di dalamnya.
http://www.solopos.com/2015/05/19/be...m-impor-605989


Anggota DPR-RI:
Pemerintah Harus Jamin Beras Palsu Tak Masuk ke Indonesia
Senin, 18 Mei 2015 | 17:46 WIB

VIVA.co.id - Isu seputar beras palsu asal China telah meresahkan masyarakat konsumen di Tanah Air. Tidak saja merusak harga pasar, lebih dari itu merusak kesehatan para konsumen. Kabarnya, beras ini terbuat dari ubi jalar, kentang, dan resin sintetis (plastik).

Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto (dapil Sumbar I) dalam keterangan persnya, mengimbau pemerintah untuk betul-betul menjamin bahwa beras palsu asal China tersebut tidak masuk ke pasar Indonesia. "Jaminan pemerintah ini penting untuk menentramkan masyarakat yang resah, karena isu beras palsu," tutur Hermanto.

Tidak hanya Indonesia, ungkap Hermanto, sejumlah negara juga sedang dihebohkan oleh beredarnya beras palsu itu. Di India, isu ini juga sudah meresahkan. Apalagi, penjualan beras ini tidak bisa diprediksi dan diketahui secara pasti, karena bercampur dengan beras normal. Bila beras palsu ini sampai dikonsumsi masyarakat, dipastikan akan menimbulkan berbagai gejala penyakit. Dan, yang jelas akan menimbulkan sakit perut.

Politisi F-PKS ini menyebutkan, kalangan masyarakat yang resah, telah meminta klarifikasi seputar hal ini. "Mereka butuh penjelasan dan langkah kongkret pemerintah dalam mengantisipasi isu beras palsu," ujarnya.
Jaminan tersebut, lanjutnya, tidak cukup diberikan dalam bentuk pernyataan, tetapi juga aksi konkret membendung masuknya beras palsu ke pasar nasional.

Menurutnya, pintu masuk beras plastik itu ada dua, bisa lewat kebijakan impor beras, atau pasar gelap. "Dengan tidak melakukan impor beras, berarti secara tidak langsung telah menutup pintu legal bagi masuknya beras palsu itu ke Indonesia," ujarnya.

Lebih jauh, ia mendesak pemerintah, agar tidak melakukan impor beras dan mendorong, agar dalam mencukupi stok beras nasional menggunakan berbagai cara dengan menyerap beras, atau gabah hasil panen petani.

"Substansi dari UU Pangan adalah kedaulatan pangan. Kedaulatan pangan itu adalah kita mengonsumsi apa yang kita produksi," tegas legislator yang terlibat dalam pembahasan UU Pangan ini.
http://politik.news.viva.co.id/news/...k-ke-indonesia


Komisi III Desak Polri Usut Kasus Beras Plastik
Novrizal Sikumbang - Rabu, 20-05-2015 19:55

Jakarta, Aktual.co — Bareskrim Mabes Polri didesak agar segera mengungkap dan menangkap pelaku peredaran beras palsu atau plastik di pasaran.

Demikian disampaikan Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani, di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (20/5).

"Komisi III meminta kepada Bareskrim Polri, karena ini masuk kejahatan umum kewenangan untuk melakukan penyidikan dan penyelidikan ada di polisi," ucap Arsul.

"Kita meminta teman-teman di Bareskrim Polri untuk pro aktif untuk mengusut ini, siapa yang mengedarkan, apa yang mengedarkan tahu atau pengimportirnya juga tertipu dari eksportirnya dari Cina itu," tambahnya.

Ia mendesak agar kepolisian seger mengusutnya secara tuntas. Sebab, jika dibiarkan maka dampaknya ekportir maupun importir beras itu akan mengulang kembali tindakan curangnya yang merugikan masyarakat.

"Saya kira sudah saatnya juga pemerintah di dalam melakukan impor beras karena ini menyangkut keselamatan masyarakat luas itu melakukan pengecekan tentang kebenaran isi barang setiap kali melakukan impor sebelum barang sampai kepada masyarakat," sebutnya.

Salah satu cara, sambung Arsul, adalah adanya kordinasi antar institusi yang berwenang sebagai sebuah langkah antisipasi.

"Saya kira perlu ada sesuatu yg dinegara kita barang mahal, yakni kordinasi. Kordinasi antara Bea Cukai, kemudian direktur Jenderal perdagangan luar negeri untuk melakukan antisipasi ini."
http://www.aktual.co/politik/komisi-...-beras-plastik

------------------------------

Turut prihatin.Semoga semua aparat Pemerintah dan aparat keamanan segera bertindak di dalam menghadapi isu beras palsu yang bisa mematikan nyawa bagi manusia yang memakannya itu.




Link: http://adf.ly/1HTU3W

Blog Archive