Monday, May 4, 2015

Novel Baswedan Ajukan Praperadilan


Rimanews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan akan mengajukan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (04/5/2015) terkait dengan penangkapan dan penyitaan aset serta barang pribadinya, dan juga penetapan tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri.
"Hari ini jam 14.00 wib, kita akan ke PN Jaksel untuk melaporkan permohonan praperadilan, terkait penangkapan dan penyitaan (aset dan barang pribadi novel) obyek materi lengkapnya akan saya sampaikan di PN nanti siang," ungkap Bahrain, selaku kuasa hukum Novel Baswedan, dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Senin (04/05/2015).

Sebagaimana diketahui, Novel Baswedan ditangkap oleh Bareskrim Mabes Polri terkait kasus penembakan terhadap pelaku pencurian sarang burung walet di Bengkulu tahun 2004. Saat itu Novel masih berstatus sebagai anggota Polri aktif.

Terkait dengan peristiwa itu, Polri pernah memproses kasus penganiayaan pencuri sarang burung walet yang dilakukan Novel Baswedan pada 2012 silam. Namun, SBY yang saat itu menjabat sebagai presiden turun tangan dan menyatakan penetapan tersangka dan penangkapan tersebut tidak tepat.

Apalagi saat itu KPK baru saja menangkap Kakorlantas Irjen Djoko Susilo terkait dugaan korupsi pengadaan simulator Sura Izin Mengemudi (SIM).
http://nasional.rimanews.com/hukum/r...n-Praperadilan

Berita sebelumnya Minggu, 03 Mei 2015
Pengacara Novel tak Mau Buru-buru Ajukan Praperadilan

JAKARTA - Tim Kuasa Hukum Novel Baswedan tengah mempertimbangkan berbagai opsi yang tersedia untuk membela penyidik andalan KPK itu. Salah satunya adalah mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan tersangka Novel.

"Praperadilan adalah pilihan terakhir," kata salah seorang pengacara Novel, Bahrain di depan rumah Novel‎, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (2/5).

Menurut Bahrain, keputusan untuk mengajukan praperadilan harus lah dipertimbangkan dengan sangat seksama. Pasalnya, tim memandang bahwa proses praperadilan sangat rentan terhadap intervensi dan manipulasi.

"‎Pengadilan kita kan enggak steril juga, agak korup. Itu berat. Intervensi kekuasaan masih sangat-sangat berpengaruh. Saya khawatir saja," tutur Bahrain.

Sebelumnya, ‎pengacara Novel lainnya, Muji Kartika Rahayu mengatakan bahwa ada sejumlah pelanggaran yang dilakukan Bareskrim Polri saat menangkap kliennya. Oleh sebab itu, opsi pengajuan praperadilan akan dipertimbangkan
http://www.jpnn.com/read/2015/05/03/...n-Praperadilan

Pengacara Jlat ludah sendiri..



Link: http://adf.ly/1GGxSM

Blog Archive